
" Baiklah Javanka sayang, sebelum uncle memulai nya. Uncle ingin kamu berjanji satu lah? ucap Caca pada gadis kecil yang ada di hadapannya.
" Yes, what is uncle? jawab Javanka mengangguk dengan yakin.
" Kamu harus janji setelah mendengar semua cerita ini, jangan pernah kamu menyalakan siapa pun termasuk dirimu sendiri. Itu yang ingin kamu menepati janji itu, jika kamu mengingkarinya semua orang akan sangat bersedih termasuk mami. ucap Caca dengan lembut pada gadis kecil itu.
" Yes, uncle Avan promise. jawab Javanka dengan mantap.
" Baiklah kalau begitu, kamu penasaran kan dimana mami mu berada? tanya Caca pada Javanka.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Memang benar mami mu sudah meninggal seperti apa yang kamu ketahui, tapi mami meninggalkan mu bukan karena mami tidak menyayangi mu. Tapi mami hanya berpindah tempat dan beliau akan selalu ada kemana pun kamu pergi. kata Caca yang sudah mulai menceritakan cerita lampau, gadis kecil itu hanya diam mendengarkan semua ucapan Caca.
" Kamu juga mempertanyakan mengapa kamu tidak tahu hal sebesar inikan? tanya dokter Caca.
Javanka pun kembali menganggukkan kepalanya.
" Dulu waktu usia mu tiga tahun, kamu mengalami perubahan sikap dan emosional yang disebabkan kamu mendengar penyebab kematian mami mu, saat itu Javanka yang selalu tersenyum dan ceria berubah menjadi gadis pemurung dan selalu berusaha untuk melukai dirinya sendiri. Sampai titik dimana gadis kecil itu hampir kehilangan nyawa, dan semua orang yang ada di sini memilih untuk membuang kenangan yang ada di ingatan mu dan mereka berusaha untuk tidak membahas tentang mami mu dan menyingkirkan semua yang berhubungan dengan mendiang. Mereka melakukan ini karena mereka khawatir jika kamu mengetahuinya kamu pasti akan melakukan hal yang serupa, dan kami tidak ingin itu terjadi padamu, kami semua sangat amat mencintai mu Javanka. jelas dokter Caca panjang lebar menjelaskan pada gadis kecil itu.
" Termasuk mami mu, mendiang sayang amat mencintai putrinya. Beliau bahkan rela mempertaruhkan nyawanya sendiri hanya karena beliau menginginkan kamu ada di dunia ini, kamu tahu apa yang di katakan oleh mami mu saat pertama kali kamu lahir ke dunia ini? tanya dokter Caca pada Javanka, air matanya Caca dan Javanka pun mulai meleleh begitu pula orang yang ada di sana.
" Avan harus tahu semua orang yang ada di sini menyayangi mu nak, termasuk papah mu yang selalu memperhatikan semua tentang dirinya. Beliau lah selalu berusaha untuk menjaga dan merawat mu sampai sekarang, jangan lah membencinya hanya karena beliau tidak mengatakan hal yang sebenarnya, ingat beliau melakukannya karena beliau sangat begitu menyayangi mu dan ini juga demi kebaikan mu Javanka sayang. ucap Caca lagi mengakhiri semuanya.
__ADS_1
Javanka pun kembali menangis dengan begitu sedihnya, Alex yang melihat itu pun berjalan menghampiri putrinya tercintanya lalu dia membawa putrinya dalam pelukannya.
" Papah. panggil Javanka lirih sambil terus menangis memeluk papahnya.
Semua orang yang ada di situ pun ikut bersedia menyaksikan pertandingan yang ada di hadapan mereka.
" thank you papah for taking care and taking care of Avan, papah is the greatest super hero that Avan has. ucap gadis kecil itu dengan sesenggukan pada papahnya sambil memeluk erat sangat papah.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐