
David terus menunggu di depan kelas javanka, sesekali ia membuka ponselnya untuk mengecek pekerjaan. Walaupun dia sudah cuti tapi sebenarnya dia tidak benar-benar libur dalam bekerja.
" Hmmmmm...... sepertinya dia masih lama berada di kelasnya. ucap David sambil melihat javanka yang sedang belajar.
" Bagaimana kalau aku main basket saja, aku ingat betul sebelum menuju kelas Avan ada lapangan basket. sambung nya lagi sambil melihat arloji di pergelangan tangannya.
Lalu David pun bangkit dan berjalan menuju lapangan, sesampainya di sana dia melemparkan kemejanya. Lalu dia mau pemanasan terlebih dulu baru lah dia mulai bermain basket.
" Lumayan untuk mengusir kepenatan ku yang sudah menumpuk, kalau di pikir-pikir sudah lama juga aku tidak main basket yah. gumam David sambil memasukkan bola ke dalam ring.
Tak berselang lama ball istirahat pun berbunyi, javanka dan sahabat-sahabatnya pun keluar dari kelas.
" Lho kok uncle mu tidak ada Van? ucap Lala kala melihat kursi yang tadinya di duduki oleh David, kini sudah kosong melompong.
" Mungkin uncle ada panggilan mendadak di tempat kerjanya. jawab javanka sambil melihat ke arah kursi itu.
" Ya sudah kalau begitu Ayo kita ke kantin yuk, aku sudah sangat lapar soalnya. ucap Bianca pada sambil memegang perutnya yang terasa lapar lalu dia pun menggiring ke tiga sahabatnya untuk pergi ke kantin.
Setelah ball berbunyi anak-anak klub basket dan klub chiliders pun datang ke lapangan, sesampainya di lapangan mereka pun merasa heran dan asing dengan sosok pria yang sedang bermain basket dengan begitu hebat.
" Siapa pria itu? ucap Diona sambil memperhatikan gerakan David.
" Wahhhhhh....... gila dia jago banget. ucap Don yang menatap takjub ke arah David.
" Gerakan sangat cepat, dia benar-benar tahu harus bergerak kemana. sambung Sam sambil terus menatap David.
" Apa dia guru olahraga baru Sam? ucap Joe yang menebak-nebak.
Saat David berhenti bergerak lalu dia pun menyeka keringatnya yang bercucuran dengan tangannya, di situ lah Diona dan teman-temannya terpesona dengan ketampanan David.
" Gila, ini sih tampan banget. Dia sudah seperti maha karya yang diberikan nyawa saja. ucap Vike yang terpesona dengan ketampanan David.
" Iya sih, ini mah sudah tidak bisa di bandingkan dengan semua siswa pria tampan yang ada di sekolah kita. sambung Jesi sambil menatap dalam-dalam wajah David.
" Apa sih? kalian lebay deh. sahut Diona pada teman-temannya.
" Tapi emang beneran tampan Dii. jawab Frisiela membenarkan kata-kata kedua temannya.
Diona tidak menjawab dia malah memilih diam dan melihat ke arah sosok pria tersebut, sementara kelompok Sam terlihat berjalan menghampiri David.
" Javanka. panggil David tiba-tiba kala dia melihat javanka dan sahabat-sahabatnya sedang berjalan melewati lapangan.
Sontak javanka dan ke tiga sahabatnya pun menoleh ke arah suara itu berasal, termasuk kelompok Diona dan Sam yang melihat ke arah David membuang pandangannya.
__ADS_1
" Uncle sedang apa di situ? tanya javanka sedikit mengeras suaranya agar terdengar oleh David.
" Uncle hanya ingin meregang otot-otot uncle saja. javanka David sambil melambai-lambaikan tangannya.
Javanka pun menarik napas dalam-dalam lalu berjalan menghampiri David, di ikuti oleh ketiga sahabatnya.
" Tetaplah di situ, matahari sangat terik. Biar uncle yang ke sana. ucap David kala melihat keponakannya berjalan menuju ke arah dirinya.
Lalu David pun mengambil kemejanya dan berjalan dengan santai menghampiri javanka, sambil sesekali menyeka keringatnya.
Dia pun sempat melirik ke arah kelompok Diona mau pun kelompok Sam yang memang berada dekat dengan nya.
Mendengar ucapan David javanka pun terdiam di tempatnya, gadis remaja itu dengan patuh berdiri menunggu David.
Ya tuhan mengapa dia begitu tampan, aku bingung mengapa para pria ada kaitan dengan javanka selalu memiliki paras yang rupawan yah. batin Lala sambil terus menatap wajah David yang sedang berjalan menghampiri javanka.
" Uncle masih disini ternyata? ucap javanka kala David sudah berada di hadapannya.
" Memang uncle mengatakan pada mu, kalau uncle akan pulang? tanya balik David tanya menjawab pertanyaan javanka.
Javanka hanya menggelengkan kepalanya dengan bibir yang maju karena sebal dengan David.
David hanya tertawa sambil mengelus lembut kepala keponakan kesayangannya itu, dia tahu jika javanka sedang sebal pada dirinya.
" Iya uncle. jawab Bianca dan Vivi berbarengan, sementara Lala terlihat masih bengong sambil terus memperhatikan wajah David.
" Baiklah kalau begitu, mari kita ke sana. Untuk hari ini biar uncle yang traktir kalian bertiga. kata David sambil tersenyum pada ketiga sahabatnya javanka.
Vivi dan Bianca pun bersorak kegirangan, lalu mereka pun berjalan menuju kantin bersama-sama.
" Ternyata ada hubungannya dengan si perempuan gatal itu. ucap Diona malas lalu dia pun berjalan pergi di ikuti dengan tema nya.
Sementara kelompok Sam yang tadi akan menghampiri David hanya bisa terdiam dan memperhatikan David yang berbicara dengan javanka beserta teman-temannya sampai mereka berjalan pergi.
Saat makan siang David terlihat begitu sibuk dengan ponselnya, sementara javanka hanya melihatnya sebentar lalu kembali fokus pada makanannya berbeda dengan Lala yang tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari David.
" Uncle bolehkah aku meminta nomor ponsel mu? tanya Vivi tiba-tiba.
Sontak semua javanka, Bianca dan juga Lala pun mengalihkan pandangannya ke arah Vivi.
" Boleh dong, kebetulan uncle juga mau meminta nomor kalian masing-masing. Agar mudah untuk mengecek kondisi javanka. jawab David santai sambil tersenyum manis.
Lalu David pun memberikan beberapa jenis makanan yang baik untuk kesehatan dan tubuh pada keponakannya.
__ADS_1
Javanka hanya bisa menerimanya dengan patuh, walaupun sejujurnya dia tahu kalau makanan itu pasti tidak akan bisa ia makan karena javanka memang tidak bisa makan banyak, tapi dia tidak mau nolak nya yang membuat uncle nya bersedih.
" Van nanti setelah pulang kamu gak papa kan kalau tidak langsung pulang ke Mansion? tanya David tiba-tiba.
" Gapapa sih, tapi memangnya uncle mau kemana? tanya javanka penasaran.
" Uncle harus mengecek laporan keuangan restoran uncle yang ada di jalan xx. jawab David jujur sambil memakan makanannya.
Javanka hanya menganggukkan kepalanya.
" Memangnya uncle David kerja apa sih? tanya Vivi penasaran sambil melirik Lala.
" Hmmmmmm....... aku direktur di perusahaan penerbangan. jawab David singkat sambil terus menatap javanka.
" Wahhhhhhh.......... keren, terus uncle juga punya restoran? tanya Vivi lagi dengan antusias.
" Hehhhhh....... ada beberapa restoran di tempat yang berbeda-beda, tapi itu hanya bisnis kecil-kecilan saja, beda dengan papah nya Avan yang memang pem bisnisman. jawab David lalu menatap wajah Vivi.
" Kenapa kamu ingin tahu sekali tentangku? tanya David tiba-tiba sambil menatap Vivi dengan serius.
" Ti........ tidak, aku hanya ingin mencari tahu tentang uncle untuk Lala saja. jawab Vivi ketakutan melihat tatapan mata David sambil menunjuk Lala.
Sontak Lala pun mendelikan matanya menatap ke arah Vivi, dia sangat terkejut dengan apa yang di katakan oleh Vivi.
" Uncle jangan seperti itu, Vivi kan jadi takut. ucap javanka sambil memukul ringan pundak David.
" Haahhahhaah........ iya gak kok sayang uncle cuma bercanda. ucap David sambil tertawa-tawa dan mencubit hidung javanka.
" Mengapa kamu tidak bertanya langsung pada ku dan malah meminta teman mu untuk bertanya. Kamu boleh kok penasaran tentang ku, aku juga tidak melarang siapapun yang merasa penasaran tentang diriku, Dan kebetulan aku juga sedang tidak ada pemiliknya. ucap David pada Lala sambil mengedipkan matanya menggoda Lala, sekaligus memberi kode kalau dirinya sedang singel.
mendengar ucapan dan melihat tindakan David seketika wajah Lala pun memerah padam, dia sangat malu sekaligus senang mendengarnya.
David bukannya tidak menyadari tatapan mata Lala yang sedari tadi tertuju pada dirinya, dia hanya tidak ingin bermain-main dengan teman baik keponakannya.
" Uncle jangan pernah bermain-main dengan perasaan yah. ucap javanka memperingati David dengan wajah polosnya.
David hanya tersenyum gemas lalu mencubit pipi javanka, sementara Lala tampak berbunga-bunga. Sedangkan Bianca dan Vivi terlihat bahagia karena perut mereka kenyang tanpa harus mengeluarkan uang jajan mereka.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐