Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 3 season two


__ADS_3

" Oke anak-anak waktunya untuk menjelaskan tema lukisan yang kalian lukis, ibu panggil sesuai absen nama kalian yah. ucap guru seni sambil memanggil satu persatu nama siswa yang namanya ada di urutan awal.


Sementara Lala dan Bianca sedang melakukan telepati pada javanka, mereka terlalu bingung untuk menentukan tema lukisan yang mereka lukis sendiri.


Javanka pun menulis selembar catatan di kertas kecil setelah melihat hasil lukisan dari kedua sahabatnya, kemenangan dia melemparkan nya pada Bianca dan Lala.


Setelah mendapat apa yang mereka inginkan Lala dan Bianca pun tersenyum sumringah melihat ke arah javanka, sementara javanka hanya tersenyum simpul.


" Javanka. panggil guru seni karena sudah waktunya dia menjelaskan tema lukisan nya.


" Yes Miss. jawab javanka pelan, lalu dia pun maju dengan membawa lukisannya ke depan.


" Tolong jelaskan tema lukisan mu pada Miss dan teman-temanmu. ucap sang guru seni sambil melihat hasil lukisan javanka.


" Baik Miss. kemudian javanka pun menjelaskan tema lukisannya dia memberi tahu makna dari lukisan yang bergambar bulan purnama lengkap dengan pantulan bulan yang ada di dalam danau.


" Tolong selalu ingat lah kita akan selalu berada di bawah langit yang sama dan melihat bulan yang sama, walaupun terkadang kita akan lupa kemana mata dan hati kita akan pergi. ucap javanka menutup penjelasan tentang lukisannya.


Setelah selesai menjelaskan tentang lukisannya, javanka pun kembali lagi ke tempat duduknya. Kemudian satu persatu sahabat javanka pun maju, sampai pelajaran seni pun selesai.


" Akhirnya selesai juga. ucap Bianca sambil meregangkan tubuhnya yang terasa pegal.


" Van, kamu ikut kita pergi kan? tanya Lala yang sudah selesai merapikan peralatan lukisnya.


" Memangnya mau kemana? tanya Vivi yang lupa.


" Beli kado. jawab Bianca.


" Memang siapa yang akan ulang tahun? tanya Vivi lagi yang masih loding.


" Tidak Vivi, tidak ada yang ulang tahun. jawab Lala yang sudah mulai kesal.


" Lalu mengapa kalian harus membeli kado. tanyanya lagi dengan wajah bingung.


Lala yang mendengar ucapan Vivi pun terlihat sangat kesal, Bianca yang melihat itu langsung menahan Lala agar tidak marah pada Vivi.


" Bukankah tadi wali kelas meminta kita untuk bertukaran kado sesuai dengan nama undian yang terlah wali kelas kita berikan. ucap javanka dengan lembut mengingatkan Vivi.


" Ohhhhhh....iya, aku lupa heeehehehe..... kata Vivi sambil menepuk jidatnya dia baru ingat dengan tugas tambahan dari sang wali kelas.


" Hemmmmm....... baru ngudengkan dia. gerutu Lala pada Vivi.

__ADS_1


" Aku ikut kok la, tapi aku nyusul kalian aja boleh gak? tanya javanka pada sahabat-sahabatnya.


" Memangnya kamu mau kemana dulu Van? tanya Bianca.


" Aku harus ikut rapat OSIS terlebih dahulu, baru setelahnya aku akan menyusul kalian. jawab javanka memberi tahu jika ada rapat dadakan di ruang OSIS.


" Hemmmm...... kami nunggu kamu aja deh Van, jadi kita bisa pergi ke mall nya bareng-bareng. kata Lala yang enggan pergi tanpa kehadiran javanka.


" Kalian yakin mau nunggu aku? tanya javanka pada sahabat-sahabatnya.


" Iya Van, lagi pula aku pasti akan kewalahan memisahkan Lala yang selalu ingin memakan Vivi hidup-hidup. jawab Bianca yang tidak mau gila sendiri jika berada diantara Lala dan Vivi.


Mendengar ucapan Bianca javanka pun tersenyum tipis, lalu dia pun mengajak sahabatnya menuju ruang OSIS sambil membawa lukisannya dan juga tasnya.


" Van, bukannya lukisanmu tadi di minta oleh guru seni? tanya Vivi sambil berjalan di samping javanka.


" Iya, tapi papah sudah meminta lebih dulu untuk di pasang di kantor cabang. Jadi aku tidak berani memberikannya, tapi sebagai gantinya aku akan memberikan lukisan yang lain pada Miss saat pertemuan berikutnya. jawab javanka menjelaskan.


" Memang papahmu tidak bisa membeli lukisan dari pelukis apa Van? tanya Vivi yang lemot.


" Bukan begitu Vi, tapi papah ingin cabang perusahaannya yang baru ada kesan yang bisa mengingatkan papah padaku saat papah jauh di sana. Yahhhhh....... walaupun sudah ada gambar ku yang sangat besar terpajang di sana. jawab javanka menjelaskan dengan sabar pada Vivi.


Disampaikan di ruang OSIS, anggota yang lain pun sudah duduk di tempat masing-masing.


" Maaf aku terlambat kak. ucap javanka setelah mengetuk pintu dan masuk ke dalam, javanka sedikit membungkuk tubuh meminta maaf.


" Tidak apa-apa, lagi pun kami juga baru sampai kok. jawab Edward selaku wakil ketua OSIS di iringi senyuman termanis yang dia miliki.


Lalu javanka pun duduk di tempatnya, kemudian rapat pun dimulai. Selama rapat OSIS berlangsung ketiga sahabat javanka dengan sabar menunggu sambil mendengarkan percakapan anggota OSIS lainnya.


Beberapa saat kemudian rapat OSIS pun selesai, javanka pun merapikan kembali peralatan tulisnya sambil membereskan meja yang sedikit berantakan.


" Dek, kamu pulang sama siapa? tanya Edward yang duduk di samping javanka sambil memperhatikan setiap gerakan javanka.


" Aku akan pergi ke mall xx bersama dengan teman-teman ku kak, karena ada yang harus ada beli. jawab javanka jujur sambil terus mengelap meja.


Melihat rapat terlah usai Bianca, Lala dan juga Vivi pun menghampiri javanka yang sedang mengobrol dengan Edward.


" Van udah? tanya Bianca sambil berjalan mendekat pada javanka.


" Sudah Bii. jawab javanka.

__ADS_1


" Kalau begitu aku duluan yah kak? pamit javanka dengan sopan pada Edward, Edo kenz.


Lalu javanka dan sahabatnya pun berjalan pergi, Edward pun dengan sigap mengejarnya, sementara Edo dan kenz hanya mengikuti Edward.


" Dek, dek tunggu..... panggil Edward pada javanka yang baru berjalan keluar ruang OSIS.


" Iya kenapa kak? jawab javanka sambil menghentikan langkahnya.


" Apakah kakak boleh ikut bergabung bersama kalian? tanya Edward sedikit ragu-ragu.


" Aku sih ayo saja, tapi bagaimana dengan kalian. ucap javanka sambil menatap ke arah ke tiga sahabatnya.


" Kami juga gak masalah kok, bukannya semakin ramai semakin seru yah. sahut Lala tidak menolak kehadiran Edward dan teman-temannya.


" Thanks yah, nanti aku traktir deh. ucap Edward pada Lala.


Lalu mereka pun bersama-sama pergi menuju mall yang mereka tuju, sesampainya di parkiran mobil mereka pisah mobil javanka naik mobil yang biasa mengantar jemput nya dan kali ini Bianca ikut di mobil javanka, sementara Lala dan Vivi naik mobil Vivi dan Edward dan teman-temannya membawa mobil mereka masing-masing.


Singkat waktu mereka pun tiba di mall xx yang tidak lain adalah mall milik papahnya javanka, begitu javanka dan semuanya sampai di lobby utama mall tiba-tiba ponsel javanka berdering.


📞 iya pah. jawab javanka pada panggilan yang tidak lain dari sang papah


📞 kamu lagi dimana sayang? tanya Alex pada putrinya


📞 aku lagi di mall pak, karena akan di adakan tukar kado di sekolah dengan teman sebangku, jadi aku harus nyari kadonya dulu pah. jawab javanka jujur


📞 oh gitu, kamu nyari kadonya sama siapa? pulangnya mau papah jemput gak sekalian? tanya Alex yang takut jika putrinya pergi bersama pria


📞 Sama Bianca, Lala dan Vivi pah, hemmmm... sepertinya tidak usah, soalnya kan akan sama pak Budi ke sini nya. jawab javanka tanpa menyebutkan Edward dan teman-temannya.


📞 Coba video call dulu, papah pangen liat. ucap Alex yang tidak percaya pada ucap putrinya.


Alex pun mematikan teleponnya, kemudian javanka buru-buru meminta Edward dan teman-temannya untuk bersembunyi atau sedikit menjauh darinya. Javanka tahu betul sifat papah yang overprotektif pada dirinya, jadi gadis itu tidak ingin repot serta membuat sang papah cemas.


.


.


.


💐💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2