
Seperti yang telah di janjikan Javanka benar-benar istirahat total di rumah sakit, pada hari Senin David pun datang ke akademi Javanka untuk mengajukan izin Javanka tentunya dengan membawa surat dokter sesuai standar akademi.
Diona yang biasanya datang mepet ball masuk sekolah, kini dia datang lebih awal dari biasanya. Bahkan gadis itu sempat memutar jalan yang lebih jauh agar bisa melewati kelas Javanka.
Hmmmmmmmmm....... apakah dia belum datang? ucap Diona bertanya-tanya dalam hatinya sambil melihat-lihat ke dalam kelas Javanka, namun sosok yang ia cari tak kunjung terlihat.
Lalu dia pun melanjutkan langkah, namun tiba-tiba pandangannya tertuju pada sosok pria dewasa yang sedang mengobrol dengan wali kelas Javanka di depan kantor guru.
Sepertinya dia masih sakit? mangkanya uncle nya datang untuk meminta izin. Apakah dia baik-baik saja? aku ingin melihat keadaannya. kata Diona lagi di dalam hatinya sambil melihat sosok David.
David yang sadar jika dirinya sedang di perhatikan pun melihat ke arah Diona, Diona yang melihat itu pun langsung buru-buru membuang pandangannya lalu bergegas pergi.
Selama tiga hari Javanka di rawat di rumah sakit, gadis remaja itu benar-benar ngikutin apa yang di katakan oleh sang papah. Bahkan setelah mendapatkan izin pulang dari dokter, Alex masih tidak mengizinkan putrinya beraktivitas seperti biasa.
Javanka hanya bisa dengan patuh mengikuti keinginan sang papah, selama satu Minggu lebih dia berada di dalam rumah. Semua kegiatan yang bisa di lakukan di dalam rumah sudah ia coba dari mulai merajut, melukis, mempelajari semua pelajaran yang di kirim oleh Lala sampai membaca buku sudah dia lakukan agar bisa mengusir rasa bosan.
Kini gadis remaja itu tengah tertidur pulas di ayunan besar tempat favoritnya, dia tampak sedikit kelelahan karena habis merajut sebuah cardigan untuk sang papah tercinta dengan tangan yang masih memegang hakpen atau jarum rajut ia tertidur.
Pak Rudi hanya duduk diam tak jauh dari nonanya, beliau langsung menutup kelambu nyamuk yang terpasang di ayunan begitu melihat nonanya tertidur agar nona kecilnya tidak di ganggu oleh nyamuk saat tertidur.
David yang baru pulang dari tempatnya bekerja pun menghampiri pak Rudi.
" Kemana dia? tanya David pada pak Rudi sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan keponakannya.
" Nona sedang tidur siang di ayunan tuan. jawab pak Rudi yang tahu apa yang sedang di cari oleh David.
David pun berjalan menuju ayunan itu, lalu dia berdiri di hadapan Javanka. Ujung bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman kala melihat Javanka yang tertidur pulas yang wajahnya yang polos persis seperti anak kecil.
Lucu banget sih kamu Van, uncle kan jadi pengen gangguin kamu kalau kamu tidur seperti anak kecil begitu. Namun uncle akan berusaha menahannya agar tidak menggangu waktu istirahatmu, istirahatlah keponakan ku tercinta semoga kamu mimpi indah. kata David sambil memandang wajah Javanka yang tertidur, lalu dia pun kembali masuk ke dalam rumah.
Di sisi lain namun di waktu yang sama, Alex kembali masuk ke dalam ruangannya pria itu baru selesai dengan meeting-meeting yang tidak ada hentinya.
Saat Alex menutup pintu ruangannya dia sedikit terkejut melihat ada seorang perempuan yang sedang duduk di atas meja kerja, namun wajah terkejut tidak bertahan lama dia langsung kembali memasang wajah dinginnya.
__ADS_1
Alex masih berdiri di tempatnya sementara perempuan itu sudah sedari tadi memperhatikannya.
" Siapa yang menyuruhmu? tanya Alex dengan dingin sambil menaikkan sebelah alisnya.
Wanita itu tampak terkejut dengan reaksi Alex, dia juga kaget mengapa Alex bisa mengetahui jika dirinya di suruh oleh seorang.
" Kok kamu dingin banget sih? aku hanya ingin mengobrol santai dan berkenalan saja dengan mu kok, dan tidak ada siapapun yang menyuruh ku. ucap perempuan itu dengan suara yang di buat untuk menggoda Alex.
" Lebih baik sekarang kau keluar dari ruangan ku, aku tidak ada waktu meladeni permainan mu. kata Alex penuh tekanan di setiap katanya sambil melempar tatapan tajam ke arah si perempuan itu.
" Aku tidak akan menganggu mu kok, jika kamu sedang sibuk kerjakan saja pekerjaan mu. Jangan pedulikan aku cuma aku paling akan sedikit bermain-main dengan sesuatu yang ada di dalam celana mu. ucap si perempuan lagi sambil merentangkan kedua kakinya yang membuat apa yang seharusnya tidak terlihat menjadi terlihat dengan jelas.
" Akhhhhhhhhh...... menyebalkan. gerutu Alex sambil membuang pandangannya ke arah lain.
Lalu perempuan itu pun turun dari meja dan perlahan berjalan menghampiri Alex, dengan genit dia berusaha membuat Alex tertarik pada nya walaupun usahanya tidak membuahkan hasil sama sekali.
Alex tampak berusaha untuk tetap tidak berbuat kasar pada perempuan itu, namun rahangnya sudah mulai mengeras menahan amarahnya.
Pandangan Alex menajamkan saat si perempuan memegang dada nya, karena sebenarnya Alex paling benci jika ada seseorang yang menyentuh tubuhnya tanpa seizin darinya kecuali orang-orang yang ada di sekelilingnya itu pun ada batasan, namun itu tidak berlaku untuk sang putri tercintanya yah.
" Aku pikir ketampanan seorang tuan muda Alex si pengusaha sukses hanya rumor semata, namun setelah aku melihatmu secara langsung, ternyata bukan hanya tampan kamu juga begitu gagah dan perkasa itu membuatku semakin menginginkan mu. ucap perempuan itu sambil berbisik di telinga Alex.
" Lebih baik kau enyah dari hadapan ku sekarang, sebelum ku lempar kau keluar dari ruangan ku ini. kata Alex dengan keras lalu berjalan menuju mejanya dan meninggal si perempuan.
Bukannya takut dengan ancaman Alex, perempuan itu malah mengikuti Alex. Perlahan-lahan di berjalan sambil membuka satu persatu kancing kemejanya sendiri.
" Aku sangat menyukai pria arogan dan dingin seperti mu. kata si perempuan itu masih dengan nada khas menggoda sambil terus berjalan menghampiri Alex.
Lalu dia pun berjongkok di depan Alex dengan baju yang hampir terbuka, perlahan-lahan dia hendak menyentuh celana Alex namun Alex dengan segera mendorong dengan keras si perempuan.Yang membuat si perempuan jatuh tersungkur.
Sepertinya aku sudah cukup sabar menghadapi perempuan jadi-jadian ini, tadinya aku tidak ingin berbuat kasar padanya mengingat aku memiliki seorang putri namun sepertinya perempuan ini tidak akan pernah sadar jika aku tidak berbuat kasar padanya. pikir Alex.
" Kau pikir aku akan tertarik pada perempuan murahan seperti mu hah? mau berapa banyak pun perempuan seperti mu muncul di hadapan ku, aku tidak akan pernah tertarik. kata Alex menggentarkan si perempuan, Alex sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Alex bahkan membanting semua barang yang ada di atas mejanya.
__ADS_1
Setelah melihat semua yang dilakukan Alex padanya, sekaligus mendapatkan penolakan keras dan juga hinaan dari Alex, perempuan itu malah semakin menjadi-jadi. Kini dia bahkan sudah melempar kemejanya entah kemana, lalu perlahan-lahan dia membuka rok yang dia pakai.
Bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan pria ini, sekali pun aku harus membuang harga diriku di hadapannya. Aku percaya tidak akan ada pria manapun yang bisa menahan hasratnya ketika melihat wanita cantik dan seksi berdiri di hadapannya tanpa busana, kau pasti akan menjadi milikku.
pikir si perempuan itu sambil memikirkan rencana nya untuk menggoda dan mendapatkan Alex.
Alex pun melihat si perempuan itu dengan tatapan jijik, dia tidak habis pikir dengan pemikiran si perempuan itu. Karena sudah tidak sabar plus kesel Alex pun berjalan menghampiri si perempuan dengan tangannya yang terkepal.
Melihat Alex yang berjalan menghampirinya, si perempuan itu pun kesenangan bukan main, karena dia berpikir akhirnya Alex akan menjadi miliknya dan dia akan menjadi nyonya besar Mahendra.
Brukkkkk....... Alex mendorong keras si perempuan itu, yang membuatnya jatuh tersungkur lalu Alex pun mencengkram erat kedua tangan si perempuan.
" Aku sudah sangat sabar menghadapi mu sedari tadi, namun kau tak kunjung sadar dan malah terus menguji kesabaran ku. Ingat dan tanamkan baik-baik di pikiran mu seorang perempuan itu harus menjaga kesuciannya agar dia bisa menjadi ratu, bukan malah menyerahkan harganya seperti pelacur atau perempuan ******. kata Alex dengan suara yang menyeramkan dan tatapan mata membunuhnya.
Melihat dan mendengar ucapan Alex seketika wajah si perempuan berubah menjadi pucat pasif, dan tiba-tiba pintu ruangan Alex terbuka.
" Tu tu tuan muda. ucap seseorang yang berada di depan pintu.
Alex pun melihat ke arah pintu, dan terlihat lah banyak sekali orang yang berdiri mematung melihat ke arahnya.
Sial........ ini pasti jebakan, akhhhhhhh........ benar-benar merepotkan. ucap Alex dalam hatinya.
Tiba-tiba seorang pria paruh baya masuk ke dalam ruangan Alex, dia pun bergegas menghampiri si perempuan itu.
" Sayang apa yang terjadi nak? kenapa kamu bisa seperti ini? tanyanya pada si perempuan yang ternyata putrinya sendiri.
" Tuan muda, apa yang terlah tuan muda lakukan pada putri saya? saya tidak mau tahu tuan muda harus menikah dengan putri saya atau saya bawa kasus ini ke pengadilan. kata si pria paruh baya itu mengancam Alex agar Alex bertanggung jawab terhadap putrinya dengan senyuman penuh kemenangan namun dia buru-buru merubah raut wajahnya menjadi sedih.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐💐