
" Baiklah sayang, Papah akan meminta perawat untuk membawakan makanan untuk putri papah yang cantik ini. kata Alex sambil membetulkan posisi rambut putrinya yang sedikit berantakan.
" no papah, Avan wants to eat in the hospital canteen with Papah. kata Javanka yang membuat Alex terbangun dari posisi tiduran nya.
" Kenapa harus di sana sayang? kamu tidak lihat kalau kamu sedang di infus. ucap Alex dengan suara yang serak sudah duduk menghadap putrinya.
" because there Avan will definitely get the food that Avan wants to eat papah. jawab Javanka dengan tatapan mata memohon pada papahnya.
" Tidak sayang, kita makan di sini saja. Lagi pula kamu sedang sekali tidak bisa makan makanan sembarangan. tolak Alex dengan cepat.
Mendengar ucapan papah nya seketika wajah Javanka berubah mendukung, gadis kecil itu tampak terlihat sedih. Alex yang melihat wajah putrinya sedih pun tidak berdaya.
" Baiklah sayang, kita akan sarapan di kantin rumah sakit sesuatu keinginan mu. akhirnya Alex menyetujuinya dia tidak berdaya kala melihat putrinya tercinta nya bersedih.
" thank you papah, papah is the best Avan loves papah a lot. kata Javanka dengan wajah yang kembali sumringah sambil mencium pipi papahnya.
__ADS_1
Alex hanya tersenyum simpul dengan tingkah laku putrinya, lalu dia menggendong tubuh mungil putrinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menggosok gigi sebelum keluar ruangan.
Setelah selesai Alex pun membawa putrinya keluar ruangan, dengan menggendong putrinya dan mendorong-dorong tiang infus milik putrinya.
" Avan very happy papah,Avan wants to go to the park at the hospital too papah. Avan wants to play for a while there papah. kata Javanka dengan ringan nya di dalam gendongan papah nya.
Alex hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah dengan semua keinginan putri tercinta nya, Alex akan melakukan apapun dan mengabulkan yang di inginkan oleh putrinya selama permintaan putrinya tidak membahayakan keselamatan putrinya sendiri.
Semua perawatan yang berpapasan dengan Alex sangat terpesona dengan ketampanan yang Alex miliki, semua berbisik-bisik satu sama lain membicarakan tentang seorang pria yang menggendong anak perempuan.
" Iya lihat lah, gila yah ganteng banget. Dasar orang ganteng yah mau pakai apa pun juga tetap saja ganteng apa lagi kalau tidak.... jawab yang lain sambil tertawa terbahak-bahak tidak melanjutkan ucapannya, yang lain pun ikut tertawa.
" Apa lagi dengan postur tubuhnya yang tinggi tegap dan atletis, aku sampai salfok dengan lengan kekarnya yang menggendong anak perempuan itu. Bisa di bayangkan bagaimana dengan di balik bajunya yang sudah pasti dia memiliki roti sobek yang menggiurkan. ucap yang lain sambil membayangkan tubuh kekar milik Alex.
" Iya bener juga, tapi hemm...... kalian tau gak pria itu siapa? tanya salah satu perawat lagi yang baru datang.
__ADS_1
Semua menggelengkan kepalanya bersamaan.
" Dia adalah Aleksander Graham Mahendra yang sering di juluki si dewa pembisnis sekaligus pemilik rumah sakit ini. jawab perawat itu yang tidak lain adalah perawat yang berjaga semalam di tempat pelayanan.
" Seriusan, gila kita beruntung banget dong bisa melihat dia, apa lagi kita melihat nya saat beliau sedang tersenyum. jawab yang lain tidak percaya dengan ucapan perawat itu.
Dan sampai akhirnya mereka pun membicarakan dan mencari tahu tentang sosok Alex yang sering di juluki si dewa pembisnis.
*
*
*
💐💐💐
__ADS_1