
Lalu keempat yang pun makan malam bersama, setelah makan malam Alex mengusir Caca agar pergi dari rumah nya.
" Jahat kau, dasar manusia berhati iblis. Setelah kau memeras tenaga ku habis-habisan, sekarang kau mau membuang ku begitu saja. ucap Caca berteriak pada Alex dengan marah.
Alex yang mendengar itu hanya memutar kedua bola matanya dengan malas, dia lebih memilih menghiraukan nya dan mengobrol dengan putrinya.
" Hey, bocah tengik. Aku sedang berbicara dengan mu. teriak Caca yang tidak terima di abaikan oleh Alex.
Aldo yang perihatin pun membawa sahabat dan menyuruhnya untuk segera pulang.
" Kalian berdua sama saja, sama-sama manusia berhati dingin. ucap Caca pada Aldo.
Awalnya dia berpikir Aldo akan membujuk dirinya, ternyata Aldo malah mengantar nya ke depan pintu utama.
Aldo langsung mendorong Caca masuk ke dalam mobil, dan meminta supir agar cepat-cepat membawanya pergi. Sebelum Caca merepet seperti kenalpot bajay.
Lalu selama dua hari Javanka tidak masuk sekolah sekolah ditambah hari Sabtu dan Minggu sekolah libur, dan kini di hari Senin Javanka pun kembali masuk ke sekolah.
Tentunya dengan ocehan yang tidak ada henti-hentinya dari sang papah, agar dirinya bisa lebih berhati-hati lagi. Alex memang semakin posesif pada Javanka namun setelah kejadian itu dia semakin, semakin dan semakin lebih posesif lagi atas putrinya.
Javanka hanya diam dan patuh menuruti semua yang di inginkan dan di perintahkan oleh sang papah, gadis kecil itu tahu papahnya melakukan semua itu bukan tanpa alasan, karena beliau sangat menyayangi dan mencemaskan keadaan dirinya.
" Sayang hati-hati yah nak? Jika kamu membutuhkan sesuatu kamu minta tolong saja pada ibu guru yah? ucap Alex di depan lobby sekolah.
" Yes papah, Papah is also careful on the road that he's passionate about his work. jawab Javanka sambil tersenyum manis, lalu dia pun masuk ke dalam.
Alex hanya berdiri mematung beberapa saat menatap kepergian putrinya, raut wajahnya masih tampak terlihat kecemasan terhadap putri nya.
__ADS_1
Apakah keputusan ku sudah benar, untuk menyekolahkan Javanka di sekolah umum. Sudah benar-benar menjadi keputusan yang terbaik untuk nya, atau justru ini sesuatu yang membahayakan nya .
Aku merasa bimbang, di sisi lain aku ingin sekali putriku hidup normal seperti anak seusianya. Namun di sisi lain aku mencemaskan keselamatan nya, apakah aku telah mengambil keputusan yang terbaik untuk atau tidak yah?....
Lalu dia pun kembali masuk ke dalam mobil setelah memantapkan hati nya, jika putrinya pasti akan baik-baik saja.
" Good morning all. sapa Javanka ceria dengan penuh senyuman yang menghiasi wajahnya.
" Morning too Javanka, apa bakar sayang? apakah kamu sudah sembuh? tanya Miss isyka begitu melihat Javanka.
" Avan cudah cembuh Miss. jawab Javanka sambil tersenyum manis.
" Ohhhh....... syukurlah, Miss sampai kaget dengan kejadian itu. kat Miss Andra yang terlihat lega.
Javanka hanya tersenyum simpul lalu berjalan menuju tempat duduknya, sisi yang sudah ada di tempat duduknya memandang Javanka dengan pandangan permusuhan.
Pada pukul makan siang, seperti biasa anak-anak semua sibuk membuka bekal makan siang masing-masing.
" Javanka apakah kamu sudah baik-baik saja? tanya Lala tiba-tiba sudah ada di hadapannya Javanka.
" Avan it's okay lala. jawab Javanka sambil tersenyum manis pada temannya itu. " Don't worry too much about Avan, it's better for us to have lunch together now. Ucap Javanka lagi lalu mengajak Lala makan siang bersama.
Sambil tersenyum Lala pun mengikuti Javanka, dan beberapa dari anak-anak pun ikut bergabung bersama mereka. Dengan senang hati Javanka mempersilahkan nya, bahkan gadis kecil itu tidak ragu untuk membagi kan makanan pada teman-teman nya.
Karena sikap loyalitas, lembut dan sopan santun. Banyak sekali teman satu kelas Javanka yang menyukai nya, bagaimana tidak dia akan selalu membantu siapa pun yang membutuhkan bantuan nya dengan senang hati.
Sementara sisi dan beberapa temannya tampak begitu tidak menyukai popularitas yang Javanka miliki, gadis itu selalu memperhatikan kebencian terhadap Javanka.
__ADS_1
" Minggir kalian, jangan duduk di sini. Ini tempat ku. ucap sisi dan teman-teman yang tiba-tiba datang dan mengusir Javanka beserta teman-temannya.
" Apa maksudmu si, sejak awal kami sudah duduk lebih dulu sebelum kamu datang. ucap Lala yang tidak terima.
" Aku sudah memberikan tanda bahwa tempat ini, jika tempat ini adalah tempat ku. ucap sis dengan arogan.
Ketika Lala mau mengucapkan sesuatu, Javanka pun menahannya. Lalu gadis kecil itu menggelengkan kepalanya, dan mengajak teman-teman untuk pindah ke tempat lain.
Dengan berat hati mereka pun pergi dan berpindah ke tempat yang lain, namun sisi terus berulang lagi dan lagi mengusir mereka.
Brakkkkk.......... Lala yang sudah merasa muak pun akhirnya membantu sesuatu.
" Sudah cukup yah si? aku sudah cukup sabar menghadapi tingkah laku mu yang kekanak-kanakan itu. ucap Lala dengan marah dan berdiri di hadapan sisi.
Javanka yang melihat itu pun langsung bergegas menghampiri temannya dan berusaha untuk menenangkan Lala, namun sepertinya hasil sia-sia saja, Lala tampak terlihat sangat murka terhadap sisi dan teman-teman nya.
" Ha ha ha...... apa tidak suka? tawa sisi mengejek Lala, di iringi tawa dari teman-temannya.
" Aku sudah benar-benar muak dengan mu, kau anak yang jahat, licik dan juga sok pintar. ucap Lala meluap-luap dengan wajah yang merah padam karena marah. " Kau pikir selama ini aku diam saja karena takut pada mu hah, kau salah aku hanya tidak ingin merusak citra ku di sekolah hanya karena anak seperti mu. kata Lala lagi yang masih marah-marah.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1