
Javanka berjalan perlahan menuju ke arah kelas, saat sedang asyik menyusuri setiap lorong sekolah tiba-tiba dari kejauhan ada suara yang memanggil-manggil nama javanka.
" Van.... avannn..... Aaaaaavaannnn....... panggil seseorang dari kejauhan sambil berlari terburu-buru.
Javanka pun menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah suara itu berasal, lalu dia pun tersenyum tipis.
Sementara orang yang memanggil-manggil nama javanka baru tiba di hadapan javanka dengan napas yang masih ngos-ngosan.
" Gue duluan yah yang sampe. ucap salah satu diantara tiga orang perempuan.
" Gak, yah gue jelasin lebih dulu. sahut yang satu.
" Hah.. hah... kalau aku terakhir kok. jawab satu lagi yang baru ada di hadapan mereka.
" Kita juga tahu kalau Luh baru sampai. jawab ketus keduanya.
Sementara javanka hanya menatap ke tiga perempuan itu dengan wajah bingung.
" Sudah, sudah. kok malah berantem sih, kalau mau berantem lanjutkan saja aku akan pergi ke kelas lebih dulu. ucap javanka melerai lalu melangkah pergi.
" Ehhhhh..... ehhh..... tunggu dong Van. ucap ketiganya mengikuti javanka.
Sesampainya di kelas javanka langsung meletakkan tasnya, lalu dia pun langsung beranjak pergi.
" Van mau kemana? seru Lala sahabat yang sedari taman kanak-kanak.
" Sudah jelas kan, ini hari pertama masuk sekolah setelah kita liburan akhir tahun musim dingin. jawab Bianca sahabat javanka dari sekolah menengah pertama.
" Memang apa hubungannya kepergian Avan sekarang dengan liburan akhir tahun? tanya Vivi sahabat javanka yang sedikit lemot.
" Aku harus cek kerapian semua siswa/siswi yang masuk bersama dengan anggota OSIS lainnya Vi. jawab javanka dengan lembut menjelaskan.
" Ohhhh.... begitu. ucap Vivi baru mengerti sementara Bianca dan Lala hanya memainkan matanya julid ke arah Vivi.
" Sudahlah, aku pergi dulu yah tidak enak juga membiarkan anggota yang lain menunggu. ucap javanka lalu bergegas pergi meninggalkan ketiga sahabatnya.
" La, coba cek seragam ku ada yang kurang tidak? tanya Bianca pada Lala.
" Hemmmm...... sepertinya tidak, kalau bagaimana? tanya balik Lala.
" Sama. jawab Bianca.
" Kalian ngomongin apa sih? kok malah saling tatap begitu? tanya Vivi si lemot.
__ADS_1
Bianca dan Lala hanya berdecak sebal dengan Vivi, mereka berdua dengan mengecek kerapihan seragam Vivi tanpa menjawab pertanyaan Vivi.
Sementara Vivi hanya menatap wajah Bianca dan Lala bergantian dengan bingung.
Di sisi lain javanka pun sudah bergabung dengan anggota OSIS lainnya, mereka semua sedang memeriksa kerapihan siswa yang baru tiba di depan gerbang utama sekolah.
" Tunjukkan kartu sekolah kalian masing-masing. Kata Edward si senior yang paling galak.
Dengan rasa takut satu persatu siswa maju dan menunjukkan kartu sekolah mereka, mereka juga di periksa kerapihan dan lainnya.
Hingga tiba waktu yang menunjukkan kalau tak akan lama lagi bel berbunyi, tiba-tiba segerombolan anak siswa laki-laki masuk tanpa beraturan dengan seragam khas preman.
" Stop, stop, stop. ucap Edward pada segerombolan anak-anak itu.
" Apa-apaan ini? kalian mau sekolah atau mau jadi berandalan di sini. kata Edo teman Edward selaku petugas pemeriksa siswa laki-laki.
" Maksud lho apa ngomong kaya gitu. ucap salah satu diantara siswa itu.
" Maksud gua kalau lho pada mau masuk sekolah pakaiannya rapihin. jawab Edward tegas.
" Siapa lho ngatur-ngatur pakaian kita-kita? tanya balik siswa itu tak kalah tegas.
" Lho kok nyolot sih, gua di sini sebagai anggota OSIS yang di tugaskan untuk mengecek kerapihan semua siswa. jawab Edo dengan marah.
" Ada apa yah? kenapa kak Edward, kak Edo? tanya javanka yang sudah ada di hadapan kedua kelompok pria itu.
" Tidak ada apa-apa, Van kamu sebaiknya kembali saja ke kelas sebentar lagi bel berbunyi biar aku dan yang lain yang menutup gerbang. jawab Edo mengalihkan pembicaraan.
" Tapi..... belum sempat javanka melanjutkan ucapannya, tangan javanka sudah di tangan oleh salah satu anggota OSIS yang sama-sama perempuan.
" Kak, bentar kak. ucap javanka yang berusaha berlari mensejajarkan kakinya agar tidak tertinggal.
" Sudah kita tidak usah ikut campur urusan para pria itu, aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu. jawab qiqi masih memegangi tangan javanka.
" Kak lebih baik kita Lapor pada guru jaga saja, aku takut terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan pada kakak-kakak senior dan kelompok siswa itu juga. jawab javanka yang berusaha melepaskan tangannya.
" Hemmmmm...... oke. jawab qiqi singkat, lalu keduanya pun datang ke ruang guru jaga dan melaporkan semuanya.
Sementara itu di depan gerbang para pria itu sudah saling baku hantam, mereka semua berduel saling pukul dan saling tonjok. Terlihat tampak senget tidak ada yang kalah atau menang di antara dua kelompok itu, kala mereka sudah babak belur guru jaga pun datang dan melerai.
Semua siswa di bawa kelapangan tanpa terkecuali, guru jaga pun meminta penjelasan dari dua kelompok itu. Setelah mendengar jawabannya sang guru pun menyuruh anggota OSIS kembali ke kelas masing-masing sementara satu anggota lagi di hukum mengelilingi lapangan.
" Sial. umpat salah satu diantara siswa itu.
__ADS_1
Sementara javanka sudah kembali ke kelasnya dan memulai pelajarannya, semua siswa pun memulai pelajaran di kelas mereka masing-masing dengan serius.
Hingga tiba waktu nya bel istirahat pun berbunyi, semua siswa pun keluar termasuk javanka dengan sahabat-sahabatnya.
" Akhhhhhh....... lapar sekali perut ku. ucap Lala sambil mengelus perutnya.
" Sama aku juga la. jawab Vivi.
" Kira-kira ibu kantin masak menu makan siang hari ini apa yah? kata Bianca sambil membayangkan makanan yang enak.
" Mungkin chicken katsu, chicken kare, sup chicken. jawab Vivi yang sangat menyukai masakan yang berbahan dasar ayam.
" Tidak, tidak, tidak mungkin pas pasta dengan beef steak. ucap Bianca.
" Akhhhh..... kalau aku sih apa saja aku makan kalau sudah lapar begini. celetuk Lala tidak mau ambil pusing dengan menu makan siang nya.
" Kalau begitu biar aku bilang pada ibu kantin agar memberikan mu iseng kayu dengan sayur batu saja untuk makan siang mu. jawab Bianca yang membuat javanka tertawa-tawa.
Sementara Lala hanya memukul Bianca kesal.
" Memang batu dan kayu bisa di masak yah? tanya Vivi.
Mendengar pertanyaan Vivi Lala pun mendelikan matanya, sementara javanka dan Bianca tertawa-tawa.
Sesampainya di kantin mereka pun mengantri untuk bergilir mengambil makanan, setelah itu ke empatnya pun duduk di bangku yang masih kosong.
" Van, tadi gimana lancar? tanya Bianca di sela-sela waktu makan.
" Aku belum tahu sih, soalnya aku kembali ke kelas lebih dulu. Yang menyelesaikannya sisanya adalah kakak senior. jawab javanka sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
Mereka pun mengangguk mengerti dan melanjutkan memakan makanan masing-masing.
Javanka adalah ketua OSIS dan dia adalah anggota termuda dari semua anggota OSIS lainnya, semua seniornya sangat menyayangi dan menjaga javanka.
.
.
.
💐💐💐
Avannnnnn dan papah Alex kembali untuk menemani ibadah puasa kalian, makasih banyak yah yang udah baca, menunggu, dan mendukung novel papahku yang hebat. Aku aku berusaha untuk Up tiap hari, selamat membaca.
__ADS_1