
sesampainya di pusat perbelanjaan Alex langsung berpamitan pada putri tercinta nya, Javanka hanya tertawa manis sambil melambaikan tangannya pada sang papah.
" Oke, Om Aido kita mama dulu yah. Avan udah hungry. tertawa kecil karena malu pada Aldo.
" baiklah nona, sesuai keinginan nona. apakah nona ingin makan sesuatu. bertanya sambil memegang tangan mungil nona nya.
" anything is okay. sambil menunjuk semua restoran yang ada di hadapannya. " as long as it's not spicy. menjulurkan lidahnya seperti orang kepedasan.
" Oke, nona. melangkah menuju satu satu restoran sambil menggandeng tangan mungil milik Javanka, karena memang Javanka tidak ingin di gendong.
Mereka pun memesan makanan sesuai selera mereka, kemudian mereka makan siang bersama seperti seorang ayah dan putri kecilnya. sesekali Javanka menyuapi makanan ke mulut sekertaris Aldo, walaupun sudah menolak secara halus, tapi dengan kemampuan wajah yang menggemaskan milik nya, sekertaris Aldo pun luluh dan dengan patuh membuka matanya.
setelah selesai makan dan membayar, Javanka langsung menarik tangan sekertaris Aldo menuju tempat bermain.
" Om Aido, hurry up, hurry up Om. terus menarik dengan penuh semangat karena memang sudah isi bensin tadi ( makan )
" pelan-pelan nona, nona bisa terluka kalau seperti itu. dengan sabar Aldo mengikuti kemana pun nona kecil itu melangkah.
" let's play everything here. kata Javanka penuh dengan semangat sambil menatap kearah semua mainan yang ada di hadapannya.
" baik nona, tapi sebelum itu kita harus mengambil dan mengisi kartu terlebih dulu. menunjuk ke arah loket pelayanan.
__ADS_1
" Oke, om. mengacungkan jari nya membentuk huruf o
entah kenapa hati ku sangat senang berada di dekat nona Javanka, nona sangat menggemaskan dan penurut. hati ku sangat tenang bila melihat senyuman yang menghiasi wajah nona.
" permisi, mba saya mau kartu yah tolong sekalian di isi juga. ucap Aldo dengan sopan pada seorang wanita penjaga.
" baik pak, tunggu sebentar. jawab nya sambil tersenyum manis, sesekali dia mencuri-curi pandang pada sekertaris Aldo yang berdiri menunggu.
" ini pak. memberikan kartunya pada Aldo dengan senyuman yang menggoda.
" terimakasih. jawab Aldo singkat sambil membaringkan beberapa lembar uang.
" sama-sama pak, pak ini uang kembali nya. memanggil Aldo yang sudah berjalan pergi.
Huhhh.... tidak hanya tampan tapi juga baik, namun sedikit dingin sih.
" Om already. tanya Javanka yang melihat kedatangan Aldo, sedari Aldo pergi Javanka hanya duduk menunggu Aldo di kursi.
" sudah nona, Ayo kita main. jawab Aldo sambil tersenyum manis, Javanka hanya mengangguk kepalanya sambil berseru kesenangan.
mereka berdua pun memulai bermain, dari permainan balapan mobil, memancing, basket, apa pun mereka coba sampai berakhirnya di mesin capit boneka.
__ADS_1
" Om, main ini. Avan mau boneka itu. menunjuk mesin capit boneka sambil menunduk boneka flamingo berwarna merah muda.
" baik nona, saya akan berusaha mendapatkannya. jawab sekertaris Aldo penuh keyakinan lalu mulai menggesekkan kartu nya dan mulai bermain.
ternyata sudah punya anak, sayang sekali.
tanpa di sadari oleh Aldo ada sepasang mata yang memperlihatkan nya dengan Javanka, Iyah itu mba penjaga tadi.
" yesss.... Om Aido succeed. meloncat-loncat kegirangan lalu memeluk tubuh sekertaris Aldo yang berjongkok hendak mengambil boneka.
" thank you Om Aido, sayang om Aido. mencium pipi Aldo dan tersenyum manis.
sekertaris Aldo hanya diam karena terkejut, namun entah kenapa hati sangat senang entah karena dapat membuat nona nya bahagia atau karena dapat ciuman dan pelukan dari nona nya.
ohhh... ternyata keponakan nya, aku kira putrinya. membuat ku patah hati saja. tapi syukurlah.
*
*
*
__ADS_1
💐💐💐