
Dengan cepat sekertaris Aldo bergegas menghampiri atasannya dan juga putri semata wayangnya yang sedang menikmati makan malam.
Dari kejauhan sekertaris Aldo sudah memasang senyuman yang tulus, Alex yang melihat itu pun sempat bertanya-tanya apa yang membuat sekertaris nya begitu bahagia pikirnya.
" Selamat malam tuan dan nona. sapa sekertaris Aldo dengan sangat ramah kala dirinya sudah ada di hadapan keduanya.
" Mayem Om Aido. jawab Javanka dengan mulut yang di penuhi makanan dan tersenyum simpul pada sekertaris papah nya.
Alex sama sekali tidak menjawab nya, dia malah menaikkan alisnya bertanya-tanya karena tidak biasa nya sekertaris bersikap sopan pada nya kecuali dirinya sedang menginginkan sesuatu.
" Apa yang kau inginkan? tanya Alex tanpa berbasa-basi dengan tatapan matanya yang menajam pada sekertaris nya.
" papah Don't be like that, Om Aido Don't be like that, Om Aido has already helped papah at work, so let him have dinner with us. ucap Javanka memarahi sikap papahnya yang suka seenaknya.
Hemmmmmm..... aku benar-benar jadi terharu, nona benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa, nona memang yang terbaik.
Merasa kalau nona nya membela dirinya sekertaris Aldo sampai tersenyum penuh kemenangan pada atasannya, apa lagi saat nona nya mempersiapkan diri duduk di samping nya.
__ADS_1
Sekertaris Aldo seakan-akan mendapatkan tiket lotre, senyuman nya terus ia pancarkan dan perlihatkan pada atasannya, Alex yang melihat itu hanya bisa membuang pandangannya karena kesal.
*Hehhhhhhhh...... sungguh pelit sekali kau tuan, makanan sebanyak ini kau sama sekali tidak rela membagikan nya pada ku yang tidak lain adalah sekertaris mu sendiri, kau memang jahat tuan.
lagi pula kau tidak akan langsung jatuh miskin karena memberikan nya pada ku, dasar bos medit. untung saja putri mu sangat lah baik hati jadi aku bisa bertahan bekerja dengan mu*.
Sekertaris Aldo pun akhirnya ikut makan bersama dengan atasannya dan juga putrinya kecilnya yang menggemaskan, terlihat dia sangat lahap menyantap semua hidangan yang ada.
" Lahap sekali yah kau makan? sudah berapa hari kau tidak makan, heh? kata Alex menyindir sekertaris nya.
Lebih baik aku makan sambil melihat nona dari pada mendengar kan ocehan mu tuan.
Alex yang merasa kesal melihat melihat sekertaris nya mengabaikan ucapan nya pun makin menajamkan pandangan nya, memperhatikan ketidak sukaan nya.
Ya yah..... aku tahu tuan, aku memang lah sangat tampan. Tapi tolong singkirkan tatapan mata mu yang seperti akan membunuhku itu, karena itu sama sekali tidak akan berguna bagi ku.
" Sepertinya kau tidak pernah menemukan makanan seenak di rumah ku yah? sampai-sampai kau terlihat seperti orang kelaparan. ucap Alex yang tidak mau kalah dan tidak berhenti menyindir dan juga mengejek sekertaris nya.
__ADS_1
Sial..... tuan, kau benar-benar yah mulut mu itu memang minta di di musiukan. Tapi memang benar sih makan yang di sajikan di Mansion selalu enak-enak dan berkualitas itu adalah fakta yang tidak bisa di bantah.
Javanka yang melihat tatapan mata papah nya yang begitu dingin pada sekertaris Aldo pun, dengan cepat dia menegur papahnya.
" Papah please don't be like that, papa always teaches Avan good things, for example to always share food, that's what papa always teaches Avan. ucap Javanka dengan lembut memegang tangan papahnya, dan menginginkan kembali hal-hal di tanamkan pada dirinya.
Alex yang sedikit terkejut pun dengan cepat merubah mimik wajahnya, dia pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum simpul pada putrinya.
Nona memang yang terbaik, hemmm..... sekarang aku bisa makan dengan tenang, kalau perlu aku akan meminta pak Rudi untuk membungkus makan ini hahhahahhha......
*
*
*
💐💐💐
__ADS_1