
Sebenarnya orang seperti apa yang berani membuat tuan muda begitu murka seperti itu, ya Tuhan. Siapa pun tolong kami yang hanya karyawan kecil ini, kamu benar-benar takut terkena getahnya juga. batin para karyawan yang menjerit ketakutan.
Lalu tiba-tiba pintu pun terbuka yang ternyata sekertaris Aldo yang sudah kembali masuk ke dalam ruang meeting, melihat suasana yang begitu tegang dan wajah-wajah para karyawan yang begitu ketakutan sekertaris Aldo pun cepat-cepat bertindak.
Sepertinya aku terlambat, itu pasti telpon dari Caca atau David yang memberi tahu tentang kondisi nona pada tuan muda. ucap Aldo dalam hatinya.
Sekertaris Aldo pun memberi isyarat pada semua karyawan yang ada di dalam ruang itu untuk pindah ke ruang sebelah, melihat itu semua karyawan pun langsung bergegas pindah ke ruang sebelah seperti apa yang di beritahu oleh sekertaris Aldo.
Kini Aldo pun langsung mengambil alih dan melanjutkan memimpin meeting yang tertunda itu, sekalian memberi ruang untuk tuan mudanya berbicara tentang kondisi nonanya dengan leluasa.
Alex langsung mematikan panggilannya dan kembali memanggil David melalui video call, David pun hanya bisa mengangkat panggilan itu.
📞 Coba jelaskan padaku apa yang terjadi pada putriku? tanya Alex sambil menatap tajam David.
📞 Aku tidak tahu dengan pasti kejadiannya, karena saat itu aku juga sedang tidak bersama Avan. jawab David jujur.
📞 Lalu bagaimana dengan kondisi putriku sekarang? tanya Alex yang sudah berteriak marah pada David.
📞 Avan sudah di tangani oleh Caca, tapi dia tidak mau di rawat di rumah sakit. kata David sambil melihat Javanka yang memandang kearahnya dengan raut wajah yang sedih.
📞 Memang apa yang sebenarnya terjadi? sampai-sampai putriku harus di rawat di rumah sakit. masih dengan nada yang sama dan raut wajah yang begitu dingin.
📞 Tadi berdasarkan laporan dari pengawal yang seharian menerima Avan, tiba-tiba Avan mengeluarkan darah dari hidungnya lalu setelah itu dia langsung jatuh tak sadarkan diri. ucap David menjelaskan dengan rinci peristiwa itu pada Alex.
📞 Kalau semua bodoh, aku sudah mengatakan berapa kali jaga Javanka baik-baik selama aku tidak ada. Seharusnya aku memang tidak usah mempercayakan Javanka pada kalian, orang-orang bodoh. ucap Alex memaki-maki tanpa henti.
David hanya memutar kedua bola matanya malas, menanggapi amarah Alex. Namun di sisi lain Alex memang ada benarnya, seharusnya David menjadi Javanka dengan hati-hati.
Jika dia menjaga Javanka dengan hati-hati, semua ini pasti tidak akan pernah terjadi pada keponakan tercintanya itu.
📞 Jaga baik-baik putriku, aku akan langsung terbang kembali pulang. ucap Alex memberi tahu jika dia akan langsung pulang.
📞 Tidak, kau tidak boleh pulang. jawab David cepat.
__ADS_1
📞 Apa hak mu melarang ku? tanya Alex sambil mendelikan matanya menatap tajam David.
📞 Jika kau pulang, Avan mengatakan dia tidak mau di rawat di rumah sakit. kata David memberi tahu apa yang di ucapkan oleh Javanka tadi.
📞 Aku tidak perduli, bagaimana pun kau harus menahan putri untuk tetap berada di rumah sakit sampai aku datang. jawab Alex yang tidak perduli dengan ucapan David.
📞 Lagi pula ini terjadi karena kebodohan dan ketidak becusan mu dalam menjaga pu........
Belum sempat Alex melanjutkan makiannya pada David, tiba-tiba ponsel David berpindah tangan pada Javanka.
📞 Papah jangan berbicara seperti itu, uncle David tidak bersalah kok. ucap Javanka dengan suara lemahnya.
📞 Sayang kamu baik-baik saja kan? apakah ada bagian yang terasa tidak nyaman? tanya Alex khawatir pada putrinya, begitu melihat putrinya dia langsung merubah pandangan dan suaranya.
📞 Avan hanya pusing dan lemas saja pah. jawab Javanka mengatakan apa yang dia rasakan.
📞 Kalau begitu kamu istirahat yah, tunggu papah akan segera datang. ucap Alex dengan lembut sambil menatap wajah putrinya dengan begitu serius.
📞 Tidak, papah tidak boleh pulang. kata Javanka melarang papahnya untuk kembali.
📞 Jika papah pulang, Avan juga akan pulang. Avan tidak mau di rawat di rumah sakit. kata Javanka mengancam sang papah.
📞 Memang apa alasannya sayang? kenapa papah tidak boleh pulang? tanya Alex sambil mengerutkan keningnya menatap wajah putrinya.
📞 Jika papah pulang lebih awal dari jadwal yang sudah di tentukan, pasti lah banyak sekali pekerjaan papah yang tertunda atau bahkan batal karena ketidak hadiran papah. ucap Javanka mengatakan alasannya pada sang papah.
📞 Papah tidak perduli, yang papah pikirkan hanya kamu. jawab Alex ngotot dengan pendiriannya yang tetap ingin kembali pulang.
📞 Papah, apakah papah tidak bisa memikirkan berapa banyak kerugian yang akan papah tanggung jika papah meninggalkan pekerjaan papah begini saja? tanya Javanka serius sambil menatap wajah papah nya dengan lembut.
📞 Papah tidak perduli, papah berkerja untuk bisa membahagiakan kamu. Jika kamu dalam keadaan tidak baik-baik untuk apa papah susah-susah kerja, kalau orang yang sangat penting dalam hidup papah saja jatuh sakit seperti ini. kata Alex dengan egois tetap ingin kembali pulang.
📞 Jika papah memaksa pulang, Avan juga akan memaksa pulang ke rumah dan Avan juga tidak akan lagi menjalani semua pemeriksaan kesehatan dalam bentuk apapun. ucap Javanka mengancam sang papah.
__ADS_1
📞 Apa sih sebenarnya alasan mu tidak ingin papah pulang? tanya Alex pelan dengan frustasi, sebenarnya dia takut jika putrinya benar-benar melakukan hal tersebut. Karena dia tahu betul sifat putrinya yang selalu melakukan hal yang dia katakan.
📞 Avan tidak mau papah menanggung kerugian yang sangat besar, dan Avan juga tidak ingin para karyawan yang sudah bekerja keras mati-matian dalam mengerjakan tugas mereka masing-masing berakhir sia-sia. Karena papah kembali pulang dan meninggalkan semua pekerjaan yang sudah tersusun rapih tanpa memikirkan karyawan papah yang sudah berusaha keras, dan semua itu terjadi karena Avan jatuh sakit. ucap Javanka mengatakan alasannya sambil menangis dengan wajah yang begitu sedih.
Caca dan David yang mendengar semua percakapan Javanka dan Alex sedari awal akhirnya mengerti alasan mengapa Javanka meminta pulang.
📞 Untuk apa kamu memikirkan semua itu, itu sudah menjadi tugas mereka jika mereka ingin bekerja di perusahaan ini mereka harus bekerja dengan sungguh-sungguh. ucap Alex dengan egoisnya namun belum sempat Alex melanjutkan ucapannya tiba-tiba.
📞 Tapi semua hasil kerja keras mereka rusak karena Avan, karena Avan jatuh sakit. ucap Javanka memotong ucapan sang papah gadis remaja itu tampak begitu frustasi.
Mendengar ucapan sang putri Alex pun terdiam sejenak, dia memandang wajah putrinya yang sedang menangis dalam hati kecilnya dia benar-benar tidak tega melihat putri semata wayangnya menangis begitu sedih, Alex ingin sekali berlari menghampiri putrinya untuk menenangkan putrinya yang sedang menangis.
Alex pun menarik napasnya panjang, lalu mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Rasanya dia ingin sekali mengumpat namun dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu di hadapan putri tercintanya.
📞 Baiklah, jika papah tidak pulang apa yang akan papah dapatkan? tanya Alex lembut dia sedang berusaha bernegosiasi dengan putrinya.
📞 Avan akan mengikuti semua yang papah inginkan. jawab Javanka dengan sungguh-sungguh.
📞 Jika papah meminta kamu untuk istirahat dan berhenti melakukan semua kegiatan mu termasuk sekolah apa kamu akan melakukannya? tanya Alex pada putrinya.
📞 Iya, Avan akan melakukan semua yang papah inginkan. jawab Javanka tegas dan sungguh-sungguh.
📞 Baiklah papah terima tawaran mu. jawab Alex akhirnya mengikuti keinginan putrinya, yang menginginkan dirinya tidak kembali pulang sebelum semua pekerjaannya terselesaikan.
📞 Terima kasih papah, Avan sangat-sangat mencintai papah. ucap Javanka yang akhirnya tersenyum manis pada sang papah.
📞 Dasar si keras kepala. kata Alex sambil tertawa melihat tingkah laku putrinya.
Dia tidak merasa apa? kalau dirinya sendiri lebih egois dan keras kepala dari pada putrinya. Aku benar-benar salu dengan Javanka yang berhasil mengalahkannya, dia bahkan dengan sabar mengikuti semua keinginan papahnya yang terkadang tidak masuk akal. Pikir Caca dan David
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐💐