
Javanka hanya tersenyum manis mendengar ucapan sang papah, lalu dia pun langsung meletakkan sisa kue yang ia makan di atas meja.
" Kamu sudah sarapan? tanya Alex dengan lembut pada putrinya.
Javanka hanya menggelengkan kepalanya tanda dia belum sarapan, Alex sedikit terkejut setelah mengetahui jawaban putrinya lalu dia pun melihat jam yang baru menunjukkan pukul 04 : 30.
Pantas saja kamu belum sarapan nak, orang belum waktunya kok. Tapi kalau aku perhatikan lagi sepertinya dia sudah mandi, coba ku tanya.
" Kamu sudah mandi yah nak? tanya Alex lagi pada putrinya.
" Udah papah, Avan mandi-mandi pagi cekayi. jawab Javanka yang tidak terima dengan pertanyaan sang papah.
" Oh iya, iya. Coba sini papah kiss dulu, papah mau memastikan apakah benar kamu sudah mandi. kata Alex yang sudah mulai mempermainkan putrinya.
Tanpa banyak berpikir Javanka pun mendekati sang papah, lalu Alex pun mulai berpura-pura dengan serius dia menciumi wajah putrinya lalu memeluknya.
" Oh iya, ternyata memang sudah mandi. ucap Alex sambil memeluk erat tubuh mungil putrinya.
" Avan never lies papah. jawab Javanka dengan polosnya.
" Ya sudah kalau begitu, bagaimana kalau kita bobo lagi. Karena sepertinya ini masih terlalu pagi untuk bangun, jadi lebih baik kita manfaatkan untuk tidur kembali. kata Alex langsung merebahkan tubuhnya dan juga putrinya di atas tempat tidur.
" Papah noooooo........ bobo. kata Javanka protes.
__ADS_1
" Kenapa memangnya? tanya Alex pura-pura tidak tahu.
" Let's get ready to go to papah birthday. ucap Javanka pada sang papah.
" Sayang acaranya akan di mulai jam 10 : 00 jadi ini masih terlalu pagi untuk bersiap-siap, lebih baik kita bobo lagi. Lagi pula papah masih sangat ngantuk nak, kamu juga pasti masih mengantuk kan. Ucap Alex panjang lebar menjelaskan pada putrinya.
Mendengar ucapan papahnya Javanka pun mulai mengerti, dengan patuh dia pun mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas. Alex yang sedari tadi memperhatikan pun hanya tergeletak dengan kelakuan putri semata wayangnya.
" Katanya gak ngantuk, tapi tepar juga pada akhirnya. kata Alex sendiri sambil mengecup lembut kening putrinya.
Lalu dia pun bangkit setelah menyelimuti tubuh putrinya, dan berjalan sambil membawa kado dari putrinya.
Pria itu pun duduk di sofa sambil memegang kotak besar itu, dia tersenyum manis menatap ke arah putrinya yang terlelap.
" Hemmmmmm....... kira-kira apa yah? gumam Alex sendiri.
Alex membuka satu kotak yang lumayan besar dari yang lain terlebih dulu, setelah di buka ternyata isinya satu set jas dengan warna biru navy. Javanka memilih jas yang nyaman untuk sang papah dan bisa di pakai untuk acara formal atau non formal.
Wajah Alex tersenyum lebar melihat pilihan putrinya, lalu dia beralih pada kotak yang sedang. Alex pun kembali membukanya dan ternyata isinya sepatu formal berwarna hitam khas favoritnya.
Kemudian Alex pun membuka kotak terakhir yang lumayan kecil, dan ternyata isinya adalah dasi lengkap dengan penjepit dasinya serta boolpen yang khusus.
Namun Alex tampak mengerutkan keningnya entah apa yang ada dalam pikirannya setelah membuka kotak kecil itu, Alex pun langsung melihat kembali kotak besar.
__ADS_1
" Hemmmmmmm....... pantas saja dia membeli dasinya lagi, ternyata dasinya memang kurang cocok. Ternyata putriku berbakat juga yah, tapi kapan dia keluar? apa mungkin pak Rudi yang keluar lalu beliau melakukan telpon video agar Avan bisa memilih. ucap Alex sendiri sambil berpikir-pikir lalu tanpa sengaja Alex menjatuhkan sesuai.
Dan dia pun mengambilnya setelah memastikan jika putrinya tidak terbangun, setelah berhasil mengambil ternyata itu sebuah amplop yang berisi ucapan untuk dirinya dan putrinya.
Diare my beloved papah.
Papah, happy birthday. Avan doesn't know what to say, because Avan is not a person who is good at stringing words together. Avan also do not have to repay the sincerity that papa gave to Avan, Because surely nothing can replace the sincerity from you papah.
Papah, thank you for the work that knows no time limit, papah tries to fulfill all Avan's needs. Even though sometimes papa feels tired, but papah still works hard for Avan. Please forgive Avan who doesn't understand your sacrifice, papa.
Papah, Thank you for all the love that managed to make Avan feel calm in all his worries. Papah will always be the number one hero and love in Avan's heart.
People say, Papah is a daughter's first love. And true, Avan can't forget papah's great love for Avan.
Once again happy birthday my dear papah, long life and always healthy so that he can accompany Avan forever.
Avan really loves papah.
Begitu lah kira-kira isi dari surat Javanka untuk sang papah, tentunya gadis kecil itu merangkai kata-kata di bantu oleh beberapa pelayan. Namun dia berusaha keras untuk menulisnya sendiri.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐