
Sudah beberapa hari tuan muda tidak beristirahat dengan baik, karena harus hadir di persidangan dan setelah nya beliau harus mengerjakan semua pekerjaan yang harus segera selesai. Saking sibuknya tuan muda sering melewatkan waktu makan siang, jam tidur pun semakin larut dan harus terbangun lebih awal.
Tuan muda pasti sudah sangat lelah, seharusnya aku bisa lebih banyak mengerjakan pekerjaan agar pekerjaan tuan muda lebih ringan dan tuan muda pun bisa lebih banyak beristirahat.
Aku memang harus lebih banyak belajar, agar bisa menjaga seorang sekretaris yang berkompeten untuk tuan muda.
Batin sekertaris Aldo sambil melirik wajah tuan mudanya yang terlihat sedikit pucat.
Sementara Alex sibuk dengan pekerjaannya, dia juga harus menyeleksi kandidat direktur yang akan bertanggung jawab mengelola perusahaan itu.
Di sisi lain perasaannya sangat gelisah karena sudah beberapa hari dia tidak pernah mengobrol dengan putrinya, setiap kali dia menghubungi putrinya. Putrinya pasti masih tertidur pulas karena perbedaan waktu.
Sudah beberapa hari aku tidak mengobrol dengan Avan, setiap aku memiliki waktu untuk menghubunginya dia pasti sedang tertidur pulas.
Karena perbedaan waktu yang sangat jauh membuat ku kesulitan untuk menghubunginya lebih dulu, rasanya aku seperti akan gila jika tidak melihat senyuman manis yang selalu aku rindukan dan suara tawa yang selalu nyaman didengar.
pikir Alex sambil menengadahkan kepalanya.
Sementara di rumah, Sosok gadis yang sedang dirindukan oleh sang papah sedang tertidur karena di tempat Javanka berada masih tengah malam sementara di tempat Alex sudah singa.
Pagi hari pun datang, Javanka pun bangun dari tidurnya lalu mandi dan setelah selesai dia keluar untuk sarapan bersama dengan uncle nya.
" Pagi uncle. sapa Javanka pada David yang baru selesai olahraga.
" Pagi sayang. jawab David sambil tersenyum pada keponakannya.
" Sarapan yuk? ajak David lalu berjalan beriringan dengan Javanka.
Walaupun Javanka tidak masuk sekolah dia tetap mengerjakan tugas dan mengikuti semua materi pelajaran nya, karena setiap guru dari mata pelajaran akan selalu memberi tahu Javanka soal pelajaran yang sedang di ajarkan beserta dengan tugasnya.
Hal tersebut lah yang membuat Javanka tidak begitu khawatir takut tertinggal, sementara semua guru sangat bangga pada Javanka karena walaupun dia sakit dia tetap memiliki rasa tanggung jawabnya terhadap tugasnya sebagai pelajaran.
" Uncle papah masih lama yah? tanya Javanka sambil memakan makanannya.
" Uncle gak tahu sayang, kamu udah tanya sama papahmu belum? kata David yang malah bertanya balik.
" Sudah, tapi itu sudah beberapa waktu yang lalu. Avan juga tidak berani menghubungi papah lebih dulu, soalnya sepertinya papah sangat sibuk dengan pekerjaannya Avan gak mau ganggu papah yang sedang bekerja. ujar Javanka yang sebenarnya rindu pada sang papah.
David pun mengangguk mengerti, dia juga memperhatikan raut wajah keponakannya yang tampak sedikit murung.
__ADS_1
Sepertinya Alex memang sudah terlalu lama pergi meninggalkan Javanka, ini sudah hampir satu bulan lamanya dia pergi. Namun tidak ada satupun kabar akan kepulangannya, apakah terjadi sesuatu di salah satu cabang perusahaannya?
Hmmmmmm....... aku benar-benar tidak tega melihat keponakan ku yang sedang murung, karena tidak kunjung mendapat telpon dari papahnya.
Pikir David sambil melihat ke arah Javanka.
" Ahaaaaaaaaaa........ uncle punya ide bagaimana kalau....... ucap David berbisik di telinga keponakannya, sementara Javanka hanya diam mendengarkan perkataan uncle nya dengan serius.
" Uncle yakin? tanya Javanka ragu.
" Uncle sangat yakin, cara ini pasti akan baik-baik saja. Percayalah pada uncle Avan. jawab David dengan yakin dan menyakinkan keponakan tercintanya.
Lalu David pun mulai menjalankan rencananya bersama dengan pak Rudi dan juga beberapa pelayan serta pengawal, sementara Javanka hanya diam mengikuti rencana sang uncle.
Di sisi lain Alex sudah tertidur pulas, tadinya dia ingin menghubungi putrinya malam ini. Namun karena terlalu capek dia malah tertidur pulas tanpa sadar.
Singkat waktu keesokan harinya Alex dan sekertaris Aldo pun hadir di persidangan terakhir, Alex juga sudah menemukan seseorang yang cocok akan bertanggung jawab menjadi direktur baru di perusahaannya.
Selama sidang berlangsung pak Yanto tak henti-hentinya meminta maaf pada Alex, agar dia bisa di ampuni dan hukumannya pun di ringankan oleh Alex.
Namun Alex sama sekali tidak menggubris perkataan dan permohonan dari pak Yanto, Alex hanya memperhatikan wajah dingin tanpa ekspresinya pada pak Yanto.
Tidak cukup hanya dengan menggelapkan uang perusahaan, kau juga mengambil uang yang seharusnya di bayarkan untuk membayar pajak perusahaan. Dasar manusia rakus dan menjijikan.
batin Alex sambil menatap pak Yanto dengan tatapan jijik sekaligus marah.
Seperti yang sudah di tentukan Alex pun langsung terbang ke Indonesia setelah hukuman untuk pak Yanto sudah di tetapkan, dia langsung terbang dari Singapura menuju Indonesia.
Selama di dalam pesawat Alex tampak begitu murung, dia amat sangat merasa bersalah terhadap putrinya. Bagaimana tidak? karena dia cuma berjanji akan pergi hanya dua Minggu namun kenyataannya sudah hampir satu bulan lamanya dia tak kunjung pulang.
Sekertaris Aldo yang melihat raut wajah tuan mudanya hanya bisa menatapnya dalam diam, dia tahu betul apa yang sedang di pikirkan oleh tuan mudanya itu.
Bersabarlah sebentar lagi tuan muda, rasa rindumu akan segera terbayar. batin sekertaris Aldo.
Setibanya di Indonesia Alex tampak sedikit terkejut karena cuaca di sini sangat berbeda dengan di beberapa negara yang pernah ia kunjungi.
" Do, apakah kita tidak salah mengambil penerbangan? tanya Alex tiba-tiba.
" Tidak tuan muda, kita benar-benar sudah sampai di Indonesia. jawab sekertaris Aldo dengan serius sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" Lalu mengapa di sini sangat panas Do? aku pikir semua negara yang ada di Asia akan sama seperti hal negara kita. kata Alex yang sudah bermandikan keringat, Alex memang tipe orang yang tidak tahan dengan cuaca panas.
" Tidak tuan muda, tidak semua negara Asia memiliki cuaca yang sama dengan negara kita tuan muda. jawab sekertaris Aldo sambil memberikan saputangan pada tuan mudanya.
" Di sisi pasti banyak gurun pasar yah? seperti di Mesir. kata Alex sambil masuk ke dalam mobil yang sudah menjemputnya.
" Tidak tuan muda, di sini tidak ada gurun pasir yang ada malah pulau indah dan menawan. Saking banyaknya pulau negara ini sampai di juluki country of a thousand islands. jawab sekertaris Aldo sedikit menjelaskan pada tuan mudanya.
Alex pun hanya menganggukkan kepalanya mengerti, dan sepanjang perjalanan Alex hanya menatap ke arah luar jendela mobil.
Tak butuh waktu lama mobil yang membawa Alex dan sekertaris Aldo pun tiba di kantor cabang, Sekertaris Aldo pun membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya.
Sementara staf, karyawan dan para petinggi perusahaan pun sudah berjejer di depan pintu untuk menyambut kedatangan Alex.
Begitu pintu di buka semua orang pun sedikit menundukkan kepalanya memberi hormat pada Alex.
" Selamat datang di Indonesia tuan muda. sapa semua orang dengan sopan.
Alex hanya menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam kantor dengan di bimbing oleh direktur perusahaan, sementara sekertaris Aldo hanya diam mengikuti kemanapun tuan mudanya pergi dengan sesekali dia melirik ke arah furniture dan design interior di cabang perusahaan milik tuan mudanya.
Hmmmmmmm......... ada sedikit perbedaan antara perusahaan cabang yang ada di Indonesia dan di negara lain, mengapa bisa begitu yah? pikir sekertaris Aldo yang sedikit merasa heran.
Semua karyawan dan staf pun berbisik-bisik satu sama lain membicarakan tentang ketampanan CEO dan sekertaris nya, mereka juga mempertanyakan akan status keduanya. Namun tidak ada satu pun orang yang tahu tentang kehidupan pribadi dari kedua pria tampan itu.
Alex dan juga sekertaris Aldo pun di ajak berkeliling melihat-lihat isi kantor tersebut, dengan sopan Alex dan sekertaris Aldo hanya mengikuti si direktur yang membimbing mereka.
Sampai tiba lah mereka di lantai paling atas yaitu ruangan Alex, sang direktur membukakan pintu untuk Alex dan mempersilahkan CEO untuk masuk.
Alex pun tersenyum tipis lalu masuk kedalam ruangannya, setelah masuk pintu pun tertutup dengan sendirinya.
Alex pun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan hingga pandangannya tertuju pada kursinya yang membelakanginya, Alex pun mengerutkan keningnya merasa heran.
Bahkan dia sampai berpikir apakah kejadian yang sudah terjadi akan terjadi lagi padanya untuk kedua kalinya, namun saat kursi itu berputar Alex pun terkejut melihat sosok yang sedang duduk di kursi itu.
.
.
.
__ADS_1
💐💐💐💐