
Seperti apa yang di katakan oleh sekertaris Aldo, ada seorang pengajar wanita yang selalu membantu Javanka selama berada di sekolah.
" Selamat pagi anak-anak. ucap seseorang guru.
" Selamat pagi juga ibu guru. ucap anak-anak siswa tidak begitu serentak.
" Hemmmmmm......... bagaimana kalau sekarang kita mulai dengan memperkenalkan diri masing-masing di depan kelas. ucap sang guru.
Semua anak hanya diam dan saling menatap satu sama lain.
" Baiklah kalau begitu, perkenalkan nama ibu isyka. Kalian boleh panggil ibu dengan panggilan Miss isyka, yang sebelah ibu namanya Miss Andra, yang sebelah kiri kalian Miss Cika dan ada di belakang kalian adalah Miss Mona. ucap Miss isyka memperkenalkan dirinya dan rekan-rekannya.
" Baiklah siapa dari kalian yang ingin maju memperkenalkan diri lebih dulu? sambung Miss Andra.
Semua siswa hanya diam dan malu-malu di tempat duduk masingmasing.
" Kalau begitu bagaimana kalau Miss tunjuk satu persatu dari kalian. ucap Miss Mona melihat semua anak hanya diam saja sedari tadi.
" Baiklah, karena kalian diam saja maka Miss anggap kalian setuju dan mau yah. ucap Miss isyka.
Lalu Miss Cika pun menunjuk salah satu murid dan meminumnya untuk berdiri di depan kelas, dengan rasa gugup dan juga takut anak perempuan itu pun maju dan memperkenalkan dirinya.
Perlahan satu persatu dari anak-anak di kelas pun memperkenalkan dirinya masingmasing, sementara Javanka yang duduk dan memperhatikan saja.
" Baik sekarang giliran kamu anak manis? ucap Miss Mona tiba-tiba muncul di belakang Javanka.
__ADS_1
Javanka yang terkejut pun sontak menatap ke arah belakang nya, dengan gugup dia tersenyum manis lalu berjalan ke depan.
" Hello everyone, introduce my name is Javanka Lovato Mahendra, Papah usually calls me Avan and I live in the Mansion road xx. ucap Javanka memperkenalkan diri, karena gugup gadis kecil itu sampai berkeringat dingin.
Setelah mendengar nama dan alamat Javanka ketiga Miss pun sontak terkejut dan langsung menatap ke arah Javanka, kecuali Miss Mona.
Gila baru sadar aku ternyata ini dia anak yang belum lama ini jadi buah bibir masyarakat umum, sang putri mahkota dari dewa pembisnis.
Ya Tuhan bukannya beliau adalah putri kandung satu-satunya tuan muda Alex Mahendra, kalau beliau tidak memperkenalkan diri aku pasti tidak akan sadar siapa beliau.
Mimpi apa aku semalam, sampai-sampai aku bertugas menjaga guru dari seorang anak pengusaha sukses nan tampan.
Setelah memperkenalkan diri, Javanka pun kembali ke tempat duduknya lagi. Gadis imut itu dengan patuh diam dan mendengarkan semua teman-temannya memperkenalkan diri.
Lalu perlahan-lahan siswa pun mengeluarkan alat tulis dari tas masing-masing, termasuk Javanka. Secara perlahan Javanka mengeluarkan buku dan juga alat tulis dari dalam tasnya.
Karena Avan selalu belajar menulis dan menghitung selama di rumah, gadis kecil itu tidak terlalu kesulitan dalam menulis. Dan ini juga bukan pertama kalinya untuk dirinya, Javanka merasa bersekolah sama saja dengan belajar di rumah hanya berpindah tempat dan berbeda guru saja.
Setelah selesai menulis nama, lalu semua nya pun di ajari bernyanyi dan menari bersama-sama. Javanka tampak menikmati waktu hari pertamanya bersekolah, walaupun masih canggung gadis kecil itu berusaha untuk berbaur.
Kini tiba saatnya waktu istirahat, Miss Mona meminta semua murid untuk mencuci tangan terlebih dulu baru mereka boleh makan bekal yang mereka bawa.
Javanka adalah anak yang tidak manja, dia bisa melakukan semuanya tanpa harus menunggu atau meminta bantuan ibu guru nya. Kecuali dia benar-benar tidak bisa melakukannya sama sekali.
Semua murid sudah kembali masuk ke dalam kelas termasuk Javanka, gadis kecil itu sedang menata makanannya di atas meja dengan teliti, yang membuatnya terlihat lucu.
__ADS_1
" Baiklah anak-anak, kalian boleh makan bekal kalian masing-masing. Selamat makan anak-anak. ucap para Miss berbarengan.
Kala Javanka sedang asyik melihat memilah makanan apa yang akan dia makan, tiba-tiba pandangan nya tertuju pada sosok gadis kecil berambut pendek yang duduk tak jauh dari nya.
Gadis kecil itu hanya meminum air putih yang ada dalam botol yang ia bawa saja, dengan pandangannya melihat ke arah anak-anak yang sedang makan. Javanka pun berjalan menghampiri gadis kecil itu.
" Hallo, aku Avan. Napa kamu enda mamam? sapa Javanka dengan ramah sambil tersenyum manis.
" Aku lupa membawa bekalku, karena terburu-buru mamah meninggalkan bekalku di rumah. jawab anak perempuan itu dengan wajah yang sedih.
Mendengar itu Javanka tampak berpikir sejenak, lalu dia pun balik ke mejanya dan kembali lagi ke anak perempuan itu.
" Eat this, I know for sure you're hungry, don't refuse okay. kata Javanka lalu meninggalkan sandwich di atas meja anak perempuan itu.
Gadis kecil itu pun tersenyum haru dan berterima kasih, Javanka pun hanya mengatakan bahwa makanan yang dia bawa terlalu banyak jadi dari pada tidak di makan lebih baik di berikan pada orang lain.
Pemandangan itu tidak lepas dari perhatian Miss Mona, yang tak lain adalah orang yang di tugaskan oleh sekertaris Aldo untuk menjaga Javanka selama di sekolah.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1