
Sesampainya di lobby utama mall, Javanka turun dengan di bantu oleh pak Rudi. Gadis imut itu pun berjalan dengan santai masuk ke dalam mall, tentunya di ikuti oleh pak Rudi, pengasuh dan para pengawal.
Javanka berjalan melenggang melewati setiap toko, namun gadis kecil itu terlihat bingung karena di dalam mall tidak tampak terlihat siapa pun selain dirinya dan orang-orangnya, padahal semua toko sudah buka dan siap melayani setiap customer yang datang.
Para pengawal yang di perintahkan oleh sekertaris Aldo sudah berdiri tegak di beberapa titik, walaupun ragu Javanka terus berjalan.
" Pak, Napa enda ada owang-owang di cini? akhirnya dia pun bertanya pada pak Rudi, yang ada di belakangnya.
" Begini nona, sebenarnya sekertaris Aldo yang menutup mall ini untuk sementara waktu. Agar nona bisa nyaman berbelanja di sini, dan juga agar nona tetap aman. jawab pak Rudi dengan sopan sambil terus mengikuti kemana pun nonanya pergi.
" Napa tutup-tutup pak? pity owang-owang yang mau beli-beli cucah. kata Javanka dengan polosnya.
" Maafkan kami nona, kami melakukannya demi kebaikan nona kami tidak ingin terjadi sesuatu pada nona. kata pak Rudi yang malah meminta maaf.
" No, no. enda minta maaf pak, bapak enda calah apa-apa kok. ucap Javanka dengan panik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Setelah itu Javanka tidak berani bertanya lagi, gadis kecil itu memilih fokus pada tujuan utama nya mencari kado untuk papanya. Agar cepat-cepat pulang supaya mall ini kembali di buka untuk umum.
Javanka terus menerus keluar masuk toko brand ternama namun dia tetap tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, dan dari semua barang yang ia lihat tidak ada yang bisa membuatnya tertarik.
__ADS_1
Kaki kecilnya sudah mulai loyo namun dia tetap semangat mencari, sementara pak Rudi masih setia menemani dan mengikuti kemana pun nonanya pergi.
Hingga sampailah mereka di toko brand terakhir yang ada di lantai paling atas mall itu, Javanka pun masuk begitu saja.
Para pegawai toko tersebut sempat mengabaikan gadis kecil itu, mereka berpikir mungkin hanya anak kecil yang sedang bermain-main.
" Avan mau ini. kata Javanka pada si pekerja toko sambil menunjuk satu set jas lengkap yang di pajang di maneken.
" Aduh dek, kalau mau main jangan di sini yah. Di time Joon saja, di sini bukan tempat untuk bermain. ucap si pekerja toko sambil menarik tangan Javanka keluar dari toko.
Javanka hanya diam saja dan mengikuti si pekerja toko itu, sementara pak Rudi yang baru selesai mengangkat panggilan telepon dari sekertaris Aldo. Pria paruh baya itu pun terkejut melihat nonanya di tarik paksa oleh si pekerja toko.
" Apa yang kau lakukan? kata pak Rudi sedikit membentak pada si pekerja itu, beliau pun langsung melepaskan tangan si pekerja yang menggenggam erat tangan mungil nonanya.
" Jaga ucapan mu, jika kau masih ingin bekerja di sini. kata pak Rudi dengan penuh penekanan.
" Memang apa yang saya katakan salah? Lalu apa anda punya hak dan mampu memecat saya? lagian saya kan hanya memperingatkan tuan untuk menjaga cucu tuan sendiri, lagi pula tuan juga tidak akan mampu membeli satu barang pun di toko ini. kata si pekerja lagi dengan di iringi seringan mengejek.
Mendengar ucapan si pekerja itu, si kepala pelayan pun akhirnya naik pitam. Pak Rudi pun langsung memberikan isyarat pada pengawal yang berada tak jauh darinya, dan si pengawal pun mengangguk mengerti lalu pergi.
__ADS_1
Sementara Javanka hanya berdiri di samping pak Rudi, gadis kecil itu hanya diam dan memperhatikan pak Rudi dan pekerja toko itu.
" Lebih baik tuan pergi saja dari sini, jangan mengotori toko kami dengan tuan yang berdiri di depan toko kami. katanya lagi yang mengusir pak Rudi untuk pergi dengan di iringi seringan yang begitu licik.
Pak Rudi hanya diam saja, beliau hanya bisa mengepalkan tangannya dan rahang pun mulai mengeras. Namun beliau berusaha untuk tetap tenang karena ada nonanya.
Lalu dari kejauhan seorang pria berlari dengan gila ke arah toko itu dengan di ikuti oleh pengawal tadi.
" Ma maafkan saya tuan, saya benar-benar tidak tahu jika tuan akan berkurang ke toko kami yang sederhana ini. kata pria itu sopan pada pak Rudi dengan nafasnya yang masih naik turun.
" Tolong layani nona kami dengan baik, bungkus semua yang nona tunjuk lalu kirim ke Mansion tuan muda. kata pak Rudi pada pria itu.
Lalu dengan sangat lembut dan sopan pria itu mempersilahkan pak Rudi dan juga Javanka masuk ke dalam toko tersebut, pria itu juga berusaha melayani Javanka dengan sangat baik bahkan menyiapkan teh untuk pak Rudi dan juga si kecil Javanka.
Sementara si pekerja sombong dan arogan tadi hanya diam mematung, kala melihat manajernya sendiri yang melayani costumer yang tadi ia usir.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐