
Setelah mendorong papahnya masuk ke dalam kolam ikan, Javanka pun naik ke lantai atas untuk mandi karena hari sudah sore, pengasuhnya pun mengikutinya untuk membantu nonanya mandi.
Sementara Alex yang masih di dalam kolam ikan sedang berusaha untuk naik, dia sangat marah dan geli kala para ikan itu mendekati nya, pak Rudi pun berusaha membantu tuan mudanya itu.
Setelah beberapa perjuangan akhirnya dia pun naik ke daratan, pak Rudi langsung mengambil handuk dan berusaha mengeringkan rambut dan pakaian tuan mudanya.
" Kemana dia? tanya Alex.
" Nona naik ke lantai atas untuk mandi tuan muda. jawab pak Rudi yang mengerti siapa yang ditanyakan oleh tuan mudanya itu.
" Awas saja yah kau gadis nakal, walaupun nanti kamu menangis dan memohon papahmu ini tidak akan mengampuni mu. Bisa-bisanya kamu menceburkan papah ke dalam kolam ikan. ucap Alex sendiri sambil menyeringai jahat.
Ya ampun tuan muda, mengapa kau begitu pada nona yang notabenenya putri anda sendiri. Lagi pula nona tidak akan melakukan hal itu jika tuan mudanya sendiri yang tidak mencari masalah dengan beliau.
Sedari tadi tuan muda terus menerus mengejek dan mempermainkan nona, namun nona tidak membalas, beliau hanya merajuk sesaat. Sekarang nona membalasnya sekali tapi tuan muda tidak terima itu.
Aku berharap semoga nona benar-benar sabar dan ikhlas menghadapi tingkah laku papahnya sendiri.
Sementara itu Alex pun naik ke lantai atas untuk membersihkan tubuhnya, pria itu berjalan dengan santai walaupun lantai yang dia injak basah karena ulahnya sendiri.
Namun sebelum dia masuk ke dalam kamarnya dan menghentikan langkahnya.
" Pak tolong keringkan semua lantai yang saya injak tadi, takutnya nanti Avan terjatuh karena lantainya basah. ucap Alex pada kepala pelayannya.
__ADS_1
" Baik tuan muda. jawab pak Rudi sambil menundukkan kepalanya.
Alex pun masuk dan menutup pintu kamarnya, pak Rudi pun bergegas meminta beberapa pelayan untuk mengeringkan lantai sesuatu dengan keinginan tuan mudanya.
Sementara di dalam kamar Javanka sedang duduk di depan meja riasnya, gadis kecil itu sudah selesai mandi dan berpakaian kini rambutnya sedang dikeringkan oleh pengasuhnya dia hanya duduk diam dan berbicara ke sana kemari.
" Oh iya, Avan Remember, Ms. Nani is a fan, what's her name? ucap Javanka tiba-tiba mengingat percakapannya dengan pengasuhnya kala dirinya masih di rumah sakit dan waktu itu dirinya belum bisa melihat.
" Ha ha ha .......... kenapa nona bertanya hal itu? tanya si pengasuh sambil tersenyum malu-malu.
" Enda Avan cuma penacawan caja. jawab Javanka dengan polosnya.
" Oh gitu. kata si pengasuh sambil tersenyum.
" Jadi ciapa? tanya Javanka lagi dengan wajah yang penampilannya.
" Enda. jawab Javanka cepat diiringi dengan gelengan kepala.
" Nama KPop nya biasa di sebut BTS dan kepanjangannya Bangtan sonyeondan. jawab si pengasuh akhirnya sambil tersenyum malu-malu.
" Hemmmmmmmmm........ Javanka pun bangkit dari duduknya sambil berpikir.
" Ehhhhhhh....... nona mau kemana? rambutnya belum selesai. ucap si pengasuh yang kaget kala Javanka berdiri dan berjalan menuju meja yang ada di samping tempat tidurnya.
__ADS_1
Gadis cantik itu pun mengambil tab nya lalu kembali lagi ke tempat duduknya, dia pun mulai mencari informasi tentang idol pengasuhnya.
Lalu terlihat lah gambar tujuan seorang pria yang memiliki wajah cantik lengkap dengan biodatanya, Javanka pun mulai membaca biodata diri setiap member.
Sementara si pengasuh pun dengan antusias memberi tahu nama setiap member sambil menunjuk ke setiap gambar yang ada di layar tab nonanya.
" Mba Nani cuka yang mana? tanya Javanka polos sambil menatap ke arah pengasuhnya.
" Mba suka Jung kook no, V no, Jimin no, J-Hope no, Suga no, Jin no dan Rm. jawab si pengasuh dengan histeris.
" Itu namanya cuka cemua dong. ucap Javanka.
" Iya nona, saya benar-benar tidak bisa memilih dari ketujuh para pangeran tampan itu. Ketujuhnya memiliki keunikan, keunggulan dan pesona masing-masing yang mereka miliki sampai-sampai saya tidak bisa memilih nya. jawab si pengasuh semangat lengkap dengan gaya lebay nya.
Javanka yang melihat pengasuhnya seperti itu hanya tertawa kecil, gadis kecil itu tidak menyangka jika pengasuhnya akan semangat itu jika sudah membicarakan tentang idolanya.
Yang ada dalam pikiran Javanka saat itu dia berpikir mungkin dengan cara ini semua orang bisa bahagia dan menikmati kehidupannya, semua orang memiliki caranya masing-masing untuk kebahagiaan dirinya sendiri.
Begitu juga dengan si pengasuhnya yang merasa bahagia kala melihat idolanya, jadi jangan pernah mengusik atau mengejek sesuatu yang membuat hidup orang lain bahagia. Begitu lah kira-kira pemikiran gadis kecil itu.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐