
Setelah itu Alex pun membawa putrinya masuk ke dalam, gadis kecil itu yang diam saja mengikuti kemana pun papahnya akan membawanya.
Lalu Alex pun mendudukkan Javanka di tempat tidur setelah sampai di kamar pribadinya.
" Sayang apakah kamu lelah nak? tanya Alex pada putrinya sambil berjongkok membukakan sepatu putrinya.
" No papah. jawab Javanka dengan suara seraknya, karena habis menangis terlalu lama.
" Apakah kamu yakin, tolong jangan terlalu memaksakan diri nak. ucap Alex pada putrinya, Alex pun meletakkan sepatu putrinya yang baru dia lepas.
" No papah, Avan want to take a shower after that Avan will have dinner. jawab Javanka sambil memegang tangannya yang terasa lengket.
" Kamu tidak usah mandi nak, cukup di lap-lap saja yah. Kan tadi pagi sudah mandi. ucap Alex dengan lembut, dia khawatir jika putrinya mandi maka dia harus banyak bergerak dan pasti akan mempengaruhi jarum infusnya.
" but Avan's body is very sticky papah. jawab Javanka yang masih tetap pada pendiriannya.
" Hemmmmm....... baiklah sayang, apa sih yang gak buat anak papah yang lucu ini. jawab Alex akhirnya menyerah.
" Ya udah papah bantu yah. kata Alex lagi lalu membawa Javanka masuk ke dalam kamar mandi.
Dengan lembut dan penuh rasa hari-hari Alex pun memandikan putrinya, Javanka hanya diam dan membiarkan papahnya memandikan dirinya.
Alex menyuruh itu dan itu, dengan patuh dan banyak protes gadis kecil itu mengikuti perintah sang papah.
" Nah.... sudah selesai mandinya, sudah bersih dan wangi kan. ucap Alex setelah selesai dengan kerepotan nya yang memandikan putrinya.
__ADS_1
" Sekarang papah keringkan rambutnya yah nak? ucap Alex lagi pada gadis kecil yang sudah duduk di depan meja rias.
Dengan perlahan Alex menyisir dan mengeringkan rambut putri semata wayangnya, Avan hanya menikmatinya saja.
" Sudah selesai, sekarang gantian yah papah yang mandi. Kamu tunggu di sini dulu, setelah papah selsai mandi kita akan turun dan makan malam. ucap Alex pada putrinya tak lupa dia pun mengecup lembut kening putrinya.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya mengerti, gadis kecil itu hanya duduk diam menunggu.
Sementara Alex dengan tergesa-gesa dia mandi, dia khawatir jika putrinya akan menunggu terlalu lama lalu keluar sendiri.
Jadi pria itu pun mandi dengan pikiran kemana-mana.
Setelah selesai dengan cepat dia keluar dari kamar mandi lalu memeriksa keberadaan putrinya, terlihat putrinya masih duduk di tempatnya tadi.
" Papah why haven't you showered yet? tanya Javanka tiba-tiba, gadis kecil itu mendengar suara pintu kamar mandi terbuka kembali.
" Hemmmmm...... papah lie to Avan? tanya Javanka tidak percaya jika sang papah sudah selesai mandi, gadis kecil itu pun turun dari kursi lalu berjalan meraba-raba ke arah depan.
" Kok bohong sih, papah serius nak. Papah sudah selesai mandi. jawab Alex bingung dengan perannya putrinya.
" why only a moment? tanya Javanka.
" Hahahaha..... mandi bebek papah. jawab Alex sambil tertawa.
" Ihhhhh..... papah dirty. ucap Javanka sambil berekspresi geli.
__ADS_1
" Habis dingin sih airnya. katanya memberi alasan.
" Avan don't want to be carried and sleep with papah. jawab gadis kecil itu sambil berjalan mencari-cari pintu keluar.
" Jangan gitu dong sayang, masih kamu gak mau di gendong dan tidur sama papah sih. Nanti papah tidur sendirian dong? kalau papah takut gimana? ucap Alex lalu berjalan menuju putrinya.
"Just let it go, it's really dirty papah. jawab Javanka
" Iya.... iya papah minta maaf deh, papah janji gak akan jorok lagi. ucap Alex pada putrinya sambil menggenggam tangan mungil milik putrinya.
" promise ya papah?
" Iya papah janji nak. jawab Alex meyakinkan putrinya.
" Berarti kita bisa Bobo bareng kan sekarang. tanya Alex pada putrinya.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya.
" Yehhhh..... ya udah, Ayo maka malam terlebih dulu. ajak Alex lalu dia menggendong putrinya turun ke lantai bawah untuk makan malam.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐