Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 20 season two


__ADS_3

Di sisi lain di tempat dimana Bianca dan Vivi berada, Bianca melepaskan tangan Vivi setelah melihat situasi di taman terlihat sepi.


" Apa sih yang kau maksud Vi? dengan menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi seperti itu? tanya Bianca pada Vivi sambil memandang Vivi dengan serius.


" Memang apa salahnya menayangkan hal itu? bukannya menjawab Vivi malah balik bertanya dengan wajah yang masa bodoh.


" Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan? atau ada maksud apa kamu menanyakan hal itu, tapi yang jelas itu sesuai hal yang sangat kurang ajar untuk seorang tamu. kata Bianca dengan tegas sambil mengguncang tubuh Vivi masih dengan tatapan matanya yang tajam.


" Apa sih Bii? sakit tahu. kata Vivi sambil berusaha melepaskan tangan Bianca dari dirinya.


" Aku peringatkan pada mu Vi, jika kamu berniat macam-macam pada javanka, lebih baik kubur dalam niatmu itu. ucap Bianca yang seperti mengetahui maksud dari tujuan Vivi.


" Satu lagi, mungkin kau bisa mengelabui dan berpura-pura polos, baik dan lemon di depan Lala dan juga javanka. Tapi tidak untukku, aku tidak akan pernah tertipu dengan akting murahan mu itu. sambung Bianca lagi sambil melepaskan tangannya dari Vivi lalu berjalan pergi.


Sementara Vivi terlihat kesal dan sesekali dia memaki-maki Bianca, lalu dia pun memilih untuk pulang lebih dulu tanpa mengatakan pada siapapun.


Di lain tempat javanka sedang berlatih piano bersama dengan guru privatnya, pak Rudi hanya duduk diam tidak jauh dari nonanya sambil memperhatikan nonanya dengan serius.


Javanka hanya tersenyum simpul kala sang guru memuji-muji bakatnya dalam bermain piano, waktu pun terus berlalu tanpa terasa waktu les pun berakhir.


Sang guru pun berpamitan pada javanka dengan sopan, lalu pak Rudi pun bangkit dari duduknya dan mengantar kepergian guru les nonanya.


Sementara javanka berjalan mencari keberadaan sahabat-sahabatnya, dalam perjalanan menuju taman samping tanpa sengaja javanka melihat David yang bersama dengan Lala.


Javanka pun hanya menaikkan sebelah alisnya lalu berjalan menghampiri Lala yang terlihat seperti sedang di ganggu oleh uncle nya.


" Uncle. panggil Javanka sambil berjalan menghampiri kedua orang itu.


" Iya sayang. jawab David yang buru-buru bersikap tenang sebenarnya dia sangat terkejut dengan kedatangan Javanka.


" Apa yang uncle lakukan pada Lala? tanya Javanka tanpa basa-basi sambil memandang keduanya secara bergantian.


" Tidak uncle hanya mengobrol biasa saja. jawab David sambil membuang pandangannya ke arah lain.


" Beneran? tanya Javanka memastikan kembali sambil menatap wajah uncle nya dengan curiga.


" Iya beneran Van. jawab Lala yang berusaha tenang.


Javanka pun diam dan memperhatikan ke duanya secara bergantian.

__ADS_1


" Sudah, kita ke Bianca dan Vivi saja yuk. Kasian mereka pasti sudah menunggu kita. ucap Lala buru-buru membawa pergi Javanka.


Javanka pun hanya mengikuti nya tanpa bertanya kembali pada Lala, lalu mereka berdua pun bertemu Bianca seorang diri di ruang film. Javanka pun sempat menayangkan keberadaan Vivi, namun Bianca mengatakan bahwa Vivi pulang lebih awal karena orang tuanya menelpon.


Dan akhirnya mereka bertiga bersenang-senang bersama, dari nonton film sampai bermain game dan di tutup dengan makanan malam bersama sebelum keduanya pulang di antara oleh supir pribadi Javanka.


" Hati-hati yah, happy weekend. ucap javanka pada kedua sahabatnya setelah masuk ke dalam mobil, sementara David hanya berdiri di belakang Javanka lalu mengedipkan matanya menggoda pada Lala.


Bianca yang melihat itu pun menatap wajah Lala, dan melihat reaksi lucu yang di tampilkan oleh Lala.


Setelah kepergian kedua sahabatnya Javanka pun masuk ke dalam di ikuti oleh David dan juga pak Rudi yang ada di belakangnya.


" Uncle jangan main-main yah? kalau mau bermain-main jangan dengan sahabat ku.ucap Javanka memperingati uncle nya sebelum dia naik ke lantai atas.


" Kecuali uncle serius, maka aku akan jadi time mendukung paling depan. sambung Javanka lagi sambil tersenyum manis.


Dengan perkataan keponakan tercinta nya, David hanya tertawa kecil dan mengangguk-angguk kepalanya.


Bagaimana bisa sebelum beraksi sudah tertangkap lebih dulu seperti ini, gagal deh punya pacar Loly dan aku juga tidak mungkin serius menjalani hubungan dengan wanita yang usianya sama dengan keponakan ku kan. Apa yang akan aku katakan nantinya saat Alex dan yang lainnya mengetahui hal itu, bisa-bisa aku di katakan pedofil lagi. batin David sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sementara Javanka sesudah mandi dia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil mengobrol dengan sang papah yang via video call, sampai dia tertidur pulas Alex pun mematikan panggilan nya setelah melihat putrinya sudah tidur.


" Selamat pagi nona. sapa para pelayan, dan penjaga yang berpapasan dengan Javanka.


Javanka pun menjawab dengan ramah dan tersenyum manis, lalu memberikan semangat untuk para pekerjanya.


" Pagi nona? sapa pak Rudi yang sudah menunggu nonanya di ruang makan.


" Pagi pak, bagaimana semalam tidurnya nyenyak? tanya Javanka perhatian pada kondisi tubuh kepalanya yang kian hari makin menurun kesehatannya.


" Nyenyak nona, ini semua berkat tuan muda dan nona yang selalu memperhatikan saya. jawab pak Rudi sambil tersenyum pada nonanya.


" Sehat-sehat yah pak, kalau ada sesuatu yang terasa tidak nyaman tolong katakan padaku atau uncle David. ucap Javanka sambil memeluk pria lanjut usia itu dengan sangat lembut.


" Iya nona. jawab pak Rudi sambil membalas pelukan nonanya yang sudah seperti cucunya sendiri.


Lalu Javanka pun mulai menyantap sarapannya di temani oleh pak Rudi yang ikut sarapan bersama dan beberapa pelayan lain.


" Nona, apakah nona akan pergi ke rumah sakit dengan tuan David? tanya pak Rudi sopan.

__ADS_1


" Hmmmmmmm........ sepertinya tidak soalnya uncle David terlihat sedang sibuk. jawab javanka sambil memasukkan roti bakar kedalam mulutnya.


" Kalau begitu saya akan panggil para pengawal untuk mengawal nona pergi ke rumah sakit. kata pak Rudi memberi tahu nonanya.


" Iya pak, tolong yah. jawab Javanka lembut sambil meminta tolong pada pak Rudi


Lalu pak Rudi pun memberi isyarat pada penjaga yang tidak jauh dari mereka untuk mendekati, lalu beliau pun berbisik pada penjaga itu setelah menjadi itu berada tepat di sampingnya.


Dan si penjaga pun mengangguk mengerti dan pergi.


" Pagi sayang? sapa David yang baru muncul dengan pakaian olahraga lalu menghampiri Javanka mencium pipi keponakannya.


" Pagi uncle. jawab javanka sambil tersenyum.


" Kok sudah rapih pagi-pagi seperti ini, memang mau kemana? tanya David yang melihat penampakan keponakannya sambil duduk dan mulai ikut sarapan bersama.


" Aku harus pergi ke rumah sakit, karena hari ini jadwal cek up ku. jawab Javanka jujur.


Mendengar jawaban Javanka David pun terkejut, dia benar-benar lupa jika Alex sempat mengatakan dan meminta pada dirinya untuk menemani putrinya cek up.


" Astaga aku lupa. ucap David sambil memukul keningnya.


" Tidak apa-apa uncle, Avan pergi bersama para pengawal pribadi Avan saja. kata Javanka sambil tersenyum manis.


" Tapi papah Alex sudah mengatakan nya pada uncle untuk mengantar Avan cek up. jawab David yang enggan membicarakan keponakannya pergi seorang diri.


" Avan tahu kok, Avan juga sudah bilang sama papah kalau uncle sedang sibuk dan papah mengizinkan, lagi pula Avan harus pergi ke panti asuhan dan panti jompo untuk mengantarkan beberapa kebutuhan yayasan. ucap Javanka menjelaskan pada David, kalau dirinya akan lama berada di luar Mansion.


Mendengar ucapan Javanka David pun hanya bisa mengikuti keinginan keponakan nya itu, karena sejujurnya dia juga sangat sibuk hari bahkan dia sudah memiliki janji temu.


Setelah beberapa saat Javanka pun pergi meninggalkan Mansion dengan di ikuti oleh beberapa pengawal pribadinya yang selalu mengawal kemanapun Javanka pergi.


.


.


.


💐💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2