
Mendengar suara yang tak asing sekaligus yang mereka tunggu-tunggu, Alex dan Aldo pun membuang pandangannya ke arah Javanka.
Gadis kecil itu pun dengan susah payahnya turun dari tempat tidurnya dan melepaskan jarum infusnya secara paksa, lalu dia pun berjalan cepat sambil meraba-raba.
" please no papah, please no. ucap gadis kecil itu sambil menangis sambil mencari keberadaan papahnya dan sekertaris Aldo.
Tanya sengaja gadis kecil itu pun terjauh karena berjalan ke sembarang arah, dia terus mengulangi kata-katanya sambil terus meraba-raba.
Alex yang melihat itu pun dengan cepat menghampiri putrinya yang terlunta-lunta di lantai dengan punggung tangannya yang berdarah.
Sekertaris Aldo pun dengan cepat berjalan menghampiri nonanya, Alex dan juga sekertaris Aldo pun terduduk di hadapan Javanka.
" Papah... no pukul-pukul uncle Aydo, Avan pukul juga it really hurts papah. ucap gadis kecil itu dengan gemetar di berbicara.
Alex hanya diam saja, dia hanya memeluk erat tubuh mungil putrinya. Akhirnya setelah penantian yang cukup panjang putri kecilnya berbicara juga.
Avan pun menangis kencang dalam pelukan papahnya, begitu juga dengan sekertaris Aldo dan Alex yang ikut menangis.
Jangan terus saja berbicara pada papahnya untuk tidak memukul sekertaris Aldo, karena gadis kecil itu tahu bagaimana sakitnya di pukul.
Setelah beberapa saat lamanya akhirnya Javanka pun kembali tenang, Alex pun menggendong putrinya ke tempat tidur. Lalu dia pun memberikan segelas air putih untuk putrinya, namun Javanka menolaknya.
" Papah tidak akan memukul uncle Aldo nak. ucap Alex pada putrinya, mendengar ucapan papahnya Javanka pun akhirnya meminum air itu.
" Uncle baik-baik. tanya javanka memastikan keadaannya sekertaris Aldo, setelah di selsai minum.
" Saya baik-baik saja nona. jawab sekertaris Aldo yang memang berdiri di samping Javanka.
__ADS_1
" Papah tidak akan melakukan apapun yang tidak kamu sukai nak, maafkan papah yah sayang? ucap Alex pada putrinya lalu kembali memeluk putrinya dan mengecup keningnya dengan lembut.
Javanka hanya diam dan membalas pelukan papahnya.
" Tuan muda. panggil sekertaris Aldo dari samping.
Alex hanya melirik sekertaris nya itu, seperti mengatakan jangan ganggu waktuku dengan putriku. Begitulah kira-kira Aldo mengartikannya.
" Tuan muda, punggung tangan nona berdarah. kata sekertaris Aldo mengingatkan bahwa tangan mungil Javanka terluka.
" Astaga.... menepuk jidatnya karena saking senangnya akhirnya putrinya berbicara lagi setelah kejadian beberapa waktu lalu, sampai dia tidak menyadari jika tangan putrinya terluka.
" Cepat kau panggil dokter atau perawat. perintah Alex pada sekertaris Aldo.
" Baik tuan muda. setelah itu sekertaris Aldo pun berjalan ke samping kiri tempat tidur lalu memencet tombol bel untuk memanggil perawat atau dokter.
" Baik tuan muda. sekertaris Aldo pun bergegas mengambil baju nonanya lalu dia pun memberikan nya pada tuan mudanya.
Alex pun menggantikan baju putrinya, sedangkan sekertaris Aldo hanya bolak-balik mengambil semua yang di perintahkan oleh tuan mudanya.
Brakkk.... suara pintu yang bertabrakan dengan dinding, sekertaris Aldo dan Alex pun sontak melihat kearah pintu.
" Apa yang terjadi? tanya dokter Caca dengan panik, Caca langsung berlari menuju ruang rawat Avan setelah mendengar bel berbunyi dari ruangan Avan, dia sangat khawatir sekali jika terjadi sesuatu pada Avan. Karena mengingat kondisi Avan yang memperihatinkan.
" Bisakah kau ketuk terlebih dulu pintu itu? ucap Alex dengan ketusnya sambil melanjutkan kembali membetulkan baju putrinya.
" Maafkan aku, aku benar-benar panik aku pikir Avan kenapa-kenapa. jawab dokter Caca sambil berjalan menghampiri ketiganya.
__ADS_1
" Memang kemana dokter jaga atau perawat sampai-sampai kau sendiri yang datang? tanya Alex setelah menyelesaikan tugasnya.
" Sebagian sedang istirahat, karena aku sudah selesai istirahat jadi bergantian dan kebetulan kau memencet bel jadi aku bergegas ke sini. jelas dokter Caca pada Alex.
Alex hanya menganggukkan kepalanya mengerti lalu dia pun menunjuk tangan putrinya. " Tadi jarum infusnya di tarik paksa olehnya lalu dia terluka dan berdarah. ucap Alex pada Caca.
" Kok bisa, memang apa yang kau perbuat? bertanya dengan sedikit menaikkan suaranya.
" Maksud mu apa bertanya seperti itu? Alex pun tak kalah menaikan suaranya sambil menatap tajam ke arah Caca.
" Ha ha ha..... tidak maksudku bukan itu maksudku.....
" Sudah kau lebih baik obat dulu lengan putriku, agar tidak terjadi sesuatu padanya. potong Alex dengan cepat.
Caca hanya bisa menarik nafasnya panjang, lalu dia pun bergegas mengobati tangan Javanka.
" Apakah nona harus tetap memakai infus? tanya sekertaris Aldo pada Caca, yang akan memasangkan kembali infusan di sebelah tangan Avan.
" Harus, karena Avan masih menggunakan obat yang disuntikkan. Untuk mengurangi rasa sakit dan bekas jarum suntik di tangannya aku sengaja memasukkan obatnya melalui infusan. jelas dokter Caca pada sekertaris Aldo sahabat nya.
Sekertaris Aldo pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti sambil memperhatikan Caca.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐