
Singkat cerita Alex sudah menyelesaikan acara peresmian restoran yang dia buka, namun kini dia sedang duduk di clubs malam miliknya dengan wajah yang sangat masam.
" Hay Lex. sapa David yang baru datang.
" Apa yang kau lakukan di sini? tanya Alex mengintrogasi temannya.
" Aku datang karena Caca mengajak ku, lalu kau sendiri? jawab David sambil bertanya balik pada Alex dengan santai.
" Hanya ada beberapa urusan sepele yang harus aku urus. jawab Alex bohong.
" Hemmmmm....... kalau urusan sepele, mana mungkin kau mau capek-capek mengurus nya. timpal Caca yang baru datang.
" Itu bukan urusan mu. jawab Alex sambil mendengus kesel.
" Paling pengelola clubs ini cari masalah dengannya. kata Caca yang seakan-akan sudah tahu masalah yang Alex hadapi.
" Berisik kau. ucap Alex dengan marah.
Sementara sekertaris Aldo dan David hanya diam saja memperhatikan keduanya, lalu pelayan pun datang sambil membawa nampan yang berisi minuman.
" Mengapa kau datang ke sini? bukannya kau akan melakukan operasi besok pada putriku. tanya Alex dengan suara yang dingin sambil menatap tajam ke arah Caca.
" Wow santai bro, besok bukan aku yang akan melakukan operasinya tapi dua dokter yang bertugas waktu itu. Aku hanya akan menemani saja, lagian operasinya di lakukan siang hari kok jadi aman-aman saja. jawab Caca merepet panjang menjelaskan pada Alex.
__ADS_1
" Awas saja kau, kalau sampai terjadi sesuatu pada putriku. Akan ku kubur kau hidup-hidup. ancaman Alex dengan bringas.
Bukannya takut Caca malah tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Alex, dia malah meminum minuman keras yang ada di meja.
" Do Ayo pulang. ucap Alex lalu berdiri diri duduk nya.
" Etssss...... mau kemana sih Lex, buru-buru amat kaya orang kelebat pipis saja. tanya Caca sambil menghalangi jalan Alex.
" Minggir kau, lebih baik aku kembali pada putriku dari pada harus di sini bersama kalian. ucap Alex yang mencoba keluar.
" Sudahlah, kau di sini saja temani kami. Toh Avan juga pasti mengerti. kata Caca yang masih memaksa Alex untuk tetap tinggal.
" Ku bilang minggir, sebelum ku temukan tulang-tulang mu itu. kata Alex yang sudah memicingkan matanya.
Sejujurnya Alex sangat tidak menyenangkan tempat-tempat seperti itu, pria itu akan lebih memilih menghabiskan waktunya bersama putri semata wayangnya.
Alex juga tidak menyukai minum-minuman yang mengandung alkohol kecuali dia sedang dalam keadaan sangat kacau, namun semenjak kehadiran mamahnya Javanka di tambah kehadiran si kecil Javanka Alex semakin menjauh dari yang namanya minuman keras apa lagi bermain bersama wanita-wanita penghibur.
" Ca pacarmu mana? tanya David tiba-tiba pada Caca yang sedang sibuk beradu mulut dengan Alex.
" Dia pergi meninggalkan ku, nih gara-gara si kunyuk. jawab Caca sambil menunjuk Alex.
Mendengar ucapan Caca Alex pun langsung menginjak kaki Caca dengan keras, Caca pun mengaduh kesakitan.
__ADS_1
" Maksudmu bagaimana? tanya David yang tidak mengerti.
" Iya, jadi waktu itu aku tidak sengaja bertemu dengan si kutu kupret ini saat jalan bersama dengan wanita ku. Lalu kau tahu setelah wanitaku melihat tampang dekilnya dia meminta ku untuk di kenalkan pada makhluk ini. ucap Caca menceritakan kisah cintanya yang berantakan karena wanitanya malah menyukai Alex.
" Hehhhh...... kalau aku dekil tidak mungkin dia jatuh cinta padaku, aku juga perihatin pada setiap wanita yang mencintaimu. Mengapa mereka bisa-bisanya mencintai laki-laki payah seperti kau ini. jawab Alex sambil menyindir Caca sahabatnya.
" Huhuhuhhhh........ diam kau, ini semua salahmu. kata Caca sambil menangisi kisah cintanya, saking galaunya dia sampai lupa posisinya sekarang.
Alex yang mendengar ucapan Caca pun kembali menginjak kaki Caca namun ini lebih keras, Caca pun tambah menangis tersedu-sedu.
" Hemmm..... menurutku wanita itu memang tidak cocok untuk mu kalau dia melihat Alex dan langsung menginginkan Alex. Lebih baik kau cari lagi, pasti ada di luar sana yang mencintai mu apa adanya. kata David yang berusaha menghibur Caca.
Dengan cepat Caca menenggak segelas minuman keras itu. " Tapi masalahnya ini bukan yang pertama kalinya, ini sudah hampir ke tujuan kalinya. kata Caca yang menangis begitu sedih, dia sudah mulai mabok.
" Hahahahhhhh....... itu mungkin karena nasibmu saja. tawa Alex pecah memenuhi ruangan itu, sekertaris Aldo dan David pun ikut tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Caca.
" Huhuhuhhhhhh..... kalian semua jahat pada ku terutama kau makhluk jelek. menangis tidak terima dirinya di tertawakan oleh ketiga sahabatnya.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐