Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 62


__ADS_3

Wajah Alex berubah kemerahan bukan karena marah melainkan dia sangat malu pada putrinya, tapi dia tetap saja bertahan dengan menampilkan nya saat ini.


" ok papah, Avan is ready Avan promises not to laugh again. ucap Javanka yang sudah menghentikan tawanya.


" to the audience who witnessed this event, let's watch it together. And this is the star of today's show, let's welcome Mr. Alex. ucap Javanka yang dengan serius memerankan dirinya sebagai MC, dengan tangan nya yang bertepuk tangan dengan meriah.


Alex pun muncul di hadapan putrinya, lalu dia membungkukkan tubuhnya di hadapan putrinya layaknya dia sedang memerankan peran nya sebagai bintang tamu, dengan senyuman manis yang dia tampilkan.


Kemudian Javanka mempersiapkan papah nya untuk mulai bermain, dengan serius nya gadis kecil itu menatap ke arah papah nya.


Alex pun mulai bergerak tangan nya pun sudah siap akan memencet, bibirnya pun mulai mengepel di tempat peniupan alat musik saksofon itu.


" Tuttttttttt..... tetttttttt..... tuttttttttt....... begitu lah kira-kira suara saksofon yang di hasilkan oleh Alex, Javanka yang mendengar itu malah tertawa terbahak-bahak bahkan gadis kecil itu sampai terjungkal di atas tempat tidur.

__ADS_1


" Hahahahahahhahha........ papah please stop, Avan please before Avan's eardrums burst. ucap Javanka sambil tertawa terus menerus.


Alex yang tidak mendengar ucapan putrinya pun terus memainkan permainan saksofon nya, bahkan dia berpikir bahwa putrinya sangat menyukai permainan alat musik yang dia mainkan sampai-sampai putrinya terjungkal seperti itu saking senangnya.


Javanka yang sudah tidak tahan pun berjalan menghampiri papah dengan tangan yang memegang beberapa lembar tissue, lalu dia pun menutup lubang saksofon itu.


" Sayang apa yang kamu lakukan? tanya Alex terkejut dengan tindakan putrinya.


" Papah Do you want to make Avan's ears hurt by playing a musical instrument like this? tanya balik Javanka pada papah nya.


" Suara nya sudah seperti orang yang sedang mencetet-mencet in papah bathroom. jawab Javanka sambil tertawa kecil kecil.


" Apakah separah itu yah? bertanya karena tidak percaya dengan kenyataan yang terjadi, karena ada juga hal yang dia tidak bisa lakukan di dunia ini.

__ADS_1


" Don't ask papah again, like papah, you have to take saxophone lessons so you can be the best person to play the saxophone. Jawab Javanka menyarankan papahnya untuk mengambil les privat saksofon, agar setidaknya enam untuk di dengar.


" Lalu kenapa tadi kamu jatuh di atas tempat tidur sayang? tanya Alex lagi dengan wajah polosnya.


" that's because Avan couldn't help but laugh at his poor saxophone playing. jawab Javanka jujur sambil cengengesan.


" Ohhhh ...... jadi kamu sudah berani menertawai papah yah sekarang. kata Alex lalu dia menghampiri putrinya, dan menggelitik tubuh mungil putrinya. " Ini hukuman karena kamu berani menertawai papah dari tadi. kata Alex lagi dengan terus menggelitik tubuh putrinya.


" Hahahahhah......Papah I'm sorry Avan, Avan really pleads guilty for laughing at papah. But the sound of the saxophone really sounded like a papa fart hahahhahhah...... ucap Javanka memohon pada papah untuk melepaskan nya, tapi dia tetap mengatakan bahwa permainan saksofon papah sudah seperti suara kentut walaupun memang kenyataannya sih begitu.


*


*

__ADS_1


*


💐💐💐


__ADS_2