Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
awasi dia


__ADS_3

Alex membawa putrinya menuju ruangannya lagi, sedangkan Aldo setelah menyeret Clara keluar dari perusahaan dia langsung melanjutkan rapat yang sempat tertunda.


" coba perhatikan pipimu pada papah "


ucap Alex khawatir, sambil menatap putrinya.


" sebeyah cini pah "


jawab javanka sambil memperlihatkan sebelah kiri pipinya.


terlihat jelas di pipi javanka yang putih mulus ada bekas memar, memerah dan aga bengkak. seketika darah dalam diri Alex mendidih.


sial, apa yang perempuan itu lakukan sampai-sampai pipi putriku jadi seperti ini.


" avanka enda apa-apa ko pah "


ucap javanka sambil tersenyum manis.


" papah panggil dokter yah sayang "


ucap Alex yang masih khawatir sambil mengompres pipi javanka.


" Enda ucah pah, avanka mau bobo aja "


ucap javanka sambil mengucek matanya.


" ya sudah, kita bobo yah "


jawab Alex sambil menggendong putrinya menuju kamar yang ada di sebelah ruangnya.


" papah kelja aja, avanka bobo sendili aja "


ucap javanka yang menidurkan diri sendiri.

__ADS_1


bukannya bekerja, Alex malah tiduran sambil mendekap tubuh putrinya yang sudah tertidur pulas. dia masih merasa khawatir akan keadaan putrinya.


Aldo yang masuk kedalam ruangan atasnya pun hanya duduk diam, sambil membaca dan menjawab email-email yang masuk di ponselnya.


Alex yang tahu Aldo ada di ruangannya, dia bergegas bangkit dari tempat tidur, tak lupa ia mencium puncak kepala putrinya sebelum meninggalkan javanka.


" kau sudah membereskannya? bagaimana dengan luka di tangan mu, apa sudah kau obat? "


tanya Alex yang baru datang lalu duduk di kursi kebesarannya.


" sudah saya selesaikan semua tuan "


jawab Aldo sambil berdiri.


" awasi terus wanita itu, entah kenapa aku punya firasat buruk terhadapnya. aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu pada putriku "


perintah Alex pada Aldo dengan tegas.


jawaban lugas dari Aldo yang membuat hati Alex sedikit tentang.


" dan ini semua berkas yang harus di tandatangani tuan "


menyerahkan setumpuk dokumen yang harus di periksa dan di tandatangani. Alex hanya mengangguk.


tak berselang lama, javanka keluar dari kamar dan melihat papahnya yang sedang duduk dengan serius sambil memegang beberapa kertas di tangannya.


" papah "


panggil javanka yang sudah duduk di sofa yang ada di hadapan Alex.


" kamu sudah bangun "


melihat putrinya dengan hangat dan berjalan menghampiri javanka yang sedang duduk.

__ADS_1


" avanka mau puyang pah, soalnya bental agi Avan ada les piano "


" baiklah, tapi kita makan siang dulu yah sayang. habis itu baru kita pulang "


ucap Alex sambil menciumi pipi gembul javanka.


" avanka pulang sama pak Budi aja, telus makan siang di lumah sama mba Nani, papah lanjut kelja aja yah "


jawab javanka yang tahu jika papahnya tengah sibuk bekerja.


" tidak, tidak kamu pulang sama papah aja sayang, papah gak mau jauh dari anak perempuan satu-satu nya papah "


ucap Alex yang sudah membawa jasnya lalu menggendong javanka.


javanka hanya bisa diam, karena menurutnya percuma berdebat dengan papahnya yang keras kepala.


ketika Alex sedang bersiap keluar dari ruangannya, Aldo pun masuk dengan beberapa dokumen di tangannya.


" Aldo saya pulang dulu, tolong kamu bawakan semua berkas yang harus saya tandatangani ke rumah saya "


ucap Alex saat melihat Aldo masuk ke ruangannya.


" baik tuan "


jawab Aldo sambil mengekor di belakang Alex.


" om-om tangannya udah di kacih obat "


tanya javanka yang sedang berada dalam gendongan Alex.


" sudah nona "


jawab Aldo sambil menunjuk tangannya yang sudah di balut dengan perban.

__ADS_1


__ADS_2