
Sudah hampir dua bulan lalu Javanka tetap saja terbaring tak berdaya di atas tempat tidur, dengan wajahnya yang cantik dan manis dia sudah seperti putri tidur dalam sebuah dongeng.
Akhir-akhir ini Alex sering pergi ke kantor, sepulangnya dari kantor dia akan langsung mengunjungi putrinya dan berdiam diri di sana sampai pagi.
Pagi ini pria itu pun berpamitan pada putrinya, dia harus pergi ke kantor pusat.
" Selamat pagi sayang, apakah kamu merasa nyaman. Cepat lah bangun sayang, karena musim dingin sudah berganti dengan musim panas, matahari di luar sangat menyejukkan, sangat cocok untuk bermain sepeda. bisik Alex di dekat telinga putrinya.
" Papah hari ini ke kantor dulu yah sayang, papah selalu berharap jika saat papah pulang nanti kamu sudah membuka mata dan menyambut papah dengan senyuman manis mu. kata Alex lagi sambil mengelus lembut kepala putrinya, lalu dia pun menciumi seluruh wajah putrinya dan pergi.
Sepanjang perjalanan, Alex hanya sibuk dengan pekerjaannya. Sesekali sekertaris Aldo melirik dari kaca belakang, memastikan jika tuan mudanya baik-baik saja.
" Meeting hari ini akan di mulai jam berapa Do? tanya Alex tanpa mengalihkan pandangannya.
" Jam 13:45 tuan muda. jawab sekertaris Aldo dengan lugas.
" Oke, kamu siapkan saja apa yang di perlukan. perintah Alex pada sekertaris nya.
" Baik tuan muda. jawab sekertaris Aldo sambil terus mengemudikan mobilnya.
Sesampainya di kantor, seperti biasa Aldo membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya. Dan beberapa karyawan pun berdiri di depan lobby utama untuk menyambut kedatangan tuan muda mereka, begitu Alex keluar dari mobil semua karyawan akan membungkukkan badannya dengan hormat.
Belum sempat Alex masuk, tiba-tiba ada sebuah keributan yang terjadi di depan pintu kantor. Alex hanya melirik nya sekilas lalu kembali berjalan masuk.
" Tuan, tuan muda Alex. Tolong tunggu sebentar. panggil seseorang dari kejauhan.
__ADS_1
Mendengar namanya di panggil Alex pun menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya, Alex pun menaikan alisnya kala melihat sosok pria paruh baya tergopoh-gopoh berlari menghampiri dirinya.
Dengan sekuriti di belakangnya yang berusaha menghentikan langkahnya, namun Alex mengangkat tangan nya agar membiarkan pria itu tetap masuk.
Melihat isyarat itu mereka pun berhenti mengejar pria itu, namun mereka tetap bersiap takut terjadi hal-hal yang tidak mengenakan pada tuan muda mereka.
Pria itu pun dengan terengah-engah berhasil ada di hadapannya Alex, lalu Alex pun meminta Aldo untuk memberikan air pada pria itu.
Dengan sigap Aldo menyuruh bawahan untuk mengambil air minum dan menyerahkan pada pria itu, sekertaris Aldo sedari tadi wajah nya tampak begitu tidak ramah semenjak kedatangan pria itu. Namun dia berusaha untuk tetap tenang di hadapan tuan mudanya, karena ini keinginan tuan mudanya.
" Tuan muda saya mohon jangan pecat saya, saya mengaku jika putri saya memang bersalah. ucap pria itu tiba-tiba memohon di bawah kaki Alex, dengan pakaian lusuh dan beberapa bolongan di beberapa tempat.
Seketika wajah Alex terlihat kebingungan dan dia memperlihatkan wajah yang tidak nyaman. Aldo pun dengan sigap menarik pria itu untuk bangun dari berdiri.
" Tuan muda, saya mohon. Tolong pekerjaan saya kembali di perusahaan, saya akan menerima apapun pekerjaannya asalkan saya tetap bisa bekerja. ucap pria sambil menangis di hadapan Alex.
" Memang siapa kau dan apa jabatan mu dulu di perusahaan ini? tanya Alex dengan wajah bingung.
Para karyawan yang ada di situ pun berbisik-bisik, mereka tahu jelas siapa sosok pria itu.
" Saya Surya Sanjaya tuan muda, dulu saya menjabat sebagai direktur utama di perusahaan milik tuan muda. jawab pria itu yang tak lain adalah papahnya sisi.
Alex yang memang tidak tahu menahu tentang wajah-wajah para pekerjanya pun harus menaikkan sebelah alisnya, lalu dia pun menatap ke arah sekertaris nya seakan-akan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
" Dia adalah orang yang membuat nona menjadi seperti ini. ucap sekertaris Aldo yang seakan-akan mengerti arti dari tatapan mata tuan mudanya.
__ADS_1
Sontak semua orang yang ada di situ pun terkejut termasuk Alex, beberapa karyawan memang mengetahui jika putri tuan muda mereka sedang koma. Namun mereka tidak mengetahui apa penyebabnya, dan sekarang mereka sangat syok mendengar ucapan sekertaris Aldo.
Pantas saja pak Sanjaya tiba-tiba di pecat dari perusahaan, ternyata dia lah dalang di balik kejadian memilukan yang menimpa nona kecil kita.
Masih sangat beruntung kau tetap hidup, setelah apa yang kau lakukan pada nona kami yang berharga.
Kau memang pantas mendapatkan hal itu, selama ini kau tidak hanya sombong tapi juga sering merendahkan karyawan lain yang menjadi bawahan mu. Dan kau juga sampai berani membuat nona jatuh sakit sampai seperti sekarang ini, dasar pria tua brengsek.
Begitu lah kira-kira isi dari pikiran masing-masing para karyawan yang melihat kondisi pak Sanjaya saat itu, mereka sama sekali tidak merasa simpati pada pria itu. Mereka justru merasa puas dengan apa yang mereka lihat, atas apa yang mereka alami selama ini saat pak Sanjaya masih menjabat sebagai direktur utama di perusahaan.
" Apa maksudmu Do? tanya Alex yang masih tidak mengerti dengan perkataan sekertaris nya.
" Dia adalah orang tua dari murid yang membully nona di sekolah. ucap sekertaris Aldo, pria itu pun langsung memutar audio percakapan dia dan istrinya kala sekertaris Aldo datang ke rumah nya.
Alex pun mendengar dengan serius, dan beberapa karyawan yang ingin tahu pun ikut memasang telinga mereka. Aldo yang melihat itu pun langsung menatap mereka dengan tajam, seakan-akan mengatakan apa yang kalian lakukan. Mereka langsung berpura-pura bego tapi telinga mereka tetap berusaha terpasang agar bisa mendengar nya.
" Kalau begitu tinggal di kasih uang kompensasi saja saja, kan gampang. Kenapa harus memarahi anak perempuan kita sampai seperti ini, kan kasian putri kita. begitu kata-kata itu keluar, mata Alex langsung memanas pandangan nya pun menajam.
Sementara pak Sanjaya tampak begitu ketakutan, setelah mendengar ucapan nya sendiri. Apa lagi reaksi yang Alex tunjukkan, orang-orang yang ada di situ pun sampai gelang-gelang kepala mendengar ucapan pak Sanjaya.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐