
Kini Javanka sudah kembali ke Mansion, tentu nya masih tahap pemulihan. Dokter yang bertugas merawat nya selalu stand by di Mansion.
Gadis cantik itu pun kini semakin ceria dan banyak bicara, membuat semua orang yang ada di seluruh Mansion kembali bahagia setelah mengahadapi masalah yang begitu panjang dan sulit.
" Papah. panggil nya pada sang papah.
" Hemmmmmm...... jawab Alex yang masih memejamkan matanya.
" Will papah come down now or later? tanya gadis kecil itu pada Alex.
" Hemmmmm....... jawab Alex dengan bergumam, pria itu benar-benar sangat lelah karena pukul tiga dini hari baru bisa tertidur. Di sebabkan banyak pekerjaannya yang sudah deadline, jadi mau tidak mau Alex harus mengerjakan nya dengan segara.
" Okay, papah Avan goes down first, papah just sleepy. kata Javanka lagi lalu gadis kecil itu pun keluar dari kamar, ia tidak mau terlalu mengganggu waktu istirahat papahnya.
Dengan perlahan gadis kecil itu menuruni anak tangga, semua para pelayan tidak menyadari jika nonanya sudah terbangun dan keluar dari kamar saking sibuknya dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Pak Rudi yang kebetulan sedang memantau pekerjaan para pelayan pun tanpa sengaja melihat sosok gadis kecil yang berusaha menuruni anak tangga dengan memegang pegang dengan erat.
" Ya ampun nona. ucap pak Rudi lalu bergegas menuju nonanya.
Sementara Javanka yang merasa kesulitan pun memiliki ide yang sedikit aneh, gadis kecil itu hanya berpikir jika dia terjatuh pun tidak akan begitu sakit karena lantai bawah dan lantai tangganya di tutup oleh karpet tebal dan lembut. Mangkanya dia berani berpikir seperti itu.
" Huhhhhhh......... teriaknya sambil meluncur.
Pak Rudi yang melihat itu pun sangat terkejut dibuat nya, beliau dengan tergopoh-gopoh berlari untuk menangkap nonanya itu.
Beberapa pelayan yang melihat itu pun terkejut dengan syok dibuatnya, mereka benar-benar tidak menyangka jika nonanya sudah terbangun dari tidurnya.
Pak Rudi yang sudah bersiap pun langsung menangkap nonanya, kala Javanka sudah ada di hadapan beliau beberapa pelayan pun membantu menangkap papan kayu yang nonanya gunakan.
__ADS_1
Melihat pak kepala pelayan berhasil menangkap nonanya, para pelayan pun akhirnya bernafas lega.
" Ya ampun nona. ucap pak Rudi dengan sambil memeluk nonanya gemetar ketakutan.
Si kecil Javanka yang mengetahui jika pak Rudi gemetar ketakutan pun merasa bersalah.
" kakek maaf Avan, Avan promise not to do it again. ucap Javanka sambil memeluk pak kepala pelayan itu.
" Iya nona, nona harus ingat yah kalau itu berbahaya sekali. jawab pak Rudi sambil mengelus lembut kepala Javanka.
Pak Rudi pun menurunkan nonanya, lalu memerintahkan pelayan nya untuk menaruh kembali papan tersebut di tempat yang aman.
" Nona mau kemana? ini masih pagi. tanya pak Rudi pada Javanka, setelah beliau mengintruksikan pelayannya.
" Avan mau eat fruit. jawab Javanka dengan wajah polos.
" Hemmmm........ begitu rupanya, baiklah mari saya antar nona ke meja makan lalu meminta pada koki. kata pak Rudi mengajak nonanya ke meja makan.
" Tentu saja nona, mari saya antar ke ruang televisi. jawab pak Rudi sambil tersenyum pada Javanka.
Javanka hanya mengangguk dan tersenyum manis lalu mengikuti kepala pelayan nya itu, pak Rudi pun menyalakan lampu dan televisinya sementara gadis mungil itu sudah duduk di atas ambal tebal sambil bersandar ke sofa.
" Nona duduk di atas saja, di situ kotor. ucap pak Rudi kala melihat nonanya duduk di bawah.
" Enda mau, Avan duduk cini aja, cini enda kotoy kok. jawab Javanka menolak pindah sambil melihat sekelilingnya yang sebenarnya memang bersih.
" Baiklah nona, saya akan kebelakang untuk memberi tahu koki untuk menyiapkan buah potong untuk nona. ucap pak Rudi pada nonanya, lalu beliau pun pergi.
Sementara gadis kecil itu pun sibuk menonton film kartun favoritnya, dengan wajah yang serius dan mata yang terbuka lebar gadis kecil itu tampak sangat menggemaskan.
__ADS_1
Pak Rudi pun kembali dan berjalan tak jauh dari nonanya, beliau terus memperhatikan nonanya itu.
Melihat pelayan yang membawa nampan berisi potongan buah dan segelas susu hangat serta air putih, pak Rudi pun mengambil alih dan mengantarkan nya pada nonanya.
" Nona buahnya sudah datang. ucap pak Rudi lalu meletakkan piring gelas-gelas di atas meja kecil.
Javanka pun bertepuk tangan kesenangan, dan ia pun mulai memakannya. Tidak lupa dia selalu menawari siapa pun yang ada di dekatnya jika dia sedang makan.
Tentunya pak Rudi menolak nya dengan lembut tawaran dari nonanya itu.
" Nona sudah mandi? tanya pak Rudi dengan iseng.
" Alright, Avan has taken a shower. jawab Javanka jujur dengan mulut yang di penuhi potongan buah.
" Mandi dengan tuan muda? tanya nya lagi penasaran.
" No, Avan bathed himself. papah is still sleeping. jawab Javanka sambil menggelengkan kepalanya.
Ya ampun......... pantas saja rambutnya berantakan dan masih basah, aduh nona, nona. Bisa-bisanya mandi sendiri dan pasti pakai baju pun sendiri ini.
batin pak Rudi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, berpikir betapa mandirinya nona kecilnya ini.
Pak Rudi pun membantu Javanka menyisir rambutnya dan mengeringkan rambut panjangnya, sementara Javanka hanya diam dan fokus pada film kartun yang dia tonton dengan mengunyah buahnya.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐