Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 93


__ADS_3

" Papah Puyang yumah mau. ucap Avan tiba-tiba melerai Alex dan Caca.


" Apa? pulang, tidak bisa sayang. Kamu masih harus di rawat di rumah sakit nak. jawab Alex lalu duduk di hadapan putrinya sambil menggenggam tangan putrinya.


" No, papah Avan Puyang mau. katanya dengan merengek manja pada sang papah.


Caca yang tidak tahu jika Avan sudah mau berbicara pun diam membeku di tempatnya, dia masih tidak percaya jika pemulihan Avan sangat pesat.


Gadis kecil itu pun terus merengek pada Alex meminta pulang, Javanka memang tidak begitu menyukai rumah sakit.


Walaupun pasilitas nya lengkap, tapi menurutnya tempat ternyaman dan aman adalah rumah.


Alex yang melihat putrinya sedari tadi menangis dan meminta-minta pulang pun di buat kebingungan, lalu dia menatap ke arah Caca.


" Apakah putriku tidak bisa di rawat di rumah saja? tanya Alex pada Caca yang sedari tadi hanya diam, Alex sangat tidak tega melihat putri semata wayangnya menangis tersedu-sedu seperti sekarang.


" Bisa saja, asalkan ada dokter yang selalu memantau perkembangan kesehatan Avan. Tapi tentunya pasti ada beberapa kesulitan. jawab Caca ragu-ragu, lalu dia pun memeriksa keadaan Javanka.


" Baiklah kalau begitu. Do tolong siapkan mobil kita akan pulang hari ini juga. kata Alex memberi perintah pada sekertaris nya itu.


" Baik tuan. jawab sekertaris Aldo lalu dia pun berjalan keluar dari ruangan.


" Dan kau, tolong carikan dokter yang cocok untuk Avan sebisa mungkin dokter itu pria. kata Alex pada Caca.

__ADS_1


Caca pun mengangguk mengerti, lalu dia pun membantu Alex merapikan beberapa barang dan tak lupa dia juga menyusun obat-obatan Javanka.


Setelah mendengar kata-kata papahnya gadis kecil itu pun diam dengan sendirinya, dia hanya duduk dengan patuh menunggu sang papah.


" Lex apa kau yakin? tanya Caca pada Alex.


" Bukan kau yang mengijinkan nya? tanya balik Alex sambil memasukkan boneka-boneka milik putrinya.


" Iya sih. jawab Caca sambil mengerutkan kepalanya yang tidak gatal.


" Lalu kenapa sekarang kau terlihat ragu dengan keputusan mu sendiri? tanya Alex lagi, kini Alex berbicara menatap ke arah Caca.


" Aku hanya sedang berpikir saja Lex, karena Avan kan sangat takut pada seorang wanita yang di sebabkan oleh kejadian waktu itu. Tapi bukannya di Mansion mu kebanyakan pelayan wanita kan, apakah dia tidak akan syok. ucap Caca berbicara tentang kecemasannya.


" Tapi jika sampai terjadi sesuatu pada putriku nanti, kau orang pertama yang ku habisi. kata Alex lagi sambil menepuk pelan pundak Caca.


Lalu Alex pun berjalan meninggalkan Caca sambil menggendong putrinya, sementara sekertaris Aldo yang baru saja datang pun bergegas mengambil dan membawa barang-barang milik nonanya.


" Ca, jangan lupa dokternya tapi sebelum itu kau juga harus mengecek identitasnya terlebih dulu. ucap Alex di ambang pintu lalu dia pun pergi menghilang di balik pintu.


" Ca, kau kenapa? apakah semua baik-baik saja? tanya sekertaris Aldo.


" is fine Do. jawab Caca yang berusaha mencairkan suasana.

__ADS_1


" Oh iya, sejak kapan Avan berbicara? tanya Caca mengalihkan pembicaraan.


" Tadi siang ketika aku akan menerima hukuman dari tuan muda. jawab sekertaris Aldo jujur.


" Mengapa kalian tidak ada yang memberi tahu berita baik ini padaku. protesnya pada Aldo.


" Bukannya kita tidak ingin memberi tahu mu, tapi kau yang tiba-tiba datang buat rusuh. jawab sekertaris Aldo lalu berjalan meninggalkan Caca.


" Hey kau tunggu aku. ucap Caca yang berlari mengejar sekertaris Aldo. " Memang tadi kamu melakukan hal apa sampai si pria kolot itu akan menghukum sekertaris nya yang teladan dan bisa di andalkan ini. tanya Caca kepo.


" Karena...... sekertaris Aldo pun menceritakan semuanya pada Caca.


" Hah.... sangat bagus kau tidak langsung di gantung olehnya, coba saja jika Avan tidak berbicara sudah di pastikan rumah sakit itu akan masuk berita terkini dengan hestek pria tampan yang gantung diri. ucap Caca setelah mendengar cerita sekertaris Aldo.


" Sudahlah, bukannya kau pun hampir sama dengan ku. Kita itu senasib bro jadi jangan saling menjatuhkan, karena jika aku jatuh kau pun jatuh juga tapi jika kau yang jauh yah aku tidak akan mau terjatuh sama sepertimu. ucap sekertaris Aldo lalu berjalan meninggalkan Caca, dia pun berlari karena khawatir jika tuan muda dan nonanya sudah menunggunya.


" Kampret...... teriak Caca pada sekertaris Aldo.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2