Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 205


__ADS_3

Sementara itu di ruang UKS, pak tua pemilik sekolah pun masuk dan menyapa Alex dengan sopan.


Hemmmmmm........ muncul juga kau akhirnya pria tua gendut, rasanya aku ingin sekali menendang mu habis-habisan.


Tapi aku tidak mau melakukannya di depan putriku, karena jelas dan sudah pasti dia akan memarahi ku. Jadi mari kita dengarkan dulu alasan dari mulut busuk mu.


" Tuan muda, maafkan saya atas sesuatu yang menimpa nona. Saya benar-benar ceroboh, maafkan saya tuan muda. ucap si pak tua gemetaran ketakutan sambil membungkukkan tubuhnya.


" Sudah lah, tidak usah melakukan hal itu. lagi pula putriku juga tidak apa-apa. jawab berusaha tenang namun sebenarnya dia sedang berusaha menahan emosi nya.


Javanka yang melihat itu tampak terlihat tidak begitu nyaman, gadis kecil itu tidak terlalu menyukai hal-hal yang berbau kekerasan. Alex langsung menyeretnya keluar dari ruangan itu.


" Jelas apa yang terjadi? tanya Alex dengan dingin setelah menemukan tempat sepi.


" Mohon maaf tuan muda, saya benar-benar tidak tahu tentang kejadian ini tuan. jawab nya jujur sambil memohon pada Alex.


" Kau pikir dengan jawab itu aku akan puas mendengar nya. gerentak Alex sambil memukul sesuatu yang ada di sekitarnya.


Sekertaris Aldo yang baru datang pun menyaksikan semuanya, dia langsung buru-buru menghampiri tuan mudanya itu.


" Tuan muda, tolong jangan sakiti diri anda sendiri. ucap sekertaris Aldo dengan cemas dia mengecek tangan Alex.


" Aku tidak apa-apa do, lebih baik kau temani putriku di dalam. Aku ingin menyelesaikan semua ini dengan nya, dan meredakan emosi ku. ucap Alex dengan acuh tak sambil menarik tangannya.


" Baik tuan muda, tapi saya mohon jangan lakukan sesuatu yang bisa menyakiti diri anda tuan muda. ucap sekertaris Aldo yang patuh, lalu pergi meninggalkan tuan mudanya.


Alex tidak menjawab apa-apa sama sekali, dia hanya menatap pria tua itu dengan bengis. Kemudian Alex melanjutkan interogasi pada pria itu.


Aldo pun masuk ke dalam ruangan UKS setelah dia menyesuaikan suasana hati dan pikiran nya.


" Nona. panggil sekertaris Aldo.

__ADS_1


" Uncle. jawab Javanka sambil menatap ke arah nya.


" Apakah luka bakar nya baik-baik saja nona? tanya Aldo sambil mengepalkan tangannya, namun wajahnya tampak begitu sedih.


" Avan is fine uncle. jawab Javanka sambil tersenyum manis.


" Itu pasti sangat menyakitkan yah nona? tanya nya lagi dengan wajah yang semakin frustasi.


" No, it's much better after the doctor applied the medicine. jawab Javanka berusaha menyakinkan sekertaris Aldo jika dia baik-baik saja.


" Seharusnya saya memang membereskan anak perempuan itu dari awal.... gumam sekertaris Aldo sambil melihat luka nona.


Namun Javanka yang mendengar gumaman sekertaris Aldo pun tahu jika sekertaris Aldo telah mengetahui semuanya.


" Uncle please don't do anything to him Avan please. ucap Javanka langsung memegang tangan Aldo. " Please keep what uncle knows from papah, let Avan solve this problem himself. ucap Javanka lagi sambil menggenggam tangan Aldo dengan erat.


" Tapi nona..... beliau sempat Aldo meneruskan perkataannya, jari telunjuk mungil Javanka menutup mulutnya.


Aldo pun mengambil tangan mungil nonanya lalu menggenggamnya, dia juga menarik nafasnya dalam-dalam.


" Baiklah nona, kalau itu keinginan nona. jawab sekertaris Aldo akhirnya menyetujui permintaan nonanya. " Tapi jika sesuatu seperti ini terjadi lagi, maka jangan pernah melarang atau menahan saya nona. ucap sekertaris Aldo lagi dengan masih emosi.


" Oke. jawab Javanka sambil tersenyum manis.


Entah kenapa aku selalu bertanya-tanya? kenapa bisa tuan muda mempunyai putri yang berhati malaikat seperti nona.


Nona selalu saja berusaha melindungi siapa pun, termasuk orang yang telah menyakiti dirinya sendiri.


Lalu tak berselang lama Alex pun muncul, dia menggendong putrinya keluar dari ruang UKS. Sementara Aldo pergi ke kelas bersama dengan Mona untuk mengambil semua barang-barang Javanka.


Di perjalanan kembali ke Mansion, Alex menghubungi Caca, untuk memintanya memeriksa ulang kondisi putrinya. Tak lupa Alex juga meminta Caca membawa obat untuk luka bakar.

__ADS_1


Kini Javanka sudah duduk di kamar pribadi papahnya, gadis kecil itu sudah berganti pakaian dalam mandi. Dan sekarang Caca sedang mengecek kondisi Javanka.


Sementara Alex dan sekertaris nya sedang meeting via video dengan beberapa klien nya, di sofa tak jauh dari tempat tidur. Agar Alex bisa melihat putrinya, dan memastikan jika putrinya baik-baik saja.


" Hey, My sweet heart apa yang sebenarnya terjadi? tanya Caca pada Javanka dengan suara yang sekecil mungkin agar tidak terdengar oleh Alex.


" Avan enda cengaja kena tumpah cup panac di cekoyah uncle. jawab Javanka ikut berbisik sambil tertawa-tawa kecil.


" Kenapa bisa begitu sayang? tanya Caca lagi makin penasaran dan khawatir.


" Namanya juga kecelakaan uncle. jawab Javanka yang tidak bisa di bantah oleh siapapun.


" Hemmmm...... pasti telah terjadi sesuatu yah? tanya Caca lagi dengan wajah sok serius mengintrogasi Javanka.


" Enda ada kok. jawab Javanka sambil cengengesan karena merasa lucu dengan tingkah laku Caca.


Alex yang sedang meeting pun menaikan alisnya, kala mendengar suara cekikikan dari putrinya. Wajahnya tampak kesal kala melihat Caca yang begitu dekat dengan putrinya, sambil berbisik-bisik di telinga satu sama lain.


Alex langsung berlari dan berjalan menghampiri keduanya, lalu dia pun menarik paksa Caca agar menjauh dari putrinya.


" Jangan terlalu dekat dengan putriku. kata Alex penuh penekanan di setiap perkataannya.


Mendengar itu, Caca hanya memajukan bibirnya kesal. Lalu Alex pun kembali duduk di tempatnya, sementara Aldo hanya meliriknya sekilas lalu kembali fokus pada pekerjaannya.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2