Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 184


__ADS_3

Sesampainya di panti asuhan dan panti jompo yang letaknya tak sebelah, kedatangan Alex pun di sambut meriah oleh kedua kepala yayasan itu.


Alex turun dari mobil sambil menggendong putrinya di ikuti oleh sekertaris Aldo, Caca dan David di belakangnya ada beberapa orang pengawal serta orang-orang yang membawa barang-barang.


Kepala yayasan yang di percaya oleh Alex untuk mengelola panti tersebut pun membimbing Alex menuju tempat acara yang akan di selenggarakan, sambil memuji-muji dan berdoa atas kebaikan Alex. Sementara Alex hanya diam dan sesekali mengangguk lalu tersenyum tipis.


" Lihat wajah si kampret. ucap Caca yang menyikut lengan David.


" Sepertinya dia tertekan harus meladeni omongan kepala panti. jawab David sambil melihat kearah arah Alex yang berusaha untuk tetap tenang dan tersenyum.


Lalu Alex pun di persilahkan duduk di tempat yang sudah di sediakan khusus untuk dirinya, sementara yang lain duduk di belakang kursi Alex. Dan acara pun dimulai.


Acara di mulai dari sambutan hangat dari kepala masing-masing panti, lalu berlanjut ke acara yang lainnya sampai tiba lah di puncak acaranya. Ada beberapa orang yang mendorong troli makanan yang di atasnya ada nasi tumpeng yang begitu tinggi dan Alex pun di persilahkan untuk maju.


Dengan percaya diri Alex pun berjalan naik ke atas panggung sambil menuntun putrinya, dia tidak mau menitipkan Javanka pada sekertaris nya. Alex khawatir jika nanti putrinya di peluk atau di cium oleh dua makhluk yang membuat ia kesal yaitu Caca dan juga David.


Tepukan yang begitu meriah pun terdengar selama Alex berjalan menuju panggung, lalu sang MC pun memberikan mikrofon pada Alex.


" Terima kasih banyak untuk semua orang yang hadir dan ikut serta dalam acara ini, terima kasih juga pada bapak, ibu kepala panti dan orang-orang yang telah membantu mengelola yayasan ini.


Tidak banyak yang bisa saya sampaikan pada semua orang, namun dengan doa dan dukungan dari semuanya saya Alex mengucapkan banyak-banyak terima atas kerja keras nya. ucap Alex yang berpidato dengan singkat dan jelas.


Lalu Alex pun memotong tumpeng itu dan membagikannya, sementara Javanka yang sedikit ketakutan karena terlalu banyak orang berkumpul hanya berdiri sambil memeluk kaki sang papah dengan mata yang terus memperhatikan ke arah sekitarnya.


Sepertinya nona merasa tidak nyaman dengan keramaian ini, wajahnya tampak terlihat pucat dan di penuhi kering. Tuan muda juga tidak menyadarinya karena harus meladeni orang-orang, sepertinya aku harus membawa nona pergi.

__ADS_1


Agar beliau bisa lebih tenang, aku khawatir jika di biarkan saja nanti bisa terjadi sesuatu pada nona.


Sekertaris Aldo yang sedari tadi memperhatikan nonanya, pun berjalan menghampiri dan berjongkok di hadapan nonanya.


" Apakah nona ingin pergi ke sana bersama saya? tanya sekertaris Aldo pada Javanka.


Alex yang baru sadar dan mendengar ucapan sekertaris nya pun melihat kearah putrinya, Javanka terlihat begitu ketakutan sampai-sampai mengeluarkan keringat dingin yang ada di seluruh wajahnya.


" Kamu ingin pergi ke sana dengan sekertaris Aldo? tanya Alex lembut pada putrinya.


Javanka tampak terlihat bingung, namun akhirnya gadis kecil itu pun menganggukkan kepalanya.


" Pergilah nanti papah menyusul oke. ucap Alex lalu menyerahkan putrinya pada sekertaris nya.


" Ayo nona kita lihat-lihat di sana? kata sekertaris Aldo lalu menggendong sang nona.


" Nah, nona duduk di sini yah. ucap sekertaris Aldo yang menurunkan Javanka di sebuah kursi kayu.


Lalu Javanka pun duduk dengan baik, sekertaris Aldo pun dengan telaten menyeka keringat nonanya itu.


Sementara Javanka hanya diam dan melihat banyak anak-anak yang sedang makan bersama di tempat yang tidak jauh darinya, dan ada beberapa anak yang sedang bermain juga.


" Apakah nona ingin bergabung? tanya Aldo yang menyadari dan memahami apa yang di lihat oleh nonanya.


" Mau. jawab Javanka sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Aldo pun membawa Javanka mendekat pada anak-anak tersebut, lalu secara perlahan-lahan Javanka pun mulai ikut bermain bersama anak-anak tersebut.


Gadis cantik itu tampak terlihat mencolok di antara sekeliling anak-anak itu, Javanka tertawa terbahak-bahak kala bermain permainan baru bagi nya. Dia terlihat sangat bahagia dan menikmatinya, sementara sekertaris Aldo terus mengawasi dan tak jarang dia ikut bermain juga.


" Dah...... Avan, kapan-kapan main bersama kami lagi yah. Kami senang sekali bermain dengan mu. ucap salah satu dari anak tersebut, kala Javanka berpamitan kepada mereka.


" Iya, nanti Avan main-main cini yagi. jawab Javanka sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


Sementara Alex sudah berdiri dari kejauhan memperhatikan putrinya yang sedang berpamitan pada anak-anak panti tersebut.


" Sepertinya nona sangat suka dengan anak di sini tuan muda? ucap si kepala panti.


Alex tidak menjawabnya dia hanya tersenyum simpul.


" Beliau tampak begitu senang dan ceria saat di kelilingi oleh anak-anak, beliau juga anak yang mudah berbaur dan tidak pilih-pilih dalam berteman. Yang paling saya suka beliau sangat menggemaskan saat tertawa dan tersenyum, cara bicaranya yang lembut dan sopan santun sangat senada dengan wajahnya yang cantik. ucap si kepala panti yang terus menerus memuji Javanka.


Iya lah, orang putriku pasti lah sangat sempurna dan akan di puja-puji banyak orang.


Sementara Alex hanya tersenyum bangga, lalu Alex pun menggendong putrinya kala Javanka sudah ada di hadapannya. Dan mereka pun berpamitan.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2