Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 103


__ADS_3

Di jam 05:00 Avan terbangun dari tidurnya, gadis kecil itu duduk di atas tempat tidur. Perlahan-lahan dia memindahkan tangan besar yang melingkar di pinggangnya.


Lalu dia pun turun dari tempat tidur sambil menggenggam tongkat dan mendorong-dorong tinga infusnya, dengan perlahan dia membuka pintu.


Javanka pun keluar dari kamar sambil merayap kesulitan karena takut dia menyenggol sesuatu barang, para pelayan yang melihat nonanya sudah keluar pun dengan sigap membantu.


" Nona, nona mau kemana. Ini masih pagi sekali nona. ucap sang pelayan sambil menggendong putri tuannya itu.


" Ceyamat pagi, Avan mau cayapan. Dengan malu-malu Javanka menjawab.


" Astaga, ternyata nona lapar yah, baik saya akan membawa nona ke meja makan. ucapnya tidak menyangka jika nonanya terbangun karena lapar.


" Avan nonton boyeh, Avan no dining table. jawab Javanka menolak, dia tidak mau makan di meja makan sendiri.


" Baiklah nona. ucap sang pelayan lalu dengan cepat membawa nonanya ketempat dimana biasanya Avan menonton.


" Nah, sekarang nona duduk di sini yah. Saya akan menyalakan televisinya lalu memberi tahu pada koki untuk memasak makanan untuk nona. ucap si pelayan itu lalu menghidupkan televisi.


" Avan mau hear stories boyeh? tanya Avan meminta apa yang dia inginkan.


" Tentu saja nona, nona boleh minta apapun itu pada saya. jawab si pelayan itu dengan tulus.

__ADS_1


" thanks. jangan Javanka sambil tersenyum manis.


Si pelayan pun pergi meninggalkan Javanka sendiri, gadis kecil itu hanya duduk diam mendengarkan suara dari televisi yang ada di hadapannya.


Tak berselang lama pelayan itu pun kembali membawa nampan berisi potongan buah, air mineral dan segelas susu hangat.


" Nah, nona untuk mengganjal perut yang sudah keroncong. Lebih baik nona makan lah buah dan minum susu hangat ini terlebih dahulu, sambil menunggu sarapan yang sedang dibuat oleh koki. ucap si pelayan itu dengan suara cerianya.


" thank you, Avan truly very hungry. jawab gadis kecil itu dengan semangat.


" Saya bantu suapi nona yah. ucap sang pelayan menawarkan diri untuk membantu Javanka.


" No, Avan bica cendiyi. Kakak duduk cini. jawab Javanka menolak dengan lembut sambil meminta si pelayan untuk duduk di sampingnya.


" No no no, the floor was cold and dirty because it was often stepped on, so had to sit on a chair. jawab Javanka lalu meraba-raba mencari dimana pelayan itu berdiri, setelah itu Avan menarik tangannya untuk duduk di sampingnya.


" Nah, cini enakan. kata Javanka lagi sambil tersenyum manis, lalu gadis kecil itu pun mulai memakan buah sambil mendengarkan cerita yang sedang berlangsung. Sesekali Avan menawarkan buah yang dia makan pada si pelayan, namun pelayan itu selalu menolaknya.


Bagaimana ini, bagaimana jika pak kepala pelayan melihatku duduk di sofa bersama dengan nona bisa-bisa aku langsung di pecat ini. Aku juga tidak berani menolak permintaan nona yang berhati malaikat ini.


Lagi pula dimana letak kotornya lantai ini coba, orang bersih seperti ini sampai-sampai aku bisa melihat pantulan wajahku yang dekil ini.

__ADS_1


Pikir si pelayan.


Sementara itu Alex yang baru terbangun dan menyadari putrinya sudah tidak ada di sampingnya, dia pun dengan gila berlari ke arah dari kamar untuk mencari putrinya.


Tanpa bertanya pada para pelayan, Alex terus mencari di kolam ikan, ruang piano dan di setiap ruang yang ada di lantai bawah.


Sampai dia hampir merasa putus asa dia baru menemukan putrinya yang sedang duduk di kursi dan meja kecil di depan televisi sambil memakan nasi goreng yang ada di hadapannya.


Barulah Alex bisa bernafas lega, si pelayan yang sedari tadi menemani Javanka pun melihat tuan mudanya dia langsung berdiri dan menundukkan kepalanya tak berani menatap ke arah tuan mudanya.


Alex memberikan kode pada pelayan itu untuk meninggalkan dirinya dan putrinya, si pelayan itu pun mengerti lalu dia pun bergegas pergi.


Haaahhhh...... aku berlari mencarinya kemana-mana sudah seperti orang gila karena khawatir padanya, tapi yang di cari malah enak-enak sarapan di sini.


Dasar Javanka Lovato Mahendra putriku sayang, hemmmm...... sepertinya kamu sayang lapar yah nak.


pikir Alex sambil memperhatikan putrinya dengan lahap memakan makanannya, walaupun berantakan gadis kecil itu sudah berusaha keras.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2