Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 104


__ADS_3

Alex pun berjalan mendekati putrinya, lalu dia pun duduk di lantai di samping putrinya. Dia juga menyandarkan kepalanya di pangkuan putrinya dengan manja.


" Moning papah, papah is awake? sapa Javanka, sambil tersenyum manis.


" Hemmmmm....... jawab Alex malas, dia benar-benar kehilangan energinya karena saking khawatirnya pada putrinya tadi, dan kini dia pun merasakan lemas di bagian kakinya.


Sementara Javanka dengan perlahan melanjutkan memakan sarapannya, wajah Alex di penuhi dengan butiran nasi yang berjatuhan dari sendok putrinya. Karena memang kepala Alex ada di pangkuan putrinya yang sedang makan.


Tanpa memberi tahu atau pun protes pada putrinya, pria itu memilih diam dan mengambil satu persatu nasi tersebut lalu dia pun memasukkan ke dalam mulutnya.


" Emhmmmmm...... ternyata enak yah, papah mau dong nak. ucap Alex setelah merasa remahan nasi goreng ini.


" Papah mau. jawab Javanka dengan antusias.


" Iya mau, tapi di suapin sama kamu yah. ucap Alex yang lupa jika putrinya tidak bisa melihat.


" Hemmm..... yah papah. jawab Javanka, gadis kecil itu pun menyendok akan nasi lalu meraba-raba wajah Alex untuk mencari di mana letak mulai papahnya.


" Papah aaaaa..... ucap Javanka lagi yang sudah berhasil menemukan mulut papahnya.


Karena kurang tepat, Alex pun membimbing tangan putrinya dan dia pun maju untuk mempermudah putrinya.


" Sorry Avan papah, Avan can't see so Avan doesn't know where Avan should give it to papah. kata Javanka yang terdengar suaranya begitu sedih.

__ADS_1


" Tidak apa-apa sayang, harusnya papah makan sendiri saja tadi. Jangan menyalakan dirimu sendiri nak, karena kamu tidak bersalah. ucap Alex memberi tahu bahwa putrinya tidak bersalah sedikit pun.


Karena tidak ada satu orang pun yang menginginkan dirinya sendiri tidak bisa melihat, termasuk orang yang memang tidak bisa melihat sedari kecil.


" Papah mau yagi. tanya Avan pada sang papah dengan suara yang ceria.


" Tidak sayang, kamu habiskan saja makanannya nak. jawab Alex menolak dengan lembut.


" Avan already feel very full papah. kata Avan sambil memegang perutnya yang sudah gendut.


" Baiklah cinta, papah makan yah. jawab Alex lalu mengambil alih piring itu lalu memakan nasi gorengnya, dia tidak ingin membuat putrinya kecewa padanya di tambah dirinya memang tidak makan semalaman.


Alex pun akhirnya menghabiskan nasi goreng yang tinggal setengah itu, sementara Javanka hanya diam saja.


Javanka hanya menggelengkan kepalanya, menjawab bahwa dirinya belum mandi.


" Papah mandikan yah nak? ucap Alex meminta persetujuan dari putrinya.


" Iya papah. jawab Javanka sambil tersenyum senang.


Lalu Alex pun menggendong putrinya menuju kamar pribadinya, dia meninggalkan begitu saja ruangan yang sudah berantakan itu.


" Papah. panggil Javanka dengan lembut.

__ADS_1


" Yeh sayang. jawab Alex yang sedang sibuk mengeramasi rambut panjang putrinya.


" where does mami live pah? tanya Javanka tiba-tiba mempertanyakan keberadaan mamahnya.


Alex yang mendengar pertanyaan itu pun langsung terkejut, dia terdiam sejenak berpikir bahwa putrinya mengatakan kalimat yang salah.


" Papah, where is mommy? Last night Avan met mami, mami also invited Avan to play together papah. ucap gadis kecil itu mengatakan tentang mimpinya semalam.


" But after we played, mommy left Avan alone. Is it because Avan is not a good daughter for mommy, so mommy leaves Avan. ucap Javanka lagi sambil menangis mempertanyakan keberadaan mamahnya, dan mengapa mamahnya pergi meninggalkan dirinya sendiri.


Alex yang mendengar itu pun ikut menangis, pria kekar dan gagah itu hanya memeluk putrinya yang sedang menangis. Dia tak bisa mengatakan apapun tentang istrinya pada putrinya sendiri.


Lalu Javanka melepaskan pelukan papahnya dan meraba-raba mencari wajah sang papah.


" Papah please take Avan to meet mami, Avan really wants to meet and play with mommy again papah. ucap gadis kecil itu sambil menangis sesenggukan di hadapan papahnya.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2