
Kala Alex hendak membujuk putrinya, seseorang pun mengetuk pintunya. Alex pun menyuruh orang tersebut masuk, terlihat lah dua orang pria membawa makan siang pesanannya.
" Letakkan saja di situ. ucap Alex menunjuk meja.
" Baik tuan muda. jawabnya, lalu keduanya pun meletakkan makanan dengan hati-hati tak lupa dia juga menatanya, setelah memastikan semuanya sempurna mereka pun berpamitan pada Alex.
" Sudah selesai tuan muda, kalau begitu saya pamit tuan muda. ucap keduanya berpamitan pada Alex.
" Hemmmm.......... jawab Alex sambil menganggukkan kepalanya. " Ehhhh..... tunggu, tunggu. Kalian bawa saja piring yang berisi buah-buahan itu, lalu sekitar dua atau tiga jam dari sekarang tolong kalian antara buah-buahan lagi namun dengan buah yang berbeda. kata Alex lagi pada kedua pria itu.
" Baik tuan muda. jawab keduanya, salah satu dari mereka pun mengambil piring yang masih berisi setengah potongan buah.
Kala itu Javanka hanya diam memperhatikan tanpa sadar kedua pria itu pun melihat kearah gadis kecil yang sedang duduk di sofa, Javanka pun tersenyum manis pada keduanya. Kedua pria itu pun membalasnya lalu bergegas pergi.
" Sayang Ayo kita makan siang yuk? ucap Alex pada putrinya, setelah memastikan kedua pria itu pergi.
" Iya mau. jawab Javanka dengan senang.
Alex pun menyuapi putrinya makan sambil dia sibuk dengan pekerjaannya, sesekali dia juga menyuapi dirinya sendiri.
Setelah selesai makan Javanka pun bermain sendiri, sedangkan Alex kembali fokus pada pekerjaannya.
Entah karena bosan atau lelah Javanka pun tertidur di sofa, Alex yang baru menyadari jika tidak ada pergerakan dan suara dari putrinya. Dia pun langsung bangkit untuk mengecek kondisi putrinya.
" Sepertinya kamu terlalu lelah menunggu papah yah sayang. ucap Alex sambil tersenyum kala melihat putrinya sudah tertidur dengan posisi telungkup.
__ADS_1
" Maaf yah sayang, papah bukan ingin mengabaikan mu nak. Tapi pekerjaan papah benar-benar sangat menumpuk, harusnya kamu di rumah saja yah kalau begini, kamu pasti sangat bosan yah. katanya lagi, dia pun langsung menggendong putrinya ke ruang sebelah lalu meletakkan putrinya di atas tempat tidur itu dengan hati-hati.
Karena merasa bersalah pada putrinya Alex pun mengambil laptopnya dan bekerja di samping putrinya yang sedang tertidur tidur pulas.
Satu tangannya mengelus kepala putrinya dan yang satunya sibuk mengetik, matanya terus tertuju pada layar laptopnya namun sesekali dia melihat kearah putrinya.
Pada pukul 16:30 Javanka terbangun dari tidurnya, gadis kecil itu hanya membuka menutup matanya berulang, dia masih berusaha mengumpulkan tenaga untuk bangun.
Sedangkan Alex sudah kembali ke meja kerjanya karena putrinya tidur terlalu lama di tambah dia tidak ingin mengganggu putrinya tertidur.
Javanka pun berguling-guling di atas tempat tidur, Alex yang baru menyadari jika putrinya sudah terbangun pun kembali masuk ke ruangan itu.
" Selamat sore sayang. sapa Alex pada Javanka yang sudah duduk, gadis kecil itu pun kembali ke posisinya tertidur kala melihat papahnya.
" Masih ngantuk yah? tanya Alex yang ikut tiduran di atas tempat tidur.
" Mau pulang? kata Alex memastikan kembali perkataan putrinya.
Javanka pun mengangguk dengan lemas.
" Hemmmmmmm ........ baiklah Ayo kita pulang. jawab Alex sambil tersenyum pada putrinya.
Lalu Alex pun menggendong putrinya keluar dari ruangan itu, dia pun merapikan laptopnya lalu keluar dari ruangannya dan masuk ke ruang sekertaris nya.
" Do tolong kau bawa laptopku, aku akan pulang sekarang. kata Alex pada sekertaris nya.
__ADS_1
" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo, dia pun dengan cepat bangkit dari duduknya lalu mengikuti ke ruangan tuan mudanya.
Kala dia masih ke dalam ruangan tuan mudanya, dia melihat Javanka sedang duduk bersandar di sofa sambil memejamkan matanya.
" Apakah nona masih tertidur tuan muda? tanya Aldo pada Alex kala melihat gadis kecil itu masih memejamkan matanya.
" Tadi dia sudah bangun, lalu ku bawa dia ke sofa dan dia tidur lagi di sana. jawab Alex.
" Sepertinya nona sangat lelah hari ini. ucap sekertaris Aldo.
" Iya, dia sedang demam tadi aku cek suhu tubuhnya memang aga demam. jawab Alex lalu menggendong putrinya lalu berjalan ke luar ruangan.
" Demam tuan muda, apakah anda ingin membawa nona ke rumah sakit untuk mengecek kondisi nona? tanya sekertaris Aldo yang khawatir pada Javanka.
" Tidak, aku akan membawanya kembali ke rumah. Soalnya dia bilang ingin pulang. jawab Alex sambil berjalan masuk ke dalam lift.
" Baiklah kalau begitu tuan muda, saya mengerti. jawab sekertaris Aldo.
Sebenarnya Alex khawatir kala ketika tahu putrinya tiba-tiba demam tapi dia berusaha untuk tetap tenang, karena dia tahu penyebab putrinya sampai demam seperti itu sudah pasti putrinya lelehan karena bermain bola tadi.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐