Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 195


__ADS_3

Pagi hari Avan terbangun dari tidurnya, Alex yang sudah bangun lebih awal pun menyapa putrinya. Kemudian Alex membantu putrinya mandi dan berpakaian, setelah itu dia menyerahkan putrinya pada pelayan untuk mengikat rambut putrinya dan dia pun pergi mandi dan bersiap.


Javanka hanya diam saja tidak banyak bertanya, dia hanya duduk di kursi depan meja rias sambil sesekali mengusap.


" Nona masih mengantuk? tanya si pelayan yang sedang mengikat rambut Javanka.


" Enda antuk Avan, Avan cuma uap aja. jawab Javanka sambil menggelengkan kepalanya.


" Oh begitu, saya kira nona mengantuk. Habis dari tadi menguap terus sih. kata si pelayan sambil tertawa kecil.


" He he he....... Avan enda antuk, Avan cuma hungry. jawab Javanka sambil tersenyum malu-malu.


" Ya ampun nona, kalau begitu Ayo kita turun lebih dulu agar nona bisa segera sarapan. ucap si pelayan panik setelah mengetahui nonanya lapar.


" Enda papa, Avan tunggu papah caja. Mba ikat wambut Avan di geyung caja yah, jangan di ikat biaca. kata Javanka pada si pelayan.


" Baiklah nona. jawab si pelayan itu, lalu dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya.


Tak berselang lama Alex pun keluar dan berjalan menghampiri putrinya, lalu dia pun menggandeng putrinya keluar dari kamar menuju meja makan di lantai bawah.


Keduanya pun duduk bersebelahan, seperti biasa Alex selalu mengutamakan putrinya terlebih dulu baru lah dia mengurus dirinya sendiri.


" Papah, kita mau kemana? tanya Javanka yang belum menyentuh sarapannya.


" Kita akan pergi ke akademi mu hari ini, soalnya hari ini adalah hari pendaftaran nya sayang. jawab Alex sambil mengambil makanan dan menaruh di piring nya.


" Oh iya, Avan mau cekoyah papah? tanya Javanka dengan antusias.


" Iya sayang kamu akan sekolah, mangkanya sekarang kamu makan makanan mu lalu setelah itu kita berangkat ke sekolah kamu. jawab Alex tersenyum manis dan mengelus lembut kepala putrinya.

__ADS_1


Javanka pun menganggukkan kepalanya lalu dengan patuh dia mulai memakan sarapannya, Alex yang melihat itu pun hanya tersenyum simpul.


Setelah selesai sarapan, keduanya pun berjalan menuju pintu utama di ikuti oleh pak Rudi di belakang. Sekertaris Aldo yang sudah sedari tadi menunggu langsung membukakan pintu untuk nona dan tuan mudanya, setelah mengucapkan sapaan nya.


" Uncle Aydo. panggil Javanka setelah masuk ke dalam mobil, lalu mobil pun perlahan berjalan meninggalkan Mansion.


" Iya nona. jawab sekertaris Aldo sambil mengemudikan mobil.


" Avan mau cekoyah. kata Javanka memberi tahu dengan penuh antusias.


" Iya, nona sekarang akan masuk sekolah. jawab sekertaris Aldo sambil tersenyum manis pada sang nona.


" Wahhhhhhhhh........... cepelti apa cekoyah Avan uncle? tanya Javanka penasaran.


" Sangat bagus dan nyaman untuk nona. jawab sekertaris Aldo dengan sopan.


Sementara Alex hanya tersenyum melihat tingkah laku putrinya.


Harusnya kalau tahu dia sesenang ini, aku pasti akan menyekolahkan nya lebih awal. Kasihan kamu nak, pasti bosan yah di rumah terus.


Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di akademi pilihan Alex, yang letaknya tak terlalu jauh dari Mansion.


Begitu mobil memasuki gerbang sekolah Avan dengan begitu semangat membuka jendela mobil, Alex hanya membiarkan putrinya saja dan memegangi putrinya dari belakang.


" Wahhhhhh........... Napa cekoyah Avan becay cekayi papah? tanya Javanka begitu melihat ada sebuah bangunan besar dan tinggi di hadapannya.


" Entahlah papah juga tidak tahu. jawab Alex yang memang tidak terlalu paham dengan sekolah ini.


Alex pun mengajak putrinya turun setelah mengantar di lobby utama, sekertaris Aldo pun memberikan kunci mobil pada penjaga untuk di parkirkan secara teratur. Lalu dia pun mengikuti tuan muda dan nonanya, sambil membawa beberapa berkas yang dibutuhkan oleh nonanya.

__ADS_1


Semua orang yang ada di situ terkejut bukan main kala melihat sosok Alex, yang kemarin ada di dalam televisi mereka dan sekarang sosoknya sedang berada tak jauh dari mereka.


Semua salah berbisik satu sama lain kala melihat Alex dan putrinya yang jadi pembicaraan hangat di masyarakat umum, tiba-tiba seorang yang di duga pemilik sekolahan itu pun datang menghampiri Alex.


Pria itu pun menyambut Alex dengan sangat ramah dan sopan, lalu dia pun mempersilahkan Alex langsung keruangan nya dari pada mengantri pendaftaran.


Alex hanya tersenyum tipis dan mengikuti kemana si kepala pemilik sekolahan membimbingnya, sekertaris Aldo hanya mengikuti di belakang tuan mudanya sambil mengajak nonanya mengobrol karena Javanka memang sedang bersama Aldo.


" Nona suka tidak dengan sekolahannya? tanya Aldo sedikit berbisik pada Javanka.


" Iya suka. jawab Javanka dengan riang dan di ikuti tawa kecilnya.


" Syukurlah kalau nona suka. ucap Aldo, tanpa sadar dia menyentuh pipi gembul milik nonanya.


Javanka hanya tertawa renyah melihat Aldo yang memukul-mukul tangannya, karena telah lancang menyentuh nonanya tanpa izin.


Mereka pun tiba di ruang si pemilik sekolahan, mereka di persilahkan duduk di sofa lalu di jamu dengan teh lengkap dengan camilan nya.


" Sudah tidak usah repot-repot, saya kesini bukan untuk menumpang sarapan kok. ucap Alex yang tidak pernah menyaring ucapannya.


" Tidak tuan muda, saya sama sekali tidak merasa di repotkan oleh anda. Justru saya sangat senang dengan kedatangan tuan muda dan sekertaris Aldo ke sekolah saya ini. jawab si pemilik sekolah dengan sopan.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2