
" Sisi Angraeni Sanjaya itu nama mu? tanya sekertaris Aldo pada gadis kecil itu.
Sisi hanya mengangguk saja.
" Kamu putri kedua dari dua bersaudara, kamu juga mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Kevin Sanjaya. Nama ayah mu adalah Surya Sanjaya dan ibumu Susi Aryani Sanjaya, apakah yang saya katakan itu betul? tanya sekertaris Aldo lagi panjang lebar.
Sisi sempat terkejut mendengar ucapan pria dewasa yang ada di hadapannya itu, namun dia hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya saja. Miss isyka yang melihat itu pun langsung buru-buru menghampiri Aldo, namun Aldo langsung mengangkat tangannya.
" Ini bukan giliran untuk anda Bu, nanti ada sesi giliran anda kok. Jadi tolong tenang dan sabar? ucap sekertaris Aldo dengan dingin pada Miss isyka.
" Apakah kamu tahu ayahmu itu bekerja di perusahaan mana? tanya Aldo lagi pada sisi.
" Di perusahaan grup xx, dan papah ku itu direktur utama perusahaan itu. Kenapa kamu menanyakan semua itu pada ku? jawab sisi sekaligus mempertanyakan kenapa Aldo terus bertanya pada nya.
" Ha ha ha......... suara tawa Aldo menggema di seluruh ruang kelas, yang membuat semua orang bergidik ngeri mendengar nya.
" Sombong sekali yah kau gadis kecil, kau tidak tahu siapa pemilik grup xx sebenarnya kan? tanya sekertaris Aldo dengan mimik wajah yang serius. " Pemilik grup xx adalah tuan muda Alex Mahendra dan orang yang selama ini kau bully adalah putri tunggal dari perusahaan tempat ayahmu bekerja. ucap sekertaris Aldo lagi sambil menyunggingkan senyuman yang begitu jahat.
Mendengar ucapan pria yang ada di hadapannya, seketika sisi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Sebenarnya aku sudah dari beberapa waktu lalu ingin sekali membereskan mu dan keluarga mu, namun kau tahu nona ku yang baik hati tidak ingin itu terjadi. ucap sekertaris Aldo lagi sambil mendekat pada sisi. " Tapi setelah semua yang kau lakukan pada nona ku, aku sudah tidak mempunyai kesabaran lagi. sambung sekertaris Aldo dengan suara dingin.
" Apakah kamu tahu? jika tuan muda Alex atau papah dari nona Javanka tahu mengenai perlakuan mu pada putri kesayangannya seperti ini, apa kira-kira yang akan beliau lakukan pada mu dan keluarga mu? tanya Aldo lagi dengan wajah yang begitu menyeramkan.
Sisi hanya terus mundur kala sekertaris Aldo semakin mendekati pada nya, dia benar-benar ketakutan melihat pria yang ada di hadapannya.
__ADS_1
" Beliau pasti akan menghancurkan mu dan keluarga mu tanpa sisa. ucap sekertaris Aldo sambil menyeringai jahat.
" Dan untuk mu Bu guru, seharusnya anda tidak bisa langsung mengambil kesimpulan hanya dari satu sumber saja. Harusnya anda bisa lebih bijak lagi dalam mengajar. ucap sekertaris Aldo kini pada Miss isyka.
" Tapi tuan....... belum sempat Miss isyka melanjutkan ucapannya, Aldo langsung memintanya untuk tetap diam.
" Kau tahu jika saya bisa saja menyeret anda langsung keluar dari sekolah ini, dan menjebloskan anda ke dalam penjara atas tindakan membela murid yang membully teman-temannya tanpa mendengarkan ucapan saksi. kata sekretaris Aldo dengan penuh ancaman.
Tidak...... aku tidak mau masuk penjara, aku tidak mau menghabiskan kehidupan ku di tempat mengerikan itu.
Mendengar ucapan sekertaris Aldo seketika Miss isyka pun jatuh terduduk, dia benar-benar takut pada pria yang ada di hadapannya.
" Namun sepertinya saya tidak begitu memiliki wewenang dalam mengambil keputusan ini. ucap sekertaris Aldo yang membuat Miss isyka dan sisi bernafas lega.
Sementara Miss isyka, sisi dan juga teman-temannya yang ikut membully Javanka ketakutan mendengar ucapan sekertaris Aldo.
" Baiklah kalau begitu saya pamit undur diri, semoga hari kalian menyenangkan. ucap sekertaris Aldo lalu berjalan meninggalkan kelas.
Javanka yang sedang menunggu kedatangan sekertaris Aldo pun hanya duduk diam di taman depan kelas, gadis kecil itu tampak terlihat begitu lelah dan lesu.
" Nona, apakah nona baik-baik saja? tanya sekertaris Aldo yang baru saja datang.
Javanka hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
" Mari nona. ucap Aldo mempersilahkan Javanka untuk jalan lebih dulu.
__ADS_1
" Uncle, can Avan ask to be carried? tanya Javanka tiba-tiba meminta di gendong oleh sekertaris Aldo.
" Tentu nona. jawab sekertaris Aldo dengan senang hati dia pun menggendong nonanya.
Lalu mereka pun berjalan menuju mobil, masuk dan meninggalkan sekolah Javanka. Selama perjalanan menuju tempat meeting papah nya, Javanka terus berada di dalam gendongan sekertaris Aldo.
Sesampainya di ruangan meeting, gadis kecil itu langsung menghampiri papahnya yang ternyata masih meeting. Javanka terus menerus melakukan hal-hal yang tidak biasa dia lakukan.
Beberapa orang yang ada di dalam ruangan meeting pun sudah tidak asing lagi melihat gadis mungil itu, mereka justru merasa senang melihat kedatangan Javanka.
" Papah. panggil Javanka yang sudah berdiri di samping papahnya.
" Sayang, kamu sudah sampai. ucap Alex lembut lalu menggendong putrinya.
" Papah, Avan very very tired. ucap Javanka tiba-tiba, lalu gadis kecil itu pun langsung tak sadarkan diri.
Sontak semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun terkejut dan panik, apa lagi Alex dan juga sekertaris Aldo yang sedari tadi menemani nonanya.
.
.
.
💐💐💐
__ADS_1