
Setelah selesai melakukan tugasnya sekertaris Aldo pun muncul kembali, pria itu kembali duduk di tempatnya seperti semula.
" Hey Do, dari mana kau mendapatkan payung itu? tanya Caca pada Aldo begitu Aldo duduk di sampingnya sambil menunjuk payung yang tadi di pakai oleh Aldo.
" Entahlah, aku hanya menemukannya di sana. jawab sekertaris Aldo dengan wajah datarnya sambil menunjukan tempat dia menemukan payung tersebut.
" Wahhhhh.......... parah kau Do, itu pasti milik seseorang kenapa kau malah sembarangan mengambilnya? kata Caca dengan menggebu-gebu menyalahkan tindakan Aldo.
" Aku tidak mengambilnya aku hanya meminjamnya sebentar. jawab Aldo dengan santai.
" Tapi kalau kau meminjamnya harusnya kau meminta izin pemiliknya terlebih dahulu. ucap Caca lagi masih menyalahkan tindakan Aldo.
" Aku sudah meminta izinnya kok. jawab sekertaris Aldo lagi.
" Kapan? tanya Caca dengan wajah yang mulai kesal.
" Tadi dalam hatiku sebelum aku menggunakannya. jawab sekertaris Aldo jujur.
Mendengar jawaban sekertaris Aldo David dan Javanka pun tertawa terbahak-bahak, sementara Alex hanya tersenyum tengil sedangkan Caca tampak begitu kesal.
" Mana ada orang meminta izin meminjam sesuatu mengatakannya lewat hati. ucap Caca dengan wajah sebalnya, dia benar-benar merasa di permainkan oleh Aldo.
" Bisa kok, aku dan dia selalu melakukannya kok. ucap Alex membela sekertaris nya.
" Apakah kau berpikir aku akan mempercayainya dengan kau mengatakan hal itu. ucap Caca pada Alex.
" Kau harus percaya, karena kemampuan sekertaris ku memang hebat. Dia bisa menerawang jauh lebih dalam tentang apa yang aku pikirkan, kami bahkan bisa berbicara melalui telepati. kata Alex lagi membangga-banggakan sekertaris nya yang sangat kompeten.
" Kau dan dia sama gilanya, mangkanya dia mengerti jalan pikiran gila mu. ucap Caca kesal dengan pemikiran Alex yang tidak masuk akal.
Alex pun menendang kaki Caca setelah mendengar ucapan Caca, lalu dia pun menatap wajah sekertaris. Sekertaris Aldo yang melihat tatapan mata tuan mudanya pun langsung mengangguk mengerti.
" Aduhhhhhhh.......... sakit Lex. ucap Caca merintih kesakitan lalu memegang kakinya tempat dimana Alex menendangnya tadi.
Tak berselang lama tiba-tiba ponsel Caca pun berdenting, Bunyi pesan email masuk. Lalu Caca pun mengambilnya dan kemudian membacanya.
" Kau gila Lex, kembalikan semua uangku. ucap Caca setelah membaca isi email yang baru masuk.
Alex hanya tertawa jahat diikuti oleh sekertaris Aldo Aldo yang tersenyum misterius, sementara Javanka tampak bingung ia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi terjadi. Sedangkan David hanya terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Lalu tak berselang lama hujan pun reda, lalu mereka pun pulang, tentunya setelah meletakkan beberapa lembar uang di atas meja untuk membayar teh hangat dan juga uang laundry handuk yang mereka pakai.
Javanka pun berpamitan pada si ibu itu dengan sopan, sementara Alex dan yang lainnya hanya tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Kemudian mereka pun kembali ke rumah yang sudah di sewa oleh sekertaris Aldo, sesampainya di rumah tersebut pak Rudi dan beberapa pengawal pun menyambut kedatangan tuan muda, nona dan yang lainnya.
" Selamat datang tuan muda, nona, sekertaris Aldo, tuan Caca, tuan David. ucap pak Rudi dengan sopan.
" Bapak kok belum tidur. ucap Javanka dengan lembut pada kepala pelayan yang sangat ia sayangi.
" Tidak nona, saya tidak akan bisa terlelap jika tuan dan nona belum sampai di rumah dengan selamat. jawab pak Rudi, pria paruh baya itu sangat setia pada keluarga Mahendra bahkan sampai sekarang.
" Bapak seharusnya tidak usah menunggu ku dan papah pulang, bapak harus lebih banyak istirahat agar bapak sehat selalu. ucap Javanka penuh kekhawatiran pada kepala pelayannya yang sudah mulai sakit-sakitan.
" Iya pak, bapak lebih baik banyak-banyak istirahat. sambung Caca yang tahu betul dengan kondisi kesehatan pak Rudi.
" Terimakasih nona, tuan Caca. Tapi selama saya masih sanggup berjalan saya akan selalu menyambut keberangkatan dan kepulangan tuan muda dan nona. ucap pak Rudi sopan sambil tersenyum simpul pada nonanya.
" Akhhhhhhhh......... jangan bilang begitu, Aku ingin bapak sehat selalu agar bisa menemani aku dan papah. ucap Javanka yang terlihat sedih.
" Pak, bapak harus banyak istirahat. Agar bapak bisa selalu menemani kami, dan menjaga kami. ucap Alex pada pak Rudi kepala pelayan yang sangat ia percaya.
" Baik tuan muda, saya pasti akan melakukannya. jawab pak Rudi langsung patuh.
" Oh iya, tuan muda, nona, Sekertaris Aldo, tuan Caca dan tuan David ingin makan malam apa biar saya sampaikan pada koki untuk menyiapkan makan malam? tanya pak Rudi lagi pada Alex dan yang lainnya.
" Aku tidak deh, aku hanya ingin minum kopi saja. jawab Alex sambil melangkah menuju kamar yang sudah di siapkan untuknya.
" Aku, Aldo dan David boleh deh. Soalnya kami sudah mulai lapar lagi, terserah koki mau siapin masakan apapun asal menu makanannya nasi dan berkuah. jawab Caca yang sudah berkoordinasi dengan David dan Aldo.
" Baik tuan akan saya sampaikan, kalau begitu saya permisi dulu. ucap pak Rudi lalu berjalan pergi.
Sementara Javanka sudah lebih dulu masuk kedalam kamar yang sama dengan papahnya, karena tadinya papahnya sudah mengatakan kalau dirinya harus tidur bersama sang papah .
Setelah masuk ke dalam kamar Javanka pun duduk di sofa sambil membuka gadget dan laptopnya, lalu secara bergantian gadis remaja itu mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.
Dengan wajah serius gadis remaja itu menatap layar laptopnya, sementara Alex yang baru keluar setelah selesai mandi pun menatap ke arah putrinya.
" Kamu tidak mandi sayang? tanya Alex yang ikut duduk di sofa sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
" Hmmmmm....... sebentar lagi pah, aku harus mengerjakan tugas-tugas ku lebih dulu. jawab Javanka tanpa menatap ke arah sang papah.
" Memang apa sih tugasnya? tanya Alex lagi kepo sambil melihat layar laptop putrinya.
" Ini papah liat aja. jawab Javanka lagi sambil dengan wajah serius melihat layar laptopnya.
Alex pun melihat sekilas, lalu setelah itu dia pun berjalan pergi meninggalkan putrinya. Namun tidak berselang lama dia pun masuk kembali dengan membawa laptopnya.
__ADS_1
Dan akhirnya papah dan putrinya itu pun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, hanya terdengar suara ketikan mouse dan keyboard dari masing-masing laptop yang mereka gunakan.
Setelah satu setengah jam berlalu Javanka pun merentangkan tangannya yang terasa pegal, lalu gadis remaja itu pun menutup layar laptopnya kemudian dia pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Perlahan-lahan Javanka pun melepaskan satu persatu pakaiannya, lalu dengan lembut dia membersihkan tubuhnya kemudian gadis remaja itu pun masuk ke dalam bathtub untuk berendam.
" Akhhhhhhhhhhhhhh.......... nyamannya. gumam Javanka pelan sambil menikmati ketenangan dari aroma lilin sambil memejamkan matanya.
Sedangkan Alex masih dengan serius bekerja, dia bahkan tidak sadar jika putrinya telah pergi saking seriusnya.
Sementara itu di ruang makan Caca, David dan juga sekertaris Aldo sedang menyantap makanan malam mereka. Ketiganya pun terlihat sesekali mengobrol dengan santai sambil menikmati makanan mereka masing-masing.
" Hey Alex mana? tanya David pada Aldo.
" Mungkin tuan muda sedang ada di kamarnya. jawab sekertaris Aldo santai.
" Kok dia gak keluar sih? tanya David lagi sambil celingukan mencari Alex.
" Sepertinya tuan muda tidak akan keluar dari kamarnya, karena tuan muda tadi sudah mengambil laptopnya dan mengatakan akan bekerja di kamarnya. jawab sekertaris Aldo jujur karena dia sempat bertemu tuan mudanya kala tuan mudanya akan mengambil laptop.
David pun mengangguk mengerti.
Pak Rudi dan dua orang pelayan pun berjalan menuju kamar tuan mudanya, lalu beliau pun mengetuk pintu.
Tokkkkkkkk.......tokkkkkkk......tokkkkkkkk ..........
" Masuk. sahut dari dalam kamar.
" Permisi tuan muda, saya mengantarkan kopi untuk tuan muda dan susu hangat serta buah potong untuk nona. ucap pak Rudi sambil menyuruh keduanya pelayan untuk meletakkan pesanan tuan muda dan nonanya di atas meja.
" Makasih yah pak. ucap Alex pada pak Rudi sambil tersenyum tipis.
" Sama-sama tuan muda. jawab pak Rudi lalu pamit pergi keluar dari kamar tuan muda.
" Kemana dia? ucap Alex baru sadar jika putrinya sudah tidak duduk di sampingnya lagi.
.
.
.
💐💐💐💐
__ADS_1