Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 117


__ADS_3

Kini Alex sudah berada di ruang VVIP, pria satu anak itu hanya duduk di atas tempat tidur sambil melihat dan menikmati video putrinya yang sedang bermain piano.


Ada senyum yang manis keluar begitu saja dari bibirnya, namun senyuman itu harus sebentar. Alex langsung murung kala melihat putrinya sedih di sebabkan putrinya melakukan kesalahan.


" Kamu pasti kesulitan karena tidak bisa melihat yah nak? ucap Alex sendiri sambil terus melihat video yang dia putar.


Sampai dimana putrinya berhasil, Alex pun tersenyum manis. Lalu dia memutar semua video nya sampai dimana dia melihat putrinya tiduran di lantai karena kelelahan bermain.


Alex pun bersyukur kala melihat perkembangan kesehatan putrinya, dia terus memutar video itu sampai akhirnya dia pun tertidur pulas.


Pagi hari, Alex sudah mulai menulis moto di pikirannya untuk menyelesaikan semua pekerjaannya secepat mungkin. Agar dia bisa bertemu dengan putri tercintanya.


Dia mulai membenahi dan mengganti hampir semua karyawan yang ada di perusahaan cabang milik nya, sesuai apa yang dia katakan Alex sudah mengirimkan karyawan yang bekerja di perusahaan pusat untuk sementara mengelola perusahaan ini.


Sampai dia bisa menemukan CEO yang cocok, setelah itu dia datang ke beberapa acara peresmian brand yang di luncurkan oleh perusahaannya.


Sekertaris Aldo hanya mengikuti kemana pun tuan mudanya pergi, sejujurnya pria itu sudah sangat lelah karena semalam dia harus bergadang untuk memajukan jadwal tuan mudanya sesuai keinginan tuan mudanya.


Hari-hari Alex dan sekertaris Aldo pun begitu padat, mereka berdua hanya bisa beristirahat di atas jam dua belas malam dan pagi-pagi sekali mereka harus sudah berangkat lagi.

__ADS_1


Berbeda dengan papahnya, Javanka melewati hari-hari dengan penuh keceriaan, candi tawa yang selalu menghiasi wajah gadis cantik nan imut itu.


Gadis kecil itu mulai belajar cara menulis huruf Braille, dia merasa harus melakukannya karena jika tidak dia tidak akan bisa membaca atau menulis.


Tentunya ini atas keinginannya sendiri, gadis itu mulai belajar tanpa sepengetahuan dari sang papah.


" Mba Avan can already write a little Braille. ucap Avan dengan gembira memberi tahu pada pengasuhnya.


" Oh iya, nona kami memang hebat yah. jawab si pengasuh memuji nonanya.


" hemmm...... Avan main bicycle boyeh no? tanya Javanka pada pengasuhnya, gadis kecil itu ingin bermain sepeda di halaman rumahnya.


" but Avan really wants to play bicycle. ucap Javanka dengan sedihnya.


" Hemmm...... bagaimana kalau kita bertanya terlebih dulu pada pak Rudi? jawab si pengasuh yang tidak tega melihat nonanya bersedih, namun dia juga tidak berani mengambil resiko mengingat kondisi nonanya sekarang.


Lalu Avan pun langsung meminta izin pada pak Rudi selaku kepala pelayan yang bertanggung jawab di saat papahnya tidak ada, setelah mendapat izin dari Avan dengan gembira keluar.


Gadis cantik itu pun bermain sepeda di halaman rumahnya, dengan di bantu oleh dua pelayan wanita dan pengasuhnya untuk mendorong dan menjaga nonanya.

__ADS_1


Sementara pak Rudi hanya memperhatikan semuanya, para penjaga yang berjaga di Mansion Alex pun hanya tersenyum simpul melihat putri semata wayang tuan mudanya.


Ketika Avan salah arah dan hampir nyungsep pelayan dan pengasuhnya dengan sigap menahan, tentunya dengan diikuti suara teriakan takut dan terkejut jika nonanya akan terluka.


Javanka hanya tertawa terbahak-bahak, gadis kecil itu pun hanya mengatakan pada pengasuh dan pelayannya untuk tidak terlalu cemas.


Semua penjara pun di buat gemas dengan tingkah laku nona mereka, namun mereka tidak berani mendekati apa lagi menyentuh Javanka.


Karena ada beberapa peraturan tertulis yang mengatakan jika kalian ingin bekerja di sini, kalian harus menutup mata dan telinga kalian.


Seolah tak melihat atau pun mendengar hal yang terjadi di dalam Mansion, dan mereka juga tidak boleh berbicara sembarang atau memberi tahu tentang apapun yang terjadi di Mansion ini.


Mereka juga harus tahu tidak ada yang boleh menyentuh apa lagi mencium Avan, karena tuan mudanya tidak menyukai hal itu. Kecuali Avan lah yang menginginkan nya.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2