Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 80


__ADS_3

Berbeda dengan di Mansion utama, dimana Alex sudah seperti orang gila.


Semenjak putrinya menghilang 6 hari lalu dia sama sekali tidak mengurus dirinya sendiri, dia hanya terus mencari keberadaan putrinya.


Pagi ini David, Caca dan juga sekertaris Aldo datang menemui Alex. Mereka terlihat penuh semangat, karena mereka telah menemukan keberadaan putri sahabatnya itu.


" Pak, dimana tuan muda? tanya sekertaris Aldo pada pak Rudi.


" Di ruang baca tuan, mari saya antar. ucap pak Rudi mempersiapkan ke tiga pria itu, lalu ketiganya pun mengikuti beliau.


Tokkk....tokkk.....tokkk...... suara ketukan pintu membuyarkan lamunan panjang Alex.


" Tuan, ini saya tuan. kata pak Rudi.


" Ada apa pak, kalau bapak meminta dan membawa makanan untuk saya lebih baik bawa kembali. Saya sedang tidak berselera makan pak. ucap Alex dengan keras dalam ruangan nya.


Caca yang tidak sabar pun dengan paksa membuka pintu ruangan itu.


" Hey bodoh, untuk apa kau menyiksa diri mu sendiri. Memang dengan kau tidak makan sama sekali putrimu akan kembali. ucap Caca dengan marah pada sahabat nya itu yang tidak rawat dirinya sendiri.


" Berisik kau, untuk apa kau ke sini. membentak Caca dengan marah.


Sekertaris Aldo dan David hanya menatap ke arah kedua sahabatnya yang sedang berdebat, pandangan mereka pun tertuju pada beberapa layar komputer dan laptop yang menyala.


" Kau memang bre**sek Lex, aku sangat membencimu sampai ke darah dan sumsum tulang ku. ucap Caca tidak kalah membentak, sebenarnya Caca tidak benar-benar benci pada Alex hanya saja dia sangat kesal kala melihat kondisi Alex saat ini.


" Pergi kau dari sini. teriak Alex mengusir Caca sambil melempar semua barang yang ada di hadapannya ke arah Caca.

__ADS_1


Melihat itu Caca dengan cepat menghindar.


" Baik aku akan pergi, padahal aku ke sini ingin memberi tahukan mu keberadaan putrimu saat ini. Tapi sepertinya kau sudah tidak tertarik, kalau begitu aku pergi. ucap Caca lalu berjalan meninggalkan ruangan itu.


Mendengar ucapan Caca, Alex pun bergegas bangkit lalu mengejar Caca.


" Dimana, dimana putriku. ucap Alex penuh semangat.


" Ayo ikut bersama kami. ucap Caca lalu berjalan, Alex pun mengikutinya. Begitu pula dengan sekertaris Aldo pada David.


Ke empat pria itu pun dengan cepat membawa mobil mereka, Alex bersama dengan Caca sedangkan sekertaris Aldo dan David mengikuti di mobil lain.


.


.


.


Serpihan kaca itu pun sampai mengenai kedua mata Javanka sampai kedua matanya mengeluarkan darah begitu banyak.


Setelah menyaksikan dan mengalami rasa sakit yang begitu luar biasa, gadis kecil itu hanya diam saja.


Berbeda dengan Clara, melihat wanita yang ada di hadapannya tidak sadarkan diri. Dia hanya bisa tertawa terbahak-bahak lalu dia pun menangis histeris.


" Ha ha ha....... aku sudah mengatakannya pada mu, kenapa kamu tetap nakal dan melawan ku hik.....hik..... hik...... ucap Clara sambil memeluk wanita itu yang tak lain adalah adiknya kandungan nya sendiri dengan lembut.


Melihat adiknya yang tidak berdaya Clara pun merasa frustasi, Lalu dia mengambil tali yang mengikat kaki Javanka dan dia pun mengikat tali itu kesebuah kayu yang berada di langit-langit bangunan itu.

__ADS_1


Setelah memastikan bahwa tali itu kuat, dia pun mengambil kursi lalu mengalungkan tali itu ke lehernya sendiri sambil berdiri di atas kursi.


Dia melihat kearah adiknya sendiri yang sudah tidak bergerak, lalu pandangannya beralih pada Javanka yang hanya diam saja.


" Ha ha ha...... aku sudah mengatakannya pada mu aku akan membuat mu cacat mental, akhirnya keinginan ku pun tercapai. kata Clara pada gadis kecil sambil tertawa.


" Bersabar lah dek, kakak akan menyusul mu. Kakak tidak akan pernah membuat mu kesepian di sana. kata Clara lagi, namun kali ini di tunjukkan pada wanita yang tidak lain adalah adiknya sendiri.


Setelah itu Clara pun mendorong kursi itu, lalu Clara pun kehilangan pernapasan nya dan akhirnya meninggal gantung diri.


Tak berselang lama Alex, Caca, sekertaris Aldo, David dan juga polisi sampai di tempat itu. Dengan gila Alex berlari lebih dulu, Alex pun memanggil nama putrinya sambil pencari keberadaan putrinya.


Akhirnya pandangannya tertuju pada sosok gadis kecil yang selama ini dia cari-cari, betapa hancur hatinya kala melihat kondisi putrinya.


Alex pun berlari lalu memeluk putrinya.


" Sayang papah datang nak, maafkan papah sayang. ucap Alex dengan lembut sambil memeluk putrinya dengan erat, seolah-olah dia tidak mau melepaskannya karena takut kehilangan lagi.


Sekertaris Aldo, David dan juga Caca sangat terkejut kala melihat pemandangan yang ada di hadapan mereka.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2