Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 84


__ADS_3

Setelah memindahkan putrinya ke ruang rawat Alex pun dengan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, karena memang sudah beberapa hari dia tidak mandi hanya mengganti baju saja.


Melihat tuan mudanya pergi sekertaris Aldo pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk dirinya, dia pun duduk di kursi samping tempat tidur nonanya.


" Nona, cepatlah sembuh kami semua sangat mengkhawatirkan keadaan nona. ucap sekertaris Aldo, pria kekar nan tampan itu menatap wajah gadis kecil yang ada di hadapannya dengan sangat lembut.


Sekertaris Aldo tidak berani memegang tangan nonanya karena menurutnya itu tindakan tidak sopan, dia hanya bisa menahan dirinya untuk tidak bersikap kurang ajar pada nonanya.


" Kecuplah, mumpung si herder tidak ada nanti kau tidak akan punya kesempatan lagi. ucap Caca tiba-tiba, Caca sedari tadi hanya memperhatikan gelagat sekertaris Aldo yang sangat ingin menyentuh nonanya.


" Tidak, aku tidak akan melakukan hal yang tidak sopan pada nona. tolak sekertaris Aldo dengan cepat.


Cuppp...... kecupan lembut mendarat di kening gadis kecil itu yang tengah terbaring, melihat itu sekertaris Aldo seketika membulatkan matanya sempurna.


" Apa yang kau lakukan. hardik sekertaris Aldo pada Caca, sekertaris Aldo sangat tidak terima kalau nonanya di perlakukan tidak sopan seperti itu.


" Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ingin memberikan kasih sayang sekaligus rasa ketenangan untuk My Avan ku saja. menjawab dengan enteng sambil di selingi senyuman mengejek.


" Jangan lakukan hal seperti itu pada nona ku. ucap sekertaris Aldo dengan dingin.


Bukannya takut setelah mendengar ucapan sekertaris Aldo, Caca malah mengecup kembali kening gadis kecil itu.


Sekertaris Aldo yang melihatnya pun mulai geram, dia dengan cepat maju menghampiri Caca.

__ADS_1


" Jangan berani-berani kau menyentuh nona ku yang berharga dengan tubuh mu, sialan. ucap sekertaris Aldo yang sudah mulai marah pada kelakuan sahabatnya itu.


" Ha ha ha....... tawa Caca pun pecah menggema di seluruh ruangan itu. " Kau benar-benar sama seperti tuan muda yang kau layani itu, sama-sama kolot dan posesif terhadap My Avan. kata Caca pada sekertaris Aldo dengan masih memasang wajah menyebalkan.


Tiba-tiba David yang datang pun duduk lalu mencium pipi kiri Avan, entah sejak kapan dia sudah ada di dalam ruangan itu.


" Hey, bre**sek menjauh kau dari nona ku. pekik sekertaris Aldo pada David.


" Apa sih kau celengan Semar, mengganggu ku saja. Aku hanya ingin memastikan My sweet heart baik-baik saja, apa itu salah. jawab David sambil memegang tangan mungil itu, sesekali dia mengecup tangan itu.


" Salah, jelas itu salah cepat menyingkirkan kau dari nona ku. kata sekertaris Aldo sambil menatap tajam ke arah David.


Bukannya menyingkirkan David terus duduk dan menciumi Avan, sementara sekertaris Aldo di pegangin oleh Caca.


" David, singkirkan bibir mu yang busuk itu dari putriku. Sebelum ku robohkan tempat kerjamu. teriak Alex yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan tatapan membunuh.


Bukannya David dan Caca kalau tidak iseng, mereka berdua tetap berlaga bego gitu. Malah mereka dengan berani memeluk Avan.


Melihat itu Alex dan juga sekertaris Aldo pun mulai naik pitam, mereka berdua pun berjalan menghampiri kedua mahkluk yang sedang menyandera Avan.


Dengan penuh amarah Alex dan sekertaris Aldo menarik Caca dan juga David dengan paksa, ketika Alex hendak memukul Caca tiba-tiba Avan terbang dan duduk.


Melihat itu Alex langsung melempar Caca, lalu berjalan menghampiri putri semata wayangnya itu. Sedangkan sekertaris Aldo David dan juga Caca hanya diam mematung melihat itu.

__ADS_1


" Sayang, kamu sudah bangun nak. ucap Alex dengan sangat lembut sambil memegang tangan mungil itu.


Javanka hanya diam tidak menjawab kata-kata papahnya, gadis kecil itu hanya duduk diam dengan matanya memandang ke arah lain.


" Kamu pasti haus yah nak, minum dulu yah. ucap Alex lagi, dengan cepat Alex mengambil air putih dan membantu putrinya untuk minum.


Avan tidak menolaknya gadis kecil itu pun minum, setelah itu dia diam lagi tidak mengeluarkan suaranya sama sekali.


" Sayang apakah kamu lapar, atau ingin makan sesuatu seperti buah gitu kalau mau papah ambilkan yah. ucap Alex lagi tidak menyerah dia terus berusaha mengajak putrinya berbicara.


Caca pun berjalan menghampiri Javanka lalu dia pun memeriksa keadaan Javanka. " Sepertinya Avan masih sangat syok Lex, bersabar lah. ucap Caca pada Alex.


Mendengar ucapan sahabatnya sekaligus dokter yang telah menyelamatkan putrinya, Alex hanya menatap putrinya dengan penuh kesedihan dan rasa bersalah.


Pria tinggi, kekar, kaya nan tampan itu dengan lembut merapikan rambut panjang putrinya, dia duduk sambil mengikat rambut putrinya tanpa sadar air matanya terjatuh perasaannya sangat hancur ketika melihat tidak ada respon sedikit pun dari putrinya. Untuk saat ini Avan sudah seperti sepotong kayu yang tidak punya ekspresi di tambah penglihatannya yang bermasalah.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2