Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 153


__ADS_3

Kini sekertaris Aldo sudah duduk di ruangannya pria itu pun langsung mengerjakan pekerjaannya yang tertunda, begitu pula dengan Alex yang sudah sedari tadi memulai pekerjaannya.


Kedua pria itu pun duduk dengan serius di masing-masing ruangan nya dan sibuk bekerja, jari jemarinya sibuk menekan tombol keyboard.


Tak berselang lama ada pesan masuk, dengan mata yang masih menatap ke arah layar komputer sekertaris Aldo merogoh sakunya mencari ponsel, lalu dia pun melihat dan membacanya


" Operasinya berhasil " isi pesan itu yang tak lain dari David.


Sekertaris Aldo pun dengan cepat memindahkan beberapa fail penting ke laptop nya, lalu dia pun keluar dari ruangannya sambil membawa laptop nya.


Tokkk...... tokkkk..... tokkk...... suara ketukan di depan pintu ruangan Presdir.


" Masuk. jawab Alex dari dalam, sekertaris Aldo pun masuk ke dalam ruangan tuan mudanya.


" Permisi tuan muda. kata sekertaris Aldo dengan sopan.


" Ada apa? tanya Alex yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


" Operasi nona berjalan lancar tuan muda, dan sepertinya tinggal menunggu beberapa saat nona akan di pindahkan ke ruang rawat. kata sekertaris Aldo memberi tahu tuan mudanya tentang Javanka.

__ADS_1


" Benarkah. tanya Alex memastikan.


" Iya tuan muda, nona berhasil. jawab Aldo meyakinkan tuan mudanya.


" Ayo kita kembali sekarang juga. kata Alex langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruangan dengan penuh semangat.


" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo sambil mengambil laptop tuan mudanya lalu berjalan mengikuti tuan mudanya.


Aldo juga sudah memberi kabar pada para tim helicobacter jika tuan mudanya akan naik lagi, agar mempersingkat waktu sampai di rumah sakit.


Sementara Caca dan David sedang duduk dengan serius di depan ruangan tempat Javanka di operasi, wajah Caca tampak begitu lelah terlihat jelas masih ada sisa-sisa keringat yang ada di wajahnya.


" Aku hampir mati vid. jawab Caca.


" Memang apa yang terjadi di dalam? bukannya kau bilang operasi nya berhasil? tanyanya lagi penasaran.


" Di tengah-tengah kami semua menjalani operasi tiba-tiba saja detak jantung Javanka meningkatkan pesat, kami semua sudah panik karena itu namun setelah beberapa saat perlahan-lahan kembali normal. kata Caca sambil mengingat kejadian tadi.


" Ya sudah, itu kan sudah lewat. Buktinya kau kan berhasil melakukan operasi nya. kata David yang berusaha menenangkan sahabatnya itu.

__ADS_1


" Iya tapi kau tidak tahu setelah nya, aku dan rekan-rekan ku berpikir kalau itu sudah aman namun perlahan-lahan jantung nya melemah sampai beberapa detik jantungnya tidak berdetak sama sekali. Aku dan semua dokter yang berada di dalam sudah sangat panik dan putus asa, kami semua sudah pasrah dengan keadaan ini, tapi tiba-tiba ada satu cahaya terang yang entah datang dari mana menghampiri Javanka. Aku sempat berpikir jika aku berhalusinasi namun ternyata semua dokter yang ada di situ melihat hal yang sama dengan ku, lalu perlahan-lahan cahaya itu membentuk sebuah bayangan seseorang dan kau tahu siapa? Cerita Caca dengan wajah yang begitu serius.


" Memang siapa? tanya David penasaran.


" Cahaya itu berubah menjadi sosok wanita yang tak lain adalah mendiang istri Alex atau mamahnya Avan, kami semua terkejut dengan apa yang kami lihat. Namun sosok wanita itu hanya mengelus lembut wajah Avan lalu menciumnya dengan senyuman yang meneduhkan hati, lalu sosok itu pun pergi setelah tersenyum pada kami tanpa mengucapkan sepatah kata pun. kata Caca sambil kembali membayangkan kejadian yang dia alami.


" Kau serius? tanya David kurang percaya.


" Aku tidak bohong vid, kalau kau tidak percaya banyak saksi mata nya kok. jawab Caca sambil mengelap keringat nya.


" Lalu setelah itu jantung Avan kembali berdetak dan kami pun mulai melanjutkan kembali operasinya. kata Caca yang masih saja terbayang dengan keajaiban yang dia lihat.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2