
Kini Javanka sudah duduk di meja makan bersama dengan papahnya, gadis kecil itu sedang sibuk menghabiskan makanan nya, sementara Alex hanya sesekali melirik putrinya.
Setelan beberapa saat Javanka pun menyelesaikan makanannya lalu dia pun turun dari kursi dan berjalan meninggalkan papahnya yang menatapnya.
Javanka terus melangkah menuju ke sebuah ruang, dia langsung duduk di kursi pianonya untuk beberapa saat dia hanya menatap ke arah piano itu, Javanka tidak menyangka akan bisa melihat kembali piano kesayangannya.
Dengan menarik nafas panjang, dia pun mulai menekan-nekan setiap note sambil memejamkan matanya berusaha mengenang masa dia belajar piano tanpa melihat.
Lalu gadis kecil itu pun mulai bermain piano itu dengan serius, matanya tetap terpejam menikmati setiap suara yang keluar dari pianonya.
Alex yang sedari tadi memperhatikan putrinya dari sudut ruangan pun hanya tersenyum, lalu perlahan dia berjalan mendekati putrinya.
Sampai saat ini papah belum bisa memaafkan diri papah sendiri nak, papah selalu di hantui rasa bersalah, karena tidak bisa melindungi mu.
Walaupun kamu sudah kembali namun kejadian itu pasti sangat membekas di hati dan ingatan mu nak, maafkan papah sayang, papah janji papah akan berusaha lebih baik lagi dalam menjaga dan merawat mu nak.
Alex pun duduk di samping putrinya, Javanka pun sontak terkejut dan membuka matanya lalu dia pun melihat papahnya dan tersenyum manis, Alex pun membalas senyuman putrinya itu.
Dengan senyuman manis yang begitu mendamaikan hati bagi siapapun yang melihatnya, Javanka pun terus bermain piano.
Alex hanya duduk diam mendengarkan musik yang dimainkan oleh putrinya, bangga tentunya. Namun Alex lebih bersyukur karena putrinya kembali, semua yang bisa di lakukan oleh putrinya hanya lah bonus untuk Alex, menurut nya jika putrinya tidak bisa lakukan hal apapun tidak apa, karena yang paling penting untuk Alex adalah keberadaan putrinya di samping dirinya sudah lebih dari cukup.
Setelah selesai Alex pun bertepuk tangan dengan begitu meriah, lalu mencium keningnya putrinya.
__ADS_1
" Pinter banget sih anak papah ini. ucap Alex sambil memeluk putrinya dengan gemas.
Javanka hanya tertawa kecil mendengar ucapan sang papah.
" Tapi papah baru mendengar musiknya sayang, emang itu lagu milik siapa? tanya Alex pada putrinya sambil memandang ke arah wajah putrinya.
" Ini lagu BTS pah. jawab Javanka dengan santai.
Kala mendengar ucapan nonanya si pengasuh pun gemetaran, dia yang sedari tadi ada tak jauh dari keduanya pun mendengar semua percakapan itu.
" Hemmmmmmmm......... siapa itu? penyanyi dari negara mana? tanya Alex lagi dengan mengerutkan keningnya.
" Actually, Avan knew from mba Nani some time ago, but Avan just saw and heard the songs earlier. jawab Javanka jujur pada sang papah.
" Hemmmmmmmmm.......... the singers are many papa and they are from all South Korea. jawab Javanka menatap polos papahnya.
" Ohhhhhhh........ ternyata dari Asia. jawab Alex.
Dengan cepat dia mengambil ponselnya dari dalam saku celana pendeknya, lalu dia pun browsing di internet mencari tahu tentang grup yang putrinya sebut tadi.
Matanya terbelalak kala melihat tujuh orang pria yang bernama sipit dan kulit putih, di tambah wajah yang khas Asia.
" Sayang boleh tidak kamu jangan melihat-lihat yang seperti ini dulu? ucap Alex tiba-tiba pada Javanka.
__ADS_1
" why papah? tanya Javanka yang ingin mendengar alasan dari papahnya.
" Pokoknya tidak boleh, papah tidak suka kamu banyak bertanya cukup kamu menuruti apa yang papah katakan saja, kamu mengerti kan? kata Alex sedikit tersulit dan tidak memberi tahu alasannya pada Javanka.
Sementara pak Rudi yang sedari tadi memperhatikan dan mendengarkan percakapan papah dan putrinya itu pun langsung melirik ke arah si pengasuh.
Alex langsung menggendong putrinya naik ke lantai atas, sementara pak Rudi memanggil si pengasuh untuk mengikutinya ke dalam ruangan pak Rudi.
" Nani, bukankah aku sudah memperingatimu untuk tidak memberi tahu atau mengajar hal-hal yang tidak di sukai oleh tuan muda pada nona. ucap pak Rudi langsung pada intinya.
" Maafkan saya pak, saya benar-benar khilafah. Saya tidak tahu jika nona akan melakukannya, saya janji tidak akan mengulanginya lagi pak. kata si mba Nani dengan sedih dan memohon maaf pada pak Rudi si kepala pelayan.
" Harusnya kamu lebih teliti dalam menjaga nona, jangan mengajarkan sesuatu yang belum saatnya nona mempelajari nya. Kamu tahukan tuan muda itu akan sangat sensitif jadi sudah menyangkut nona, beliau begitu karena beliau sangat menyayangi dan mencintai nona. ucap pak Rudi panjang lebar pada si pengasuh.
" Tuan muda melakukan hal ini karena ingin memberikan yang terbaik untuk nona, dan adalah kamu orang yang paling beruntung dari banyaknya pelayan di sini yang ingin menjaga dan merawat nona, jadi jangan pernah sia-siakan kepercayaan ku dan tuan muda pada mu. ucap pak Rudi lagi memperingati pengasuh nonanya itu.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1