
Selepas kepergian papahnya, Javanka bermain-main dengan kedua burung beo yang di beri nama Boo dan BII, tak lupa dia juga memberikan makan pada ikan-ikannya.
Setelah puas bermain gadis kecil itu berjalan menghampiri pak Rudi yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
" Pak, Avan mau pegi-pegi ke mall boyeh? tanya Javanka langsung pada pak Rudi si kepala pelayan, setelah ada di hadapan beliau.
Mendengar ucapan nonanya alis pria paruh baya itu pun berkerut. " Mohon maaf nona, jika nona menginginkan sesuatu nona bisa mengatakannya pada saya dan saya akan membelikan nya untuk nona. ucap pak Rudi yang khawatir jika terjadi sesuatu pada nonanya jika memberikan nonanya pergi ke luar.
" Hemmmmm...... but Avan wants to buy and choose it directly for papa's birthday present. jawab Javanka yang memperlihatkan wajah sedihnya.
Mendengar ucapan nonanya, pak Rudi pun tidak sampai hati melihatnya. Apa lagi wajah cantik itu terlihat begitu sedih.
" Kalau begitu saya akan mencoba meminta izin pada tuan muda terlebih dulu nona. kata pak Rudi berusaha agar nonanya tidak bersedih.
" No, no, no. kacih tahu papah nanti enda surprise lagi dong. jawab Javanka cepat sambil menggelengkan kepalanya.
Ohhhhh Tuhan....... aku baru sadar, ini kan surprise. Kalau tuan muda tahu sudah jelas ini bukan kejutan lagi dong.
" Hemmmmm...... bagaimana kalau saya bertanya pada sekertaris Aldo terlebih dahulu, nanti biarkan beliau yang memberikan keputusan? tanya pak Rudi memberi saran.
" Oke. jawab Javanka sambil tersenyum manis.
" Kalau begitu nona bersiap-siap terlebih dahulu, lalu saya akan mencoba menghubungi sekertaris Aldo untuk meminta izin pada beliau. kata pak Rudi meminta nonanya untuk mandi.
__ADS_1
Javanka pun mengangguk dan tersenyum, lalu gadis kecil itu pun naik ke atas dengan riang gembira sambil di temani oleh pengasuh dan kedua pelayannya.
Setelah nonanya pergi, pak Rudi pun langsung menghubungi sekertaris Aldo, di tempat yang berbeda di sebuah taman yang sudah hampir finishing. Dimana Alex yang sedang berbicara dengan seorang, sementara sekertaris Aldo hanya berdiri diam di belakang tuan mudanya.
Tiba-tiba ponselnya berdering, Alex melirik sekertaris nya sebentar lalu kembali fokus lagi, sementara sekertaris Aldo berjalan sedikit menjauh dari Alex lalu menjawab panggilan telepon tersebut.
📞 Iya ada apa pak? tanya sekertaris Aldo setelah mengangkat telepon.
📞 Maaf tuan jika saya mengganggu waktu anda? jawab Pak Rudi yang merasa tidak enak pada sekertaris Aldo.
📞 Tidak apa pak, sebenarnya ada apa pak? tanya sekertaris Aldo lagi, sambil melihat ke arah tuan mudanya.
📞 Begini tuan, saya ingin meminta izin untuk membawa nona pergi ke mall.
📞 Tapi tuan, nona pergi ke mall bukan untuk bermain melainkan mencari kado untuk tuan muda.
📞 Jika soal kado, biar aku sendiri yang membeli nya. Bapak tolong tanyakan saja pada nona, nona ingin memberikan kado apa pada tuan muda dan nanti bapak beritahu pada saya.
📞 Tapi tuan, nona mengatakan ingin membeli dan memilihnya sendiri kado untuk tuan muda.
Mendengar itu sekertaris Aldo pun merasa frustasi, pria itu sangat cemas dengan kondisi kesehatan nonanya. Dia juga tidak ingin membuat nonanya bersedih, di tambah merahasiakan hal ini dari tuan mudanya.
Aldo terdiam untuk sesaat, pria berpikir dengan keras berusaha untuk mencari jalan keluar yang tepat.
__ADS_1
📞 Baiklah pak, saya izin tapi bapak harus membawa nona ke mall xx dan di kawal oleh para pengawal yang saya pilih lalu satu lagi yang paling penting jika terjadi sesuatu pada nonanya tolong langsung kabari saya yah pak. kata Aldo akhirnya menyetujui permintaan nonanya namun dengan beberapa syarat.
📞 Baik tuan, terima kasih.
Lalu panggil pun terputus, setelah itu sekertaris Aldo langsung sibuk nelpon sana dan sini. Sementara Alex masih diam dan mendengarkan orang-orang yang berusaha mencari cari perhatian darinya.
Setelah selesai menelpon sekertaris Aldo kembali lagi ke tempatnya, sementara pak Rudi sibuk menyiapkan mobil yang akan di gunakan oleh nonanya.
Setelah beberapa saat Javanka pun berjalan menghampiri pak Rudi yang sedang bersama beberapa orang pria asing menurut javanka.
" Apakah nona sudah siap? tanya pak Rudi kala melihat Javanka yang berdiri bersandar di pintu.
" Iya. jawab Javanka sambil tersenyum.
" Baiklah nona mari. kata pak Rudi sambil menggandeng tangan mungil nonanya lalu mengangkat nonanya masuk ke dalam mobil.
Akhirnya Javanka pun pergi ke mall dengan di iringi oleh dua mobil yang berada di depan dan belakang mobilnya, dengan wajah yang terus tersenyum Javanka melihat-lihat gedung-gedung pencakar langit yang dia lewati.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐