Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 32 season two


__ADS_3

Di sisi yang berbeda, Diona yang sedang istirahat dari latihannya terlihat sedang duduk sambil berpikir dengan serius.


Semenjak Javanka tidak masuk sekolah Diona selalu berusaha mencari tahu keadaan Javanka, namun usahanya tetap sia-sia dia tidak bisa menemukan hasil apapun.


Apakah dia masih belum juga sembuh? aku sudah mencoba bertanya pada guru lukisnya yang sempat datang berkunjung ke rumahnya, tapi aku tidak mendapatkan jawaban yang signifikan.


Apa yang harus aku lakukan? pada siapa lagi aku bertanya? kepala ku sampai terasa pusing memikirkan masalah ini.


kata Diona dalam hatinya.


flash back


Beberapa hari lalu Diona mendapatkan kabar jika guru lukis Javanka datang berkunjung ke rumahnya, karena ingin mengecek kondisi Javanka sekaligus latihan melukis untuk lomba lukis yang akan Javanka ikuti.


Mendengar kabar tersebut Diona langsung bergegas menuju ruang guru seni tersebut.


Tokkkk....... tokkkkk......tokkkkk..... suara ketukan pintu.


" Masuk. sahut dari dalam ruangan tersebut.


" Permisi Miss. ucap Diona dengan sopan sambil masuk ke dalam ruangan.


" Oh Diona, ada yang bisa Miss bantu? tanya Miss kala melihat Diona.


" Begini Miss.... belum sempat Diona mengatakan apa yang ingin di katakan.


" Duduklah Dii. potong Miss mempersilahkan Diona untuk duduk.


" Terimakasih Miss. ucap Diona lalu duduk di hadapan Miss.


" Begini Miss, saya mau tanya apa benar Miss baru saja berkunjung ke rumah Javanka? akhirnya Diona pun mengatakan hal yang ingin sekali dia tanya.


" Iya, lalu? jawab Miss kembali melempar pertanyaan pada Diona.


" Bagaimana kabar Javanka Miss? apakah dia baik-baik saja? tanya Diona dengan wajah yang sedikit gugup.


" Ohhhhhhhhhhh........ itu, Javanka baik-baik saja kok, tapi papahnya belum mengijinkannya untuk beraktivitas seperti biasa karena mengingat kondisi Javanka yang masih lemah. Tapi semua baik-baik saja kok. kata Miss menjelaskan keadaan Javanka dan alasan mengapa Javanka belum kunjung masuk sekolah.


" Oh gitu, syukur lah kalau dia baik-baik saja. ucap Diona yang akhirnya bernafas lega.


" Dii, kamu tahu gak? kamu itu orang keempat yang menanyakan langsung keadaan Javanka pada Miss. Yang pertama itu Lala dan Bianca teman sekelas Javanka lalu di susul oleh Edward dan juga Sam dan yang terakhir kamu, apakah kamu, Sam dan juga Javanka dekat? tanya Miss penasaran dan bingung mengapa Diona sampai menanyakan keberadaan Javanka padahal mereka terlihat tidak pernah berbicara satu sama lain.


" Setahu Miss kalian berdua itu hampir tidak pernah berinteraksi dengan Javanka mengingat Javanka yang tidak pernah ikut dalam bidang olahraga, tapi kalau untuk Edward dan kedua temannya itu wajar karena mereka sering berinteraksi langsung dengan Javanka. sambung Miss penasaran bagaimana mereka bisa dekat.


Mendapatkan pertanyaan yang tidak terduga dari guru seni Javanka, Diona tampak sedikit terkejut namun dia berusaha untuk tetap tenang.


" Iya Miss kami memang tidak pernah berbicara satu sama lain kala di sekolah, tapi kami bertemu dan mengobrol di luar sekolah. jawab Diona sambil tersenyum canggung.

__ADS_1


" Oh gitu. ucap miss sambil mengangguk-angguk kepalanya mengerti.


Lalu setelah itu Diona pun pamit, dia pun keluar dari ruang guru seni dengan perasaan yang sedikit berantakan dan dia pun akhirnya memilih untuk kembali ke kelasnya.


Flash back off


Kembali ke masa kini Javanka sudah terbangun dari tidurnya, gadis remaja itu juga sudah terlihat segar karena sudah mandi.


" Papah Avan mau pergi ke sini dong. ucap Javanka sambil menunjukkan gambar sebuah pasar malam pada sang papah.


" Hmmmmmmm........ bagaimana kalau ke mall saja. ucap Alex mengalihkan perhatian putrinya.


" Gak mau, Avan ingin pergi ke sini. jawab Javanka masih tetap pada keinginannya.


" Di tempat itu pasti banyak sekali orang dan itu sangat berbahaya untuk mu nak. ucap Alex menolak keinginan sang putri.


" Tapi pah...... Avan ingin sekali pergi ke sini? kata Javanka yang masih kekeh dengan pendiriannya, gadis remaja itu juga sudah mulai memajukan bibirnya.


Sementara David, Caca dan juga sekertaris Aldo hanya diam memperhatikan perdebatan kecil antara ayah dan anak itu sedari tadi.


" Sudah lah Lex, turuti saja inginnya. Lagi pula jika ada aku, kau, Caca dan juga Aldo dia pasti aman kok. sahut David yang membela keinginan keponakannya.


" Hanya aku yang tahu saja yang mengetahui apa yang terbaik untuk putriku, kau tidak akan mengerti. jawab Alex sambil menatap David dengan sengit.


" Kau kenapa sih Lex? jangan terlalu over protektif begitu lah terhadap putrimu, kasihan dia. Lagi pula tidak setiap hari kok dia pergi ke tempat seperti itu. ucap Caca yang kesal dengan keegoisan Alex karena tidak memikirkan perasaan putrinya.


" Kau diam saja, aku sama sekali tidak menyuruh mu untuk mengatakan pendapatmu. kata Alex dengan menatap wajah Caca dengan tajam.


" Sudah tidak apa-apa uncle, papah begini karena sayang pada Avan. ucap Javanka berusaha mencarikan suasana.


" Sayang sih sayang, tapi tidak harus mengekang juga kan. kata Caca dengan kesal.


" Sudah ku katakan padamu, suaramu tidak di butuhkan sama sekali di sini. ujar Alex pada Caca sambil menatap wajah Caca dengan tatapan membunuh.


" Sudah dong, sudah. Avan tidak mau melihat papah dan uncle Caca bertengkar, tolong jangan bertengkar. ucap Javanka yang hampir menangis.


Melihat Avan yang sudah hampir menangis mereka pun panik, dengan cepat keduanya berubah dan berusaha untuk menghibur Javanka.


" Maaf sebelumnya tuan muda jadi saya lancang. ucap sekertaris Aldo tiba-tiba.


Sontak Alex dan Caca pun menatap ke arah sekertaris Aldo, sementara Javanka dan David hanya memperhatikan saja.


" Saya mengerti dengan khawatiran tuan muda terhadap keselamatan nona, tapi jika melihat dari sudut pandang nona saya kurang setuju jika tuan muda membatasi ruang gerak nona. Ucap sekertaris Aldo lagi dengan bijaksana.


" Lagi pula benar kata Caca jika tuan muda, Caca, David dan juga saya yang melindungi nona. Nona pasti akan baik-baik saja, toh ini hanya sesekali saja tuan muda. sambung sekertaris Aldo yang berusaha menyakinkan Alex.


Alex pun terdiam sejenak, dia terlihat berpikir dan menimang-nimang kata-kata yang diucapkan oleh sekertaris nya.

__ADS_1


Sementara Javanka tampak berbinar kala mendengar ucapan sekertaris Aldo, matanya pun menunjukkan sorot mata memohon pada sang papah.


" Baiklah, jika kamu benar-benar menginginkannya. Tapi ingat jangan jauh-jauh dari papah. ujar Alex akhirnya menyetujui keinginan putrinya.


" Yessss........ makasih papah. ucap Javanka kesenangan sambil mencium pipi papahnya dan melompat-lompat kegirangan.


Alex dan yang lain hanya tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala saat melihat tingkah laku Javanka yang sedang kegirangan.


" Ayo kita pergi sekarang. ucap Javanka sambil menarik tangan papahnya dengan antusias.


Alex hanya bisa pasrah mengikuti putrinya, sementara yang lain hanya mengekor di belakang Alex.


" Aku akan menyetir mobil sendiri deh. ucap Caca setibanya di lobby utama.


" Kau yakin? tanya David.


" Memangnya kenapa? tanya balik Caca yang sebal dengan pertanyaan David.


" Tidak apa-apa. jawab David lalu memalingkan wajahnya.


Tak butuh waktu lama seorang pria pun datang menghampiri mereka, pria itu pun memberikan kunci mobil dan menanyakan apakah sekertaris Aldo juga membutuhkan seorang supir atau tidak.


Sekertaris Aldo pun menjawab jika dirinya tidak membutuhkan supir karena Caca dan dirinya akan menyetir mobil sendiri-sendiri, setelah itu si pria pun berpamitan pada sekertaris Aldo dan berlalu pergi.


" Nih. ucap sekertaris Aldo sambil memberikan kunci mobil pada Caca.


" Thanks Do. ucap Caca sambil menerima kunci mobil.


Lalu sekertaris Aldo pun membukakan pintu mobil dan mempersilahkan tuan muda dan nonanya untuk masuk, Javanka pun masuk di ikuti oleh Alex yang ikut masuk.


Kemudian sekertaris Aldo pun menutup pintu mobil, lalu dia pun bergegas masuk ke dalam mobil. Sementara Caca tampak terkejut, sedangkan David hanya diam dengan santai.


" Kenapa? tanya David dengan santai.


" Lho kok ini. ucap Caca menunjukkan setir mobilnya.


" Jangan bilang kau tidak tahu jika semua setir mobil yang masuk ke Indonesia berada di sebelah kanan? ucap David yang pura-pura terkejut.


Sejujurnya David tahu jika Caca tidak mengetahui bahwa mobil yang ada di Indonesia memiliki letak setir mobil yang berbeda dengan di negara mereka.


" Aku benar-benar tidak tahu, aku pikir semua mobil sama saja. jawab Caca lalu melempar kunci mobil ke arah David.


Dengan sigap David menangkapnya, lalu Caca pun bergegas masuk ke kursi penumpang.


.


.

__ADS_1


.


💐💐💐💐


__ADS_2