
Pada pukul 14:00 Javanka keluar dari kelasnya, gadis kecil itu berjalan dengan santai sambil menggendong tas dan memegang tas jinjing nya.
Tidak ada raut sedih atau lelah di wajah imutnya, dia lebih baik tersenyum seperti biasanya. Sekertaris Aldo yang sudah menunggu nonanya keluar pun mempersilahkan sedari jauh kala ball berbunyi.
" Nona sebelah sini. ucap sekertaris Aldo melambaikan tangannya, kala melihat nonanya sedang mengobrol dengan Miss Mona.
Javanka yang mendengar suara yang tak asing pun langsung mencari ke arah suara itu berasal, tertangkap sekertaris Aldo yang sedang melambai-lambaikan tangannya sambil tersenyum pada nya.
Javanka pun pamit dengan sopan pada Miss Mona, lalu berjalan menghampiri sekertaris Aldo sambil tersenyum manis.
" Uncle...... ucap Javanka sambil berlari kecil ke arah Aldo.
" Hati-hati nona, jangan berlari itu berbahaya. ucap sekertaris Aldo, tanpa sadar dia merentangkan kedua tangannya sambil berjongkok.
Javanka yang melihat itu pun langsung menghamburkan tubuh nya ke dalam pelukan sekertaris papah nya itu, dengan di iringi suara tawa kecil dari gadis mungil itu.
Aldo pun langsung mengambil alih tas dan barang bawaan nonanya sambil masih menggendong nonanya ke mobil.
" Bagaimana sekolah di hari pertama ini nona? tanya sekertaris Aldo dengan sopan, lalu membuka pintu mobil.
" Very, very fun uncle. jawab Javanka dengan penuh semangat, lalu dia pun menceritakan semua tentang apa saja yang dia lakukan selama berada di sekolah pada sekertaris Aldo.
Aldo hanya tersenyum dan mendengarkan semua cerita dari nonanya itu, sambil memasangkan sabuk pengaman pada nonanya. Lalu mereka pun pergi meninggalkan sekolahan Javanka.
" Papah kemana uncle? tanya Javanka yang baru sadar kalau papahnya tidak ada.
__ADS_1
" Tuan muda sedang ada meeting penting siang ini nona, jadi saya di tugaskan untuk menjemput nona. jawab sekertaris Aldo sambil fokus mengemudikan mobil.
" Oke. jawab Javanka yang mengerti posisi papahnya.
" Sekarang saya akan mengantar nona menuju tempat meeting, karena tuan muda ingin bertemu nona setelah meeting selesai. kata sekertaris Aldo lagi memberi tahu nonanya.
Javanka pun hanya mengangguk mengerti dan tersenyum manis, gadis itu benar-benar sangat paham dan mengerti pekerjaan papah nya yang super sibuk. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan hal-hal sepele pada sang papah, apa lagi soal urusan antara dan menjemput nya sekolah, menurut Javanka siapa pun ikut yang penting tidak membebani sang papah.
Sesampainya di sebuah restoran ternama, Javanka langsung masuk dengan tangan di pegangin oleh sekertaris Aldo. Avan mengikuti kemana pun Aldo membawanya pergi, sesekali matanya melihat-lihat ke arah sekelilingnya.
" Baiklah nona, kita akan menunggu di sini. ucap Aldo memberi tahu nonanya.
" Oke siap uncle. jawab Javanka ceria, lalu dia pun berusaha untuk naik ke tempat duduk.
Dengan tawa yang di tahan sekertaris Aldo pun membantu nonanya yang kesusahan untuk duduk, melihat nonanya kesulitan seperti itu sangat terlihat menggemaskan menurut Aldo.
" Maafkan saya nona, lain kali saya akan lebih berhati-hati lagi. ucap sekertaris Aldo langsung merubah wajahnya menjadi serius.
" Enda papa, Avan kan biyang mau tawa, tawa caja enda ucah di tahan. kata Javanka sambil tersenyum manis pada sekertaris Aldo.
" Tidak nona, saya tidak akan melakukannya lagi. ucap sekertaris Aldo dengan serius. " Oh iya, nona mau pesan apa? tanya sekertaris Aldo sambil melambaikan tangan memanggil pelayan restoran.
" Avan mau cucu hangat, buah potong cama aiy putih boyeh? ucap Javanka penuh harap.
" Baik nona, saya akan bertanya langsung pada pelayannya. ucap sekertaris Aldo.
__ADS_1
Lalu pelayan itu pun datang menghampiri meja Aldo, Aldo pun menanyakan terlebih dahulu sesuatu yang diinginkan nonanya pada sang pelayan. Karena menu yang Javanka inginkan tidak terdapat sama sekali di buka menu restoran itu.
Setelah berbicara beberapa saat akhirnya si pelayan pun mau mengusahakan menu tersebut, setelah berkoordinasi dengan koki yang ada di dapur.
Sementara Javanka tengah sibuk membuka buku tulisnya, dan mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru nya.
" Apakah ada yang bisa saya bantu nona? tanya sekertaris Aldo yang kini berpindah duduk di samping nonanya, setelah menyelesaikan pesanan nonanya.
" Tewima kacih uncle tapi enda papa, Avan kewjakan cendiy caja. jawab Javanka sopan sambil tersenyum pada Aldo.
Aldo pun hanya memperhatikan apa yang di kerjakan oleh nonanya, Javanka dengan serius, rapih dan teliti mengerjakan tugas nya. Sementara beberapa saat lamanya akhirnya Javanka pun menyelesaikan tugasnya, dan makanannya pun sudah datang.
" Horeeee....... ucap Javanka kesenangan sambil bertepuk tangan kala melihat buah potong miliknya di antara oleh pelayan.
" Tewima kacih sir. ucap Javanka pada pelayan yang mengantarkan makanannya sambil tersenyum manis.
si pelayan pun hanya tersenyum gemas melihat Javanka, sementara sekertaris Aldo sedang sibuk merapikan buku dan alat tulis milik nonanya.
Saat ini Aldo sudah seperti pengasuh Javanka yang siap menjaga dan melindungi nonanya.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐