Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 223


__ADS_3

" Tapi terlepas dari semua itu, aku bersyukur bisa membuat putriku bahagia dengan apa yang aku miliki. Walaupun kalian semua tahu jika putriku adalah sosok anak yang tidak terlalu suka menghambur-hamburkan uang. ucap Alex lagi sambil tersenyum memandang putrinya yang terlelap.


" Iya, yah. Benar juga, aku baru kepikiran, dia sama sekali tidak pernah meminta atau menginginkan sesuatu lho. ucap David yang baru sadar karakter keponakannya.


" Jadi semua mainan dan barang-barangnya di rumah kau sendiri yang membeli nya Lex? tanya Caca yang terkejut.


" Iya, aku semua yang memilih barang-barang untuk nya. Karena setiap kali aku tanyakan padanya, apa yang dia inginkan. Dia akan selalu menjawab apapun yang papah pilih itu pasti yang terbaik untuk Avan, atau begini untuk apa beli-beli barang dan pakaian mahal papah kan uang nya sayang. ucap Alex sambil memeragakan tingkah laku putrinya kala sedang berbicara.


Ketiga tiga pria itu pun terkekeh geli melihat Alex yang berusaha keras memperagakan tingkah Javanka.


" Luar biasa yah anak itu. ucap David yang kagum dengan keponakannya.


" Oh, iya Lex. Kau bukan nya mau mengajak Javanka berlibur? tanya Caca tiba-tiba.


" Itu sudah lewat, tuan muda memang sempat akan mengajak nona berkeliling ke beberapa negara. Namun karena kejadian tadi mengenakan yang menimpa nona, sampai nona koma. Jadi rencana itu di batalkan. jawab Aldo gemas pada Caca yang selalu ketinggalan informasi.


" Oh, sudah lewat yah. Aku pikir belum, soalnya aku ingin ikut bergabung dan liburan bersama juga. kata Caca


" Lima juta dulu, baru kau boleh ikut. ucap Alex pada Caca.


" Lho kok gitu, aku kan dokter Javanka. Masa harus bayar, para pelayan mu saja boleh ikut dan tidak di pungut biaya apapun masa aku doang sih. kata Caca yang tidak terima dengan perlakuan Alex pada dirinya.

__ADS_1


" Biarin, suka-suka aku lah. Aku yang punya uang, kenapa kau mau marah? kata Alex mengejek sahabatnya itu.


Caca hanya memperlihatkan wajah sedihnya, sambil mengepalkan tangannya. sementara Aldo dan David hanya terkekeh melihat nya.


" Papah....... panggil Javanka yang ternyata sudah bangun.


" Iya sayang. jawab Alex langsung bangkit dan berjalan menghampiri putrinya.


" Avan mau mamam. ucap Javanka dengan suara seraknya khas bangun tidur.


" Oh, ya ampun. Anak papah ternyata sedang lapar yah. kata Alex sambil tersenyum pada putrinya.


" Biar saya yang menghubungi pihak rumah sakit agar mereka mengantar makanan untuk nona tuan muda. kata sekretaris Aldo yang seakan-akan sudah tahu apa yang harus dia lakukan.


Lalu Caca pun menelepon seseorang, dan tidak berselang lama makanan untuk Javanka pun datang.


Terlihat bubur putih yang begitu encer dan cenderung tidak enak dimakan maupun di lihat, di sampingnya ada segelas susu hangat dan air putih.


" Apakah itu bisa di makan? tanya Alex pada si petugas yang membawa makanan putrinya.


" Bisa tuan muda, mengingat nona baru saja siuman. Jadi nona boleh di perbolehkan memakan makanan yang terlalu berat, karena khawatir pencernaannya belum stabil. jawab si petugas dengan kepalanya menunduk.

__ADS_1


" Benar Lex, Avan masih belum boleh makan sesuatu yang berat dulu. Dia harus makan makanan yang lunak dan mudah di cerna oleh ususnya, agar semua organ dalam tubuhnya stabil terlebih dulu. kata Caca menimpali, dia tidak mau staf rumah sakit di marah oleh Alex tiba-tiba.


" It's okay papa, Avan wants to eat this. kata Javanka berusaha menyudahi perdebatan yang akan panjang.


" Baiklah kalau begitu. ucap Alex akhirnya menuruti keinginan putrinya.


Lalu dengan telaten Alex menyuapi putrinya, sesekali Javanka meminta minum air. Lalu setelah beberapa suap Javanka sudah tidak menginginkannya lagi.


Alex yang tampak khawatir pun di bujuk oleh Caca, Caca mengatakan bahwa hal itu sudah biasa terjadi pada orang yang baru saja bangun dari koma. Dia juga meminta Alex agar terlalu khawatir pada Javanka, mendengar penjelasan dari Caca Alex pun akhirnya mulai tenang.


Setelah selesai makan Javanka mengobrol dengan keempat pria yang ada di ruangannya, sesekali terdengar tawa yang renyah keluar dari mulut mungilnya Javanka.


Gadis kecil itu akan tertawa terbahak-bahak jika sudah melihat lelucon yang Caca mainkan, karena suara tawanya yang terdengar lucu yang lain pun ikut tertawa.


Melihatnya kembali, kini jiwa dan juga hati ku merasa tenang. Apalagi dengan senyuman dan tawanya yang menghiasi wajahnya, itu membuat ku benar-benar merasa dia sudah kembali.


Akhirnya hari yang dinanti-nanti selama hampir dua bulan lebih, tanpa penerangan sama sekali. Kini kembali terang benderang bersamaan dengan munculnya senyuman yang menghiasi wajah nona.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2