
akhirnya Javanka berhasil meraih handle pintu, namun sekuat apapun dia menariknya pintu itu tetap tidak bisa di buka.
" ehemmmmmm..... suara deheman seseorang di tempat tidur.
dengan cepat Javanka mengalihkan pandangannya. " Moning pah, papah bangun udah. tersenyum manis pada sang papah yang sudah duduk bersandar di tempat tidur.
" pagi sayang, kemari lah. Ini masih terlalu pagi untuk bangun, kita bobo lagi saja. ucap Alex dengan suara seraknya khas bangun tidur.
" Avan keluay mau papah. masih tetap di tempat nya berdiri.
" jadi sekarang sayangnya papah gak mau kasih cium selamat pagi lagi nih. sudah merubah nada bicara nya dengan nada sedih.
" no papah, Avan mau kiss papah. Tapi Avan not shower papah. berlari menghampiri tempat tidur dan berusaha naik ke atas tempat.
Alex tidak menjawab dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya tetap pura-pura sedih, sambil mengintip putrinya yang sedang berusaha naik ke atas tempat tidur antara celah jari-jarinya.
" papah sad no in the moning. ucap Javanka yang akhirnya berhasil naik ke atas tempat tidur.
" Avan gak mau papah sad kan, tapi kenapa Avan gak mau bobo sama papah lagi, terus Avan gak sayang papah lagi yah. ucap Alex yang sudah seperti anak kecil sambil pura-pura menangis.
" no papah, Avan sayang papah. Nih moning papah. berusaha membuka tangan yang menutupi wajah papah nya.
__ADS_1
" kalau Avan sayang papah, Avan harus kiss papah. pinta Alex pada putrinya, kini dia sudah melepaskan tangannya.
" papah lie Avan, not lie papah. Female teacher say you can't lie, not good papah. sudah cemberut karena merasa sang papah mempermainkan nya.
" maafkan papah sayang, habis kamu semalam kenapa pakai kunci pintu segala coba? sudah memeluk putrinya yang hendak bangun.
" stop, papah Avan shower mau dulu. sudah berontak mendorong tubuh papahnya dengan tangan mungilnya. Alex yang sudah tahu bahwa putrinya sudah marah langsung melepaskan nya.
" baik sayang, mandi lah dengan mba Nani setelah itu kita sarapan dan ingat kamu sudah janji akan ikut papah ke kantor kan? menciumi pipi tembem putrinya sambil menggendong nya kembali ke kamar putrinya.
Javanka hanya diam tidak menjawab atau pun membalas ciuman sang papah, wajah nya tampak masam karena marah.
_______________
selama sarapan Javanka hanya diam dengan wajah yang sama, Alex yang melihat itu hanya tertawa kecil.
" selamat pagi tuan dan nona Javanka, semua keperluan nona sudah saya letakkan di dalam mobil. sapa pak Rudi sambil menundukkan kepalanya.
" pagi pak, baik pak. Terimakasih yah pak. jawab Alex dan tersenyum simpul.
" apakah tuan tidak memerlukan bantuan untuk menjaga nona Javanka, ketika tuan sedang rapat. tanya pak Rudi memberi masukan agar tuannya tidak kewalahan untuk menjaga putrinya nanti.
__ADS_1
" tidak perlu, putriku sangat pintar dan penurut. Dia tidak akan membuat ku kerepotan, lagi pula aku bisa menjaga nya. jawab Alex sambil menggendong Javanka dan mencium pipinya menuju mobil.
" baik tuan. jawab pak Rudi mengikuti tuannya dari belakang.
terlihat sekertaris Aldo sudah ada di depan dan sudah membukakan pintu mobil untuk atasnya, dengan kepala yang menunduk.
" selamat pagi tuan dan nona Javanka. sapa sekertaris Aldo dengan ramah.
" pagi Om Aido. jawab Javanka dengan suara yang sudah kembali riang, entah kenapa gadis kecil itu bisa dengan cepat berubah moon kalau sudah sarapan. Alex menjawab dengan anggukkan kepala kemudian dia masuk ke dalam mobil.
" mari pak saya duluan. ucap sekertaris Aldo pada pak Rudi setelah dia menutup pintu mobil.
" silahkan tuan. jawab pak Rudi sopan kemudian sekertaris Aldo pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melesat keluar meninggalkan Mansion.
*
*
*
💐💐💐
__ADS_1