Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 168


__ADS_3

Sesampainya di Mansion, Alex langsung menggendong putrinya lalu membawanya masuk dan naik langsung ke kamar.


Sekertaris Aldo langsung memberikan tas beserta mainan Javanka pada pak Rudi, tak lupa dia juga meminta beliau untuk menyiapkan air untuk kompresan dan mengantarkan ke kamar tuan mudanya.


Tanya banyak bertanya pak Rudi pun melakukan semua yang di katakan oleh sekertaris Aldo, sementara di dalam kamar Alex dengan tenang menggulung lengan bajunya setelah membaringkan tubuh putrinya di atas tempat tidur.


Lalu pria itu pun membawa putrinya ke dalam kamar mandi dan mengelap dan menggantikan baju putrinya, karena selama dalam perjalanan pulang putrinya terus berkeringat.


Alex melakukan itu karena memikirkan kenyamanan untuk putrinya, dia tahu putrinya itu paling suka jika tubuhnya segar tidak lengket.


Ketika Alex membasahi handuk kecil dan mengelap ke tubuh putrinya, sontak Javanka pun terbangun dan membuka matanya.


" Papah. panggilnya dengan suara lemah.


" Iya sayang. jawab Alex tersenyum sambil terus mengelap tubuh putrinya.


" We're home? tanya Javanka yang berusaha duduk di bathtub.


" Iya sayang, kita sudah sampai rumah. jawab Alex masih tetap tenang.


" Kamu sandaran saja nak, biar papah yang melakukannya. ucap Alex lagi kala melihat putrinya berusaha untuk duduk.


" Papah, Avan mau wendem-wendem use warm water cini boyeh? kata Javanka pada sang papah.


" Berendam dengan air hangatnya nanti saja yah sayang? sekarang kamu di lap-lap saja oke. kata Alex yang menolak keinginan putrinya dengan lembut.


" Oke, but Avan's hair is shampooed yah papah? Jawab Javanka akhirnya mengikuti keinginan papahnya, namun dia juga ingin rambutnya untuk tetap di cuci mengingat tadi pagi dia tidak mandi dengan benar karena dia mandi sendiri.

__ADS_1


" Kalau begitu kamu sambil berendam deh, selama papah mencuci rambut mu. Agar kamu tidak kedinginan. Ucap Alex akhirnya menuruti keinginan putrinya.


Dengan sigap Alex mengisi bathtub setelah dia memastikan suhu airnya hangat, setelah itu dia pun mulai mencuci rambut putrinya.


Selama papahnya membantunya mencuci rambutnya, Javanka terus mengajak papahnya berbicara. Gadis kecil itu berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja, walaupun sebenarnya dia merasa sangat lemah.


Javanka tidak ingin papahnya terlalu khawatir padanya, setelah selesai mandi Alex langsung menggulung tubuh mungil putrinya dengan handuk.


" Papah Avan cudah cepelti lontong caja. ucap Javanka yang protes dengan hasil gulung handuk papahnya.


" Ha ha ha....... Alex hanya tertawa mendengar ucapan putrinya itu.


" Mana ada lontong selucu kamu? kamu itu kalau ngomong ada-ada saja. ucap Alex masih tertawa.


" Emang ada lontong yang funny? tanya balik gadis kecil itu dengan wajah polosnya.


" Ahhhhhh...... papah. ucap Javanka yang sudah menyatukan alisnya.


" Ha ha ha....... papah gak tau nak. kata Alex tertawa lalu mengerikan rambut putrinya.


Javanka pun mulai mengoceh kemana, Alex hanya diam dan mendengarkan saja sambil mengoleskan losion ke tangan dan kaki putrinya dan memberikan pijatan-pijatan lembut di sana.


Setelah selesai tanpa sadar Javanka pun tertidur kembali, dan kini suhu tubuhnya sudah mulai normal setelah Alex mengecek kembali.


Pak Rudi yang baru masuk dengan membawa air hangat untuk mengompres dan juga susu hangat pun kaget kala melihat nonanya sudah mandi.


" Tuan muda ini air nya. ucap pak Rudi pada Alex lalu meletakkan di atas meja.

__ADS_1


" Tidak usah pak, demamnya sudah turun kok. Bawa lagi saja tapi untuk susunya biarkan saja di situ, takutnya dia bangun dan meminta susu. kata Alex pada pak Rudi si kepala pelayan.


" Baik tuan muda. jawab pak Rudi dengan sopan.


" Aldo masih di bawah? tanya Alex pada pak Rudi.


" Iya tuan muda, sekertaris Aldo sedang berada di ruang tengah. jawab pak Rudi dengan sopan.


" Suruh dia masuk kesini dan katakan juga pada nya untuk membawa semua dokumen yang harus ku kerajaan. perintah Alex dengan sopan pada pak Rudi.


" Baik tuan muda. jawab pak Rudi langsung bergegas keluar dengan membawa kembali air kompresan itu.


Alex pun akhirnya merasa lega setelah demam putrinya turun, dia juga baru sadar jika lengan bajunya basah karena tadi memandikan putrinya.


Pria itu pun masuk ke dalam kamar ganti untuk mengganti bajunya, sebelum sekertaris nya datang.


Setelah selesai berganti pakaian, tak berselang lama sekertaris Aldo pun masuk ke dalam kamar pribadinya dengan membawa beberapa dokumen beserta laptop milik Alex maupun miliknya sendiri.


" Permisi tuan muda. ucapnya saat masuk ke dalam.


" Letakkan semuanya di situ. ucap Alex menunjuk meja yang ada di kamarnya. " Aku akan bekerja di sini, jika kau tidak merasa nyaman kau boleh memakai ruang baca ku. ucap Alex lagi lalu duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya dan mulai membuka berkas serta laptopnya.


.


.


.

__ADS_1


💐💐💐


__ADS_2