Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 148


__ADS_3

Alex terdiam sejenak setelah mendengar kalimat yang di ucapkan David, dia pun bangkit dan berjalan pergi sebelum itu dia menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk ruang operasi lalu dia pun berjalan pergi.


" Aku mohon padamu, tolong jaga dia. Sebisa mungkin jangan pernah biarkan dia melamun terlalu lama, buat dia berpikir dan berbicara. ucap David pada sekertaris Aldo.


" Baik aku akan melakukannya. jawab sekertaris Aldo sambil mengangguk mengerti.


" Pokoknya buat dia banyak bicara saja atau bila perlu buat dia marah besar agar dia tidak melamun, aku tahu ini berat untuk mu tapi aku mohon padamu. kata David lagi mempercayakan Alex pada pria di hadapannya.


" Ini sudah menjadi tugas ku, kau tidak perlu memohon seperti itu. jawab sekertaris Aldo lalu pergi mengejar tuan mudanya.


Semoga saja tidak terjadi sesuatu pada mu Lex, aku mengerti kecemasan mu. Tapi aku juga tidak mau kau kehilangan akal sehat mu sendiri karena terlalu cemas pada Javanka.


Kami semua sangat mencemaskan Avan, kamu tidak merasakannya sendirian lex. Aku yakin dan percaya jika Caca pasti bisa menyelamatkan Avan kecil kita.


ucap David dalam hati sambil memperhatikan punggung Alex yang berangsur menghilang.


Alex masuk ke dalam kamar rawat putrinya, dengan cepat dia mandi dan bersiap. Sementara sekertaris Aldo menyiapkan helicobacter agar mempersingkat waktu perjalanan mereka.


Sambil menunggu tuan mudanya selesai bersiap sekertaris Aldo di sibuk bersiap-siap, sebenarnya jadwal tender masih dua hari lagi namun karena permintaan David yang menyangkut keselamatan bersama Aldo memajukan jadwalnya hari ini.

__ADS_1


Sekertaris yang ada di kantor pusat dan beberapa pekerjaan yang ikut andil dalam proyek tender ini pun ketar-ketir setelah mendengar kabar dari sekertaris Aldo atau lebih tepatnya tangan kanan Alex.


" Siap kan ruang meeting hari ini juga untuk tender xx, dan bersiap lah kita akan mulai meeting nya dua puluh menit lagi. Tolong konfirmasi langsung pada pihak sana, kalau ada pemajuan dari jadwal yang seharusnya. ucap sekertaris Aldo di telpon, setelah mengatakan itu Aldo langsung menutup telponnya tanpa mendengarkan jawaban sekertaris nya.


Semua orang pun berteriak histeris dibuatnya dan lari kocar-kacir menyiapkan apa yang harus mereka siapkan, ada yang sibuk menyiapkan berbagai macam perkembangan mereka masing-masing sesuai dengan tugas mereka.


" Bisa gila gue kalau begitu terus, bisa-bisanya yah meeting yang seharusnya di lakukan dua hari lagi di majukan seperti ini, tanpa ada perundingan sama sekali dengan departemen perencanaan. ucap si kepala departemen.


" Begini kalau kamu bekerja di perusahaan grup xx, tapi menurut ku pribadi ini sesuai dengan apa yang di berikan oleh perusahaan pada kita. ucap rekannya membela perusahaan.


" Iya menurut ku juga begitu, dengan gaji tiga kali lipat dari perusahaan lain sangat lah wajah jika kita berkerja lebih keras. timpal yang lain.


" Sekertaris Aldo yang menghubungi Sintia, dan katanya pak Presdir sendiri yang akan memimpin langsung dalam meeting ini, jadi aku sarankan kau jangan macam-macam kalau kamu masih ingin hidup enak, dapat jalan-jalan mewah dan hidup berkecukupan. ucap si rekannya yang tahu sifat asli Presdir nya.


Sementara Alex dan sekertaris Aldo ada di lantai paling atas di rumah sakit, kebetulan rumah sakit itu ada tempat pemberhentian helicobacter atau bisa di bilang helipad.


Dengan jas yang di tenteng di tangannya Alex masuk ke dalam helicobacter yang sudah menunggunya, sekertaris Aldo pun mengikuti tuan mudanya di belakang.


Lalu helicobacter itu pun mulai terbang setelah memastikan tuan muda dan sekertaris nya masuk, mereka pergi ke kantor pusat yang letaknya lumayan jauh dari rumah sakit.

__ADS_1


" Maaf saya tuan muda. ucap sekertaris Aldo tiba-tiba, sebenarnya dia melihat Alex sedang melamun dan berusaha untuk menghentikannya sesuai dengan keinginan David.


" Ini bukan salah mu, kau hanya menjalankan tugas mu saja. Ini memang sudah menjadi tanggung jawab ku sebagai Presdir, dan terima kasih kau sudah bekerja keras untuk ku. ucap Alex pada sekertaris nya.


" Ini memang sudah menjadi tugas saya tuan muda. kata Aldo yang segan mendapat ucapan terimakasih dari tuan mudanya.


Alex tidak mengetakan apapun lagi, dia kembali melamun sambil memandang ke arah luar jendela namun pandangan nya terlihat kosong.


" Tuan muda ini semua dokumen yang menyangkut meeting hari ini. ucap sekertaris Aldo menyerahkan berkas-berkas pada Alex.


Alex pun menerimanya lalu dia pun sibuk membaca di menganalisis data yang sedang dia pegang.


Fhuhhhhhhh....... sepertinya untuk saat ini tuan muda akan fokus pada bekas itu, lalu setelahnya pasti fokus pada meeting. Aku berharap ada orang yang melakukan kesalahan pada meeting ini yang membuat tuan muda murka, Semoga saja begitu.....


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2