Papahku Yang Hebat

Papahku Yang Hebat
Chapter 138


__ADS_3

Dengan kecerdasan dan uang yang sekertaris Aldo milik, keinginan tuan mudanya pun dengan cepat telah usai. Kini sekertaris Aldo sedang mengontrol proses pembangunan rumah dan pengharapan lahan yang baru di beli.


Sekertaris Aldo hanya berdiri memperhatikan semuanya, lalu dia pun melirik jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangannya.


Hemmmm........ sepertinya aku sudah menyelesaikan semuanya, tinggal menunggu proses pembangunannya saja. Dan itu pun aku yakin tidak memakan waktu yang banyak.


Sepertinya sekarang waktunya aku menghadap tuan muda, dan melaporkan semuanya. Sekalian aku menjemput beliau untuk berangkat ke acara peresmian restoran yang akan di buka.


Sekertaris Aldo pun masuk ke dalam mobilnya lalu bergegas menuju rumah sakit, namun sebelum itu dia memotret beberapa gambar pembangunan untuk di serahkan kepada tuan mudanya.


Sementara itu di rumah sakit tempat Javanka di rawat, gadis kecil itu sedang menemani sang papah untuk bersiap-siap.


Sebenarnya Alex tidak ingin meninggalkan putrinya di rumah sakit dengan kepala pelayan dan pengasuhnya, namun karena tuntutan pekerjaan dan kewajibannya dia tidak bisa menghindarinya.


" Sayang kamu gak mau ikut sama papah saja? tanya Alex pada putrinya.


" No papah, Avan cini caja cama mba Nani dan pak Udi. jawab Javanka menolak ikut sang papah.

__ADS_1


" Ya sudah kalau kamu tidak mau, tapi papah beneran tidak mau pergi lho sayang. kata Alex yang masih saja berat meninggalkan putrinya walaupun hanya sebentar, Alex terus merengek pada putrinya sedari tadi.


" Papah no, papah hauc ntut pegih. jawab Javanka yang berusaha membujuk papah agar tetap pergi dan meyakinkan sang papah kalau dia akan baik-baik saja.


" Tapi kan...... beliau sempat Alex menerus ucapannya, tangan mungil Javanka mencomot bibir papahnya, agar papahnya berhenti berbicara dan mengeluh.


" Papah If Avan comes with Papah, Avan will actually burden Papah work. papah please believe that Avan here will be fine and papah can work in peace. kata Javanka panjang lebar menjelaskan pada papahnya.


" Huhuhuhhhhhh...... papah percaya sama kamu sayang. ucap Alex sambil nangis lebay.


Tak berselang lama sekertaris Aldo muncul, dia hanya mengetuk pintu lalu masuk ke dalam.


Pria itu hanya berdiri diam dengan tanpa ekspresi menunggu tuan mudanya, sementara Alex hanya meliriknya sekilas lalu kembali fokus pada putrinya.


Alex terus menggelayuti putrinya, dia sudah memeluk mencium bahkan semua dia lakukan pada putrinya. Sementara Javanka dengan pasrah dan sabar meladeni tingkah papahnya yang sudah seperti bayi kolot.


Setelah beberapa saat lamanya akhirnya Javanka pun berhasil mengusir papahnya pergi bekerja, gadis kecil itu melambaikan tangan pada papahnya.

__ADS_1


Karena arah nya tidak betul si pengasuh pun membetulkan arah nonanya, gadis kecil itu pun sedikit mengeraskan suaranya mengucapkan selamat jalan pada sang papah sambil melambai-lambaikan tangannya.


Sementara Alex hanya membalasnya sambil memasang wajah masam, dan sekertaris Aldo hanya berjalan di belakang tuan mudanya.


" Akhhhhh........ kenapa sih harus ada acara peresmian segala, merepotkan saja. gerutu Alex di dalam mobil.


" Maafkan saya tuan muda, ini memang sudah di tentukan. Apakah tuan muda ingin membatalkan nya? tanya sekertaris Aldo yang takut jika tuan mudanya merasa tidak nyaman.


" Sudahlah lakukan saja sesuai dengan jadwalnya. jawab Alex singkat sambil mendengus kesal.


.


.


.


💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2