Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
chapter 42


__ADS_3

Setelah selesai sarapan bersama dan membayar semua makanan nya Alex pun menemani putrinya ke taman sesuai dengan janjinya tadi, Javanka hanya memilih untuk duduk di kursi dan menikmati angin yang sejuk karena cuaca nya sedang mendukung dan tidak ada matahari.


" Sayang papah ikat yah rambut nya? ucap Alex saat melihat rambut panjang putrinya berterbangan karena tertiup angin.


" Hemmm...... it's okay papah, but Avan didn't bring his hair tie then what do you use to tie his hair papah? tanya Javanka sambil terus membetulkan rambut nya yang panjang.


Mendengar ucapan putrinya Alex pun berpikir dan melihat kearah sekeliling nya, lalu pandangannya tertuju pada sedotan. Kemudian Alex pun tersenyum dan mengambil sedotan itu, namun sebelum itu dia mencuci bersih terlebih dulu sedotan itu.


Javanka hanya diam dan memperhatikan apa yang di lakukan papahnya, gadis kecil itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


" Nah, kemarin lah sayang. kata Alex yang sudah kembali duduk di samping putrinya.


Dengan patuh Javanka mendekat pada papahnya, dan duduk membelakangi papah nya karena itu permintaan sang papah.


Alex pun dengan cepat mengumpulkan rambut putrinya lalu dia pun menggelung nya menjadi seperti bola bulat, setelah itu dia mengikuti nya dengan sedotan yang dia ambil tadi.


Dengan skill dadakan nya akhirnya Alex pun berhasil mengingat rambut putrinya, walaupun terlihat sedikit berantakan namun cukup rapih lah untuk pemula.

__ADS_1


Karena biasanya Alex selalu meminta putrinya untuk tidak mengikat rambut nya, menurut Alex putrinya jauh lebih menggemaskan jika membiarkan rambut panjang nya terurai.


Kalau pun putrinya meminta untuk di ikat rambut nya, biasanya pengasuhnya lah yang melakukan nya. Namun karena tidak ada sang pengasuh mau tidak mau Alex harus melakukan nya sendiri.


" Nah, sudah selesai sayang. kata Alex sambil memandangi hasil ikatannya.


" Hemmmm.... sepertinya papah harus membuka usaha baru sayang. kata Alex lagi tiba-tiba, sambil terus melihat ke arah rambat putrinya.


" what kind of business is it papah? tanya Javanka dengan polosnya.


" do whatever papah like, as long as it makes papah happy. ucap Javanka yang malas kalau sudah menyangkut urusan pekerjaan papah nya.


" Baiklah, papah akan meminta sekertaris Aldo untuk memulai nya. kata Alex lalu mengetikan pesan pada sekertaris pribadi nya.


Javanka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat kelakuan papah nya.


" How about if Avan's hair is cut short, so that everyone doesn't feel bothered? ucap Javanka tiba-tiba mengusulkan agar rambutnya di potong saja.

__ADS_1


" Hah..... apa? di potong, tidak yah sayang. Papah tidak akan mengijinkan mu untuk memotong rambut mu yang indah ini. terkejut dengan usulan putrinya sekaligus menolak keras usulan itu.


" why is it papah? tanya Javanka yang bingung dengan penolakan papah nya.


" Karena papah sangat menyukai rambut panjang mu sayang. jawab Alex dengan egois.


" ohhh..... so papah likes Avan's hair more than Avan himself.ucap Javanka yang hanya menanggapi kata-kata papahnya yang menyukai rambut nya saja dari pada dirinya, gadis itu itu pun langsung menyipitkan matanya dan turun dari kursi lalu meninggalkan papah nya.


" Hah....... apakah aku mengatakan hal yang salah? ucap Alex yang terbengong melihat putrinya meninggalkan nya dengan menggeret tiang infus nya.


*


*


*


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2