Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 105


__ADS_3

Alex hanya diam terpaku menatap wajah putrinya, dirinya pun ikut menangis bersama dengan putrinya. Dia tak tahu harus berbuat dan menjelaskan pada putrinya bagaimana.


" Papah, Avan please. kata gadis kecil itu dengan begitu memilukan hati dengan wajah yang di penuhi air mata.


" Tidak sayang, kamu tidak bisa dan tidak boleh pergi bersama dengan mami. Kamu harus tetap bersama dengan papah nak. jawab Alex dengan suara seraknya karena menangis.


" No, papah. Avan mau mami, papah evil Avan hates papah. teriak Javanka mendorong papahnya dengan sekuat tenaganya, namun alhasil gadis kecil itu sendiri yang terjatuh.


" Tidak apa-apa, mau kamu membenci papah atau pun marah sekali pun. Papah tidak akan pernah mengizinkan mu pergi dengan mami dan meninggalkan papah. ucap Alex sambil membantu putrinya yang terjatuh.


" Don't touch Avan, Avan hates papah. ucap Javanka sambil menepis tangan papahnya.


Gadis kecil itu pun dengan paksa mencabut jarum infusnya, lalu dia berjalan meraba-raba mencari jalan keluar.


Javanka terus berjalan meraba-raba, dia menguraikan rasa sakit di lengan nya. Yang sedang dia pikirkan saat ini hanya ingin menjauh dari papahnya dan mencari sang mamah.


Alex yang melihat itu pun langsung berdiri dan menggendong putrinya dengan paksa, Javanka terus meronta-ronta dan menjerit-jerit minta dilepaskan.


Namun Alex menghiraukannya, dengan cepat dia memakai pakaian pada putrinya.


Sekertaris Aldo, Caca dan juga David yang sedang berada di lantai bawah pun mendengar teriakkan Javanka.

__ADS_1


" Apakah kalian mendengarnya? tanya Caca pada keduanya.


" Iya, itu suara nona Javanka. jawab sekertaris Aldo dengan panik.


Dengan panik mereka bertiga naik ke lantai atas untuk mengecek apakah yang sebenarnya terjadi pada Javanka, sementara para pelayan hanya diam saja. Pak Rudi pun bergegas ikut naik.


Setelah memastikan dari mana suara itu berasal, sekertaris Aldo pun membuka pintu kamar dengan paksa.


Terlihat lah sosok gadis kecil yang sedang menangis dengan begitu sedih nya sambil mengatakan jika dia membenci papahnya.


Terlihat pula Alex yang sedang terduduk di hadapan putrinya, pria itu menangis memohon agar putrinya tidak meninggalkan nya.


Alex yang melihat kedatangan ketiganya pun memasang wajah beringas.


Javanka yang mendengar itu pun berlari mencari keberadaan orang yang membuka pintu kamar, dia sangat takut dan benci pada papahnya.


Melihat Javanka yang berlari ke sembarang arah dengan cepat sekertaris Aldo menghampiri nonanya, lalu menggendongnya.


" Kembalikan putriku, turunkan dia dan kembalikan padaku. teriak Alex dengan marah kala melihat putrinya dalam gendongan sekertaris Aldo.


" Apa yang sebenarnya terjadi Lex, mengapa kau jadi sangat murka seperti ini? tanya Caca yang menahan Alex ketika Alex hendak mengambil Javanka dari Aldo.

__ADS_1


" Enyah kau dari hadapanku sekarang juga, sebelum kau ku habisi. ucap Alex pada Caca sambil menatap baju yang dipakai oleh Caca.


" Uncle Let's go, Avan doesn't want to see him anymore. ucap Javanka sambil sesenggukan meminta Aldo untuk membawanya pergi.


Alex yang mendengar ucapan putrinya pun dengan cepat dia berlari menghampiri gadis kecil itu, David dan Caca yang melihat itu pun langsung menahan.


" Menyingkir kalian sekarang juga, hey kau kembali Putriku. teriak Alex yang sudah seperti kehilangan akal sehat.


" Do, bawa pergi Avan dari ruangan ini. ucap David pada Aldo, dia khawatir jika Alex akan melakukan hal buruk pada keponakannya.


" Menyingkir kalian. teriak Alex langsung memukul David dan juga Caca, mereka berdua pun langsung jatuh tersungkur di lantai.


Alex pun berlari menghampiri putrinya, dia pun merebut Javanka dengan paksa dari sekertaris Aldo.


" Lex, apa yang kau lakukan? Ingat dia putrimu, jangan sampai kau melukainya. teriak Caca pada Alex.


Alex pun membawa putrinya keluar dari kamar, dia berlari sambil menggendong Javanka dengan gilanya seakan-akan putrinya akan diambil dari dirinya.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐


__ADS_2