
Ketiga nya pun menyelesaikan makan malam nya dengan tenang, mau Alex atau pun sekertaris Aldo tidak ada yang mengeluarkan suara nya hanya Javanka lah yang terus bersuara.
" Ehemmmmmm...... Avan's stomach is full. ucap Javanka dengan suara lucu nya sambil mengelus-elus perut nya sendiri.
" Aduh..... aduh..... anak papah, sudah kenyang yah nak? tanpa Alex dengan manjanya pada putrinya.
" Yes papa, Avan is very full, Avan's stomach was so full that it hurt papah. jawab Javanka sambil menunjukkan perutnya yang membulat dengan tubuh bersandar di sandaran kursi.
" Mangkanya nak, kalau makan itu secukupnya jangan berlebihan seperti tadi. Itu tidak baik untuk kesehatan dan membuat perut mu jadi sakit seperti sekarang ini. kata Alex dengan bijaksana menasehati putri semata wayangnya, sambil tangannya memberikan pijatan pada perut putrinya.
Javanka pun menganggukkan kepalanya tanda dia paham dan mengerti apa yang papahnya katakan, gadis kecil itu hanya diam menikmati pijatan yang dilakukan oleh papah.
" Papah really the best, great. ucap Javanka tersenyum puas sambil mengacungkan jempol nya ke hadapan papahnya.
Alex yang melihat itu hanya tertawa geli. " Hemmmmm.......... sekarang udah pinter yah memuji papah kalau sedang ada maunya. Jawab Alex sambil geleng-geleng kepala tidak habis pikir dengan kelakuan putrinya.
Javanka yang mendengar ucapan papahnya hanya cengengesan saja, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Sekertaris Aldo yang sedari tadi hanya diam pun ikut tersenyum tipis melihat dan mendengarkan percakapan dari kedua nya.
" Pak? panggil sekertaris Aldo pada pak Rudi yang berdiri tidak jauh dari mereka.
" Iyah tuan. jawab pak Rudi sambil tergesa-gesa menghampiri sekertaris Aldo.
" Pak tolong bungkus sisa makanan ini yah? sayang kalau di buang. ucap sekertaris Aldo.
Mendengar ucapan sekertaris nya Alex pun langsung mengalihkan pandangannya ke sekertaris Aldo.
Sekertaris Aldo hanya diam tidak menjawab, dia malah mengobrol dengan pak Rudi tentang siapa saja pelayan yang akan ikut serta dalam liburan.
" Papah, dikasih hati malam minta jantung papah. not given the heart instead asking for a kidney. ucap Javanka memperbaiki kata-kata papahnya yang salah itu.
" Ohhhhhhhh...... sudah ganti yah? tanya Alex dengan wajah polosnya.
" it's not been replaced papah, but the words are like that. jawab Javanka sambil menepuk jidatnya sendiri.
__ADS_1
" Melihat mu yang tidak tahu malu, sepertinya uang yang kuberikan sangat kurang untuk mu sampai-sampai kau mau membungkus makan sisa ini, untuk kau makan di apartemen mu. sindiran pedas Alex lagi yang dia lontarkan kepada sekertaris nya.
Melihat papahnya terus melontarkan kata-kata kasar pada sekertaris Aldo, Javanka pun dengan cepat mencari cara untuk membawa papahnya pergi jauh dari sekertaris Aldo.
" Hemmmmmmmm........ papah, Do you want to play with Avan in Papa's room, Avan really wants to watch cartoons with Papa? kata Javanka dengan manja pada papahnya, gadis kecil itu sedang berusaha menjalankan ide nya.
" Baiklah sayang, Ayo kita nonton. jawab Alex tanpa berpikir, dia pun langsung menggendong tubuh mungil putrinya menuju ke arah kamarnya.
Javanka yang ada dalam gendongan papah nya pun menatap ke arah belakang dimana sekertaris Aldo sedang duduk, gadis kecil itu mengedipkan matanya sambil tersenyum manis pada sekertaris Aldo.
*
*
*
💐💐💐
__ADS_1