
Alex langsung mengecek kondisi putrinya, dari detak jantung, urat nadi dan juga nafasnya.
" Detak jantungnya melemah. ucap Alex bergetar hebat menatap ke arah putrinya.
Semua orang yang mendengar itu pun langsung buru-buru membawa Javanka ke rumah sakit, sementara Alex dengan lunglai mengikuti di belakang.
Meeting siang itu pun telah usai dengan kepanikan dan kehewatiran.
" Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa sampai seperti itu? ucap Alex bergumam di sepanjang jalan menuju rumah sakit.
Aldo yang melihat tuan muda dan nonanya pun hanya bisa berpikir keras, dia juga menyalakan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada nonanya.
Sesampainya di rumah sakit Javanka pun langsung di tanganin oleh dokter umum, dengan serius dia memeriksa keadaan Javanka.
" Sus, tolong siapkan ruang ACU segera. Pasien mengalami koma, dan tolong hubungi dokter Caca dan juga dokter Herman. ucap dokter yang memeriksa keadaan Javanka pada perawat yang ada di sampingnya.
Sang suster langsung bergegas pergi, sementara Alex dan beberapa orang yang ada tak jauh dari Javanka pun mematung mendengar ucapan sang dokter.
" Tuan muda. ucap sekertaris Aldo langsung memapah Alex ketika melihat hampir terjatuh.
" Apa yang terjadi pada putriku? tanya Alex pada sang dokter.
" Mohon maaf tuan muda, saya belum bisa menyimpulkan bagaimana kondisi nona saat ini. Menurut pemeriksaan saya nona mengalami koma yang di akibatkan kelelahan dan juga stres yang berlebihan. ucap sang dokter sambil membungkukkan badan.
" Apa stress? ucap Alex yang terkejut mendengar ucapan si dokter.
__ADS_1
Alex pun langsung berjalan menghampiri putrinya yang sedang terbang di atas ranjang pasien, pria itu membungkukkan tubuhnya lalu memeluk putrinya sambil menangis.
" Avan sayang bangun yuk, papah kan mau ajak kamu keliling Asia. Kita akan liburan di sana dan salah satu nya adalah Indonesia tempat dimana kamu ingin melihat hewan komodo, jadi sekarang bangun yah...... ucap Alex pada putrinya yang tidak sadarkan diri, tanpa sadar air mata nya mengalir begitu saja.
Orang-orang yang mengantar Javanka pun ikut menangis mendengar ucapan tuan muda mereka, mereka tidak menyangka di balik sosok arogan dan angkuh nya tuan mereka. Tersimpan sifat yang begitu lembut dan hangat pada putri kesayangannya.
" Kamu kenapa lagi sih nak? papah kan pengen liburan bareng kamu, jadi Ayo cepat bangun dan peluk papah bilang kamu mau ikut dan happy. ucap Alex lagi sambil terus menangis memeluk putrinya.
Lalu Caca dan rekannya pun terlihat berlari menghampiri Alex, mereka benar-benar terkejut mendengar kabar yang tiba-tiba ini.
" Lex tolong tunggu sebentar, aku ingin mengecek kondisi Avan dulu. ucap Caca pada Alex yang masih memeluk putrinya.
Dengan bantuan sekertaris Aldo, Alex pun berdiri di samping putrinya dan melihat Caca yang langsung mengecek kondisi Javanka.
Setelah beberapa saat lamanya, Caca langsung meminta perawat dan rekannya untuk membawa Javanka masuk ke ruang ACU. Lalu Avan pun di bawa pergi.
" Kau pikir aku tahu, aku juga tidak tahu kenapa putriku sempai seperti ini. jawab Alex berteriak marah pada Caca.
" Seharusnya kau lebih teliti dalam menjaga Avan, aku sudah mengatakan padamu berulang kali. Kalau Javanka tidak boleh terlalu lelah apalagi stress. kata Caca yang dengan emosi menyalakan Alex.
" Aku tidak tahu, aku cuma tahu dia hanya memiliki sedikit masalah di sekolah nya. ucap Alex sambil menangis sedih.
" Sekolah, Avan masuk sekolah? tanya Caca memastikan kembali ucap Alex.
" Iya, aku memasukkan putriku sekolah di sekolah umum. jawab Alex.
__ADS_1
" Kau gila Lex, seharusnya kau tidak perlu memasukkan Javanka ke sekolah umum. Kerena resiko nya pasti akan seperti ini, kenapa kau mengambil keputusan yang ceroboh sih? ucap Caca yang akhirnya mengetahui akar permasalahan dan juga penyebab kondisi Javanka seperti ini.
" Aku memang salah, tapi aku melakukan ini karena aku pikir Javanka sangat ingin bermain bersama dengan teman-teman seusianya. kata Alex akhirnya mengatakan apa alasannya. " Kau pikir aku mau putriku seperti ini? aku juga sangat terpukul dengan keputusan yang ku ambil sendiri. ucap Alex lagi sambil berjongkok dan memegang kepalanya dengan frustasi.
" Seharusnya saya memang dari awal memberikan gadis kecil itu. ucap sekertaris Aldo tiba-tiba.
Sontak Alex dengan beberapa orang yang ada di situ termasuk Caca pun melihat ke arah Aldo, seperti bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
" Nona mengalami bully di sekolah. ucap sekertaris Aldo akhirnya memberitahu apa yang di alami oleh Javanka pada tuan mudanya.
" Bully, apa maksud mu dengan bully? tanya Alex langsung bangkit menghampiri Aldo.
Lalu Aldo pun menceritakan semuanya di awal sampai akhir, dia juga memberi tahu siapa saja yang terlibat termasuk guru yang membela murid yang salah.
" Sial kau Do, harusnya kau dari awal mengatakan hal ini pada ku? ucap Alex dengan marah memukul Aldo hingga tersungkur.
" Sudah Lex, jangan kau melakukan hal bodoh ini. Kau pikir dengan kau memukul Aldo Javanka akan bangun. ucap Caca melerai Alex yang hendak memukul sekertaris nya lagi. " Lagi pula Aldo hanya menjalankan keinginan Javanka, dia tidak bersalah dalam hal ini. sambung Caca lagi berusaha menenangkan Alex.
" Sekarang kau seret kemari semua orang yang terlibat dalam pembullyan ini? ucap Alex dengan marah pada sekertaris Aldo.
" Jangan, jangan kau melakukan hal bodoh Lex. Aku tidak mau rumah sakit ini di jadikan tempat menyiksa orang. ucap Caca yang melarang perintah Alex pada sekertaris Aldo.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐