
" Kenapa sih kau Lex? dari tadi memukul ku terus, senang banget sih menyiksa orang. gerutu Caca pada Alex.
Alex hanya memasang wajah datar dan merasa tidak bersalah.
" Papah You can't hit anything else to hurt other people. ucap Javanka lalu menarik tangan papahnya.
" Papah tidak sengaja sayang, papah tadi melihat ada nyamuk yang gatal menempel pada dokter Caca. Jadi papah yang baik hati ini hanya ingin membantu menangkap nya saja. ucap Alex memberi alasan palsu.
Javanka yang mendengar itu pun mengangguk mengerti, sementara Caca yang mendengar kebohongan Alex hanya bisa menggerutu.
Alex yang melihat sahabatnya menggerutu hanya melempar senyum puas pada sahabatnya itu.
" Hemmmm...... baiklah jika Avan belum mau makan, tapi apakah uncle boleh bertanya? tanya Caca serius, Caca sudah tidak mau mempermasalahkan kelakuan makhluk yang ada di hadapannya lagi.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan dokter Caca berbicara.
" Uncle memiliki permainan baru lho, tapi....... permainan itu hanya bisa si mainkan jika Avan bisa melihat. Pertanyaannya apakah apa ingin bermain permainan ini dan kembali bisa melihat? tanya Caca dengan serius memandangi gadis kecil yang ada di hadapannya.
Avan tidak langsung menjawab pertanyaan dari dokter Caca, gadis mungil nan cantik itu hanya diam dan berpikir.
" can Avan see again? tanya gadis mungil itu dengan kurang percaya diri.
" Tentu saja, Avan bisa melihat lagi. Asalkan Avan mau mendengarkan semua kata-kata uncle. jawab dokter Caca menyakinkan Javanka.
" Hemmmmm...... is it possible uncle? tanya Javanka lagi yang masih belum yakin.
__ADS_1
" Tentu saja sayang, kamu pasti akan bisa melihat kembali seperti dulu lagi. jawab Caca meyakinkan Javanka dengan sungguh-sungguh.
" Asalkan Avan mau mendengarkan apa yang di katakan uncle. ucap Caca meneruskan perkataannya.
" Indeed what should Avan do uncle? tanya Javanka dengan polosnya.
" Avan hanya perlu bersabar tinggal di rumah sakit ini. ucap Caca, Caca tidak ingin menjelaskan terlalu detail mengenai operasi yang akan di jalan oleh Javanka yang nolaben nya adalah anak di bawah umur.
" Is it just that Avan stays in this hospital, will Avan recover and see again? tanya Javanka yang masih juga ragu, gadis kecil itu tampak bingung.
" Tentunya Avan juga harus menjalani beberapa pengobatan lainnya, sampai Avan bisa melihat kembali. jelas dokter Caca.
" Surely Avan has to have surgery, uncle? tanya Javanka tiba-tiba.
" Uhukkk..... uhukkkk ...... Caca terbatuk-batuk.
" Ehmmmmmm ......... Avan kamu mendengar kata-kata itu dari mana? tanya Caca yang mencoba bersikap biasa saja.
" Kamu mendengar kata-kata dari mana sayang? tanya Alex pada putrinya sambil menyentuh pipi gembul putrinya.
" Avan did not hear from anyone, Avan only heard and had read in books. jawab Javanka jujur.
" Is what Avan said true? tanya gadis kecil itu dengan serius.
Alex hanya memandang ke arah Caca yang kebingungan mendapatkan pertanyaan dari gadis kecil yang ada di hadapannya.
__ADS_1
" Uncle please speak honestly to Avan? kata Javanka lagi dengan suara yang memelas.
" Itu memang benar nak. jawab Caca akhirnya menyerah, Alex yang mendengar ucapan Caca hanya bisa mengepalkan tangannya.
" Then who donated his eyes to Avan uncle? tanya Javanka lagi pada Caca.
Caca yang mendengar pertanyaan tak kalah mengejutkan kembali dari Javanka, hanya bisa meremas rambutnya. Lalu dia menatap ke arah Alex meminta pertolongan.
Namun bukannya membantu Alex hanya membuang pandangannya ke arah lain, lalu pintu pun di ketuk.
Tokkkkk....... tokkkkkk......tokkkkkkk.......
Pintu terbuka terlihat sekertaris Aldo masuk ke dalam ruangan itu.
" Permisi tuan muda, makan siang untuk nona sudah siap. ucap sekertaris Aldo.
" Ha.... ha..... ha...... lebih baik Avan makan siang dulu yah, sepertinya sekertaris Aldo sudah berusaha keras memesan makanan untuk Avan. ucap Caca yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1